Marcus Aurelius Numerianus

Marcus Aurelius Numerianus, lebih dikenal sebagai Numerianus, adalah seorang Kaisar Romawi yang memerintah singkat sebagai kaisar bersama kakaknya, Carinus, dari tahun 283 hingga kematiannya pada tahun 284. Numerianus dikenal sebagai pemimpin muda yang cakap dalam bidang sastra dan orasi, tetapi pemerintahannya berakhir tragis dengan kematiannya yang misterius dalam perjalanan kembali ke Roma dari wilayah timur Kekaisaran Romawi.

Awal Kehidupan

sunting

Numerianus lahir sekitar tahun 253 sebagai putra dari Marcus Aurelius Carus, seorang perwira militer Romawi yang kemudian menjadi kaisar. Bersama kakaknya, Carinus, Numerianus mendapatkan pendidikan yang baik, terutama dalam bidang sastra Yunani dan Latin. Ia dikenal memiliki bakat besar sebagai orator dan penyair, serta dihormati karena kecerdasannya.

Naik Takhta

sunting

Pada tahun 282, ayahnya, Carus, diangkat menjadi kaisar oleh tentara setelah menggulingkan Probus. Untuk memperkuat dinasti yang baru, Carus mengangkat kedua putranya sebagai Caesar. Setelah Carus memulai kampanye melawan Kekaisaran Sasaniyah pada tahun 283, ia mengangkat Numerianus sebagai Augustus, menjadikannya rekan-pemimpin.

Numerianus ikut serta dalam kampanye ayahnya di Timur, sementara Carinus ditinggalkan untuk mengelola wilayah Barat. Kampanye ini mencapai kesuksesan awal dengan penaklukan wilayah Sasaniyah hingga ke ibu kota Ctesiphon. Namun, Carus meninggal secara mendadak pada tahun 283, kemungkinan akibat sambaran petir, penyakit, atau pembunuhan.

Pemerintahan

sunting

Setelah kematian Carus, Numerianus mengambil alih komando pasukan di Timur. Karena kondisi militernya tidak stabil, ia memilih untuk tidak melanjutkan kampanye di Persia dan memulai perjalanan kembali ke Roma. Selama masa pemerintahannya yang singkat, Numerianus menunjukkan kebijakan yang hati-hati, tetapi situasi politik yang sulit membatasi keberhasilannya.

Numerianus dikenal sebagai seorang kaisar yang bersifat damai, lebih tertarik pada seni dan budaya daripada peperangan. Ia sering menulis puisi dan memiliki reputasi sebagai pemimpin yang adil dan penuh perhatian terhadap rakyatnya.

Kematian Misterius

sunting

Numerianus meninggal dalam kondisi misterius pada tahun 284. Ketika ia dalam perjalanan pulang dari Timur, ia mulai menderita penyakit mata yang membuatnya harus bepergian dengan tandu tertutup. Setelah beberapa waktu, tentara curiga karena Numerianus tidak pernah keluar dari tandunya. Ketika tandu dibuka, ditemukan bahwa Numerianus telah meninggal dalam keadaan membusuk.

Kematian Numerianus segera memicu skandal. Komandan pengawalnya, Aper, dituduh bertanggung jawab atas kematian kaisar. Aper segera dieksekusi oleh Diokletianus, seorang perwira tinggi militer yang kemudian diakui sebagai kaisar oleh pasukan. Diokletianus mengklaim bahwa eksekusi tersebut adalah tindakan balas dendam untuk Numerianus, meskipun motif politiknya dipertanyakan.

Keluarga

sunting

Numerianus tidak memiliki anak yang diketahui atau penerus langsung. Sebagai putra bungsu Carus, ia menjadi bagian dari dinasti singkat yang berakhir dengan kekalahan Carinus.

Lihat Pula

sunting

Referensi

sunting
  1. Aurelius Victor, Epitome de Caesaribus.
  2. Eutropius, Breviarium Historiae Romanae.
  3. Southern, Pat. The Roman Empire from Severus to Constantine. Routledge, 2001.
  4. Potter, David S. The Roman Empire at Bay: AD 180โ€“395. Routledge, 2004.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Carinus

tahun 283 hingga 285 M. Ia merupakan putra Kaisar Carus dan saudara dari Numerianus. Carinus awalnya diangkat sebagai kaisar junior (Caesar) oleh ayahnya

Diokletianus

kemampuannya yang menonjol. Ia diangkat menjadi kaisar setelah pembunuhan Kaisar Numerianus pada tahun 284. Salah satu pencapaian terbesar Diokletianus adalah sistem

Krisis Abad Ketiga

Gallienus Claudius II Kuintillus Aurelianus Tacitus Florianus Probus Carus Numerianus Carinus Diokletianus Zaman Negara-negara Berperang - periode serupa di

Carus

memperluas pengaruh Romawi. Ia segera mengangkat dua putranya, Carinus dan Numerianus, sebagai Caesar untuk menjamin kelangsungan dinasti. Kemenangan di Danube:

Daftar cognomina Romawi

Nigidius, Nigrinus, Niraemius, Nolus, Nonius, Noster, Novation, Novellius, Numerianus, Numonis Oceanus, Octavian, Octavianus, Octobrianus, Olennius, Olympicus

Paus Kaius

melindungi diri dari penganiayaan. Kaius memimpin gereja pada masa Kaisar Numerianus dan kemudian Diokletianus. Meskipun Diokletianus dikenal sebagai penganiaya

Maximianus

diri sebagai Augustus) 310 (menyatakan diri sebagai Augustus) Pendahulu Numerianus Penerus Constantius Chlorus dan Galerius Pasangan Eutropia Keturunan Flavia

Keuskupan Trier

566โ€“573 Magnerich 573โ€“596 Gunderich 596โ€“600 Sibald 600โ€“626 Modoald 626โ€“645 Numerianus 645โ€“665 Hildulf 665โ€“671, d. 707 Basinus 671โ€“697 d. 706ย ? Leudwinus 697โ€“718