Infobox orangNovalia Pishesha
Biografi
Kelahiran21 Februari 1988 Suntingan nilai di Wikidata (38 tahun)
Malang Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanInstitut Teknologi Massachusetts - Doktor (2012โ€“2018)
Universitas California, Berkeley - Sarjana Sains (2009โ€“2011)
City College of San Francisco (en) Terjemahkan (2007โ€“2009) Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaandosenย (2024โ€“) Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diHarvard Medical School (en) Terjemahkan (2024โ€“)
Boston Children's Hospital (en) Terjemahkan (2014โ€“) Suntingan nilai di Wikidata

Instagram: novapishesha LinkedIn: novalia-pishesha Modifica els identificadors a Wikidata


Novalia Pishesha (lahir 21 Februari 1988) adalah seorang ilmuwan Indonesia di bidang rekayasa hayati yang dikenal atas kontribusinya dalam penelitian imunoterapi dan pengembangan terapi berbasis sel darah merah. Perempuan kelahiran Malang, Jawa Timur ini sejak kecil telah menunjukkan minat besar dalam ilmu biologi dan kesehatan. Ia terinspirasi oleh kondisi kesehatan di Indonesia yang masih menghadapi banyak tantangan dalam menangani penyakit autoimun dan infeksi, sehingga ia bercita-cita untuk berkontribusi dalam riset medis.[1]

Pendidikan

sunting

Setelah menyelesaikan pendidikan di Malang, Novalia menghadapi tantangan besar dalam mengejar pendidikan tinggi di luar negeri. Dengan dukungan keluarga dan kerja keras, ia berhasil melanjutkan studi ke City College of San Francisco, sebelum akhirnya mendapatkan beasiswa penuh dan lulus dari University of California, Berkeley di bidang rekayasa hayati.Setelah meraih gelar sarjana, Novalia melanjutkan studi doktoralnya di Massachusetts Institute of Technology (MIT) . Di sana, ia mengembangkan teknik rekayasa sel darah merah yang menjadi fondasi bagi inovasi terapi medis berbasis imun. [2]

Karier dan Kontribusi Ilmiah

sunting

Sebagai seorang ilmuwan, Novalia Pishesha berfokus pada pengembangan terapi imun yang dapat merekayasa respons sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit, termasuk infeksi virus dan gangguan autoimun. Pada November 2021, ia bersama timnya menemukan kandidat vaksin COVID-19 yang kompatibel dengan teknologi produksi di Indonesia. Penemuan ini menarik perhatian dunia dan menegaskan peran pentingnya dalam penelitian biomedis. Untuk memperluas dampak dari risetnya, Novalia mendirikan Cerberus Therapeutics, sebuah perusahaan bioteknologi yang berfokus pada rekayasa sistem kekebalan tubuh untuk terapi penyakit autoimun dan infeksi.[3]

Selain sebagai CEO Cerberus Therapeutics, ia juga menjabat sebagai Instruktur di Boston Children's Hospital, Harvard Medical School, serta Peneliti Junior di Society of Fellows, Harvard Faculty of Arts and Sciences.[4]

Paten dan Inovasi

sunting

Novalia telah memegang beberapa paten atas hasil penelitiannya, antara lain: 1) "Nanobody-drug Adducts and Uses Thereof", 2022, Boston Childrenโ€™s Hospital (63/300,995); 2) "VHHs and Uses Thereof", 2021, Boston Childrenโ€™s Hospital (63/154,455); 3) "Production of Enucleated Red Blood Cells and Uses Thereof", 2018, Whitehead Institute for Biomedical Research (16/641,203), terlisensi kepada Rubius Therapeutics; dan 4) "In Vitro Production of Red Blood Cells with Sortaggable Proteins", 2014, Whitehead Institute for Biomedical Research (14/890,241), terlisensi kepada Rubius Therapeutics.[5]

Penghargaan dan Pengakuan

sunting

Atas dedikasi dan kontribusinya di bidang bioteknologi, Novalia telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya: Perempuan Peneliti Indonesia penerima Penghargaan L'Oreal-UNESCO (2022),[6] Noul Co Ltd Young Scientist Award, Korea Selatan (2022), MIT Technology Review Innovators Under 35 Asia Pacific (2021), STAT+ Wunderkind, The Boston Globe (2021), Broadโ€™s Excellence and Achievement Awards for Extraordinary Work Related to the COVID-19 Pandemic (2020), Ambassador Award for Excellence from the Indonesian Embassy in Washington, DC (2018), dan MIT Graduate Women of Excellence (2017).[7]

Referensi

sunting
  1. ^ Laras, Arlina (30 Januari 2023). "Kenalan dengan Novalia Pishesha, Ilmuwan asal Malang Penemu Kandidat Vaksin Covid-19". lifestyle.bisnis.com. Diakses tanggal 2025-05-18.
  2. ^ research, berkeley.edu (2025-01-23). "Novalia Pishesha Ilmu Pengetahuan Ekspresi Gen Diferensial pada Tikus Tua dan Muda: Menjembatani Sistem Kekebalan dan Regenerasi Otot". research.berkeley.edu. Diakses tanggal 2025-03-18.
  3. ^ harvard.edu, immunologyphd.hms (2025). "Novalia Pishesha Asisten Profesor Pediatri, Sekolah Kedokteran Harvard & Divisi Imunologi, Rumah Sakit Anak Boston". immunologyphd.hms.harvard.edu. Diakses tanggal 2025-03-18.
  4. ^ Ari Seno, Rio (23 Apr 2022). "Novalia Pishesha". public.flourish.studio. Diakses tanggal 2025-03-18.
  5. ^ Seno, Rio Ari (23 Apr 2022). "Novalia Pishesha". public.flourish.studio. Diakses tanggal 2025-03-18.
  6. ^ NAPITUPULU, ESTER LINCE (10 November 2022). "Empat Perempuan Peneliti Indonesia Terima Penghargaan L'Oreal-UNESCO". kompas.id. Diakses tanggal 2018-03-18.
  7. ^ Seno, Rio Ari (23 Apr 2022). "Novalia Pishesha". public.flourish.studio. Diakses tanggal 2018-03-18.