Onoq ("Sepuluh Panah")
Kekhanan Turk Barat

581โ€“659
Luas wilayah terbesar Kekhanan Turk Barat setelah Pertempuran Bukhara
Luas wilayah terbesar Kekhanan Turk Barat setelah Pertempuran Bukhara
StatusKekhanan
Ibu kotaNavekat (ibu kota musim panas)
Suyab (ibu kota utama)
Bahasaย yang umum digunakanTurk
Agama
Tengrisme
Khanย 
Era SejarahZaman Pertengahan Awal
โ€ขย Kekhanan Turk didirikan
552
โ€ขย Perang saudara Gรถktรผrk, Dinasti Turk Barat didirikan
581
โ€ขย Ditaklukkan oleh Dinasti Tang
659
Luas
630[1]3.500.000ย km2 (1.400.000ย sqย mi)
Didahului oleh
Digantikan oleh
Kekhanan Turk
Kekhanan Turk ke-2
Turgesh
Negara Oghuz Yabgu
Kekhanan Khazar
Sekarang bagian dariย Kazakhstan
ย Rusia
ย Tiongkok
ย Uzbekistan
ย Tajikistan
ย Kyrgyzstan
ย Turkmenistan
ย Afghanistan
ย Pakistan
ย Ukraine
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lihatย โ€ข Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
Sejarah bangsa Turk
Sejarah bangsa Turk
Sejarah bangsa Turk
Sebelum abad ke-14
Kekhaganan Turk 552โ€“744
ย  Turk Barat
ย  Turk Timur
Kekhaganan Avar 564โ€“804
Kekhaganan Khazar 618โ€“1048
Xueyantuo 628โ€“646
Bulgaria Besar 632โ€“668
ย  Danube Bulgaria
ย  Volga Bulgaria
Persatuan Kangar 659โ€“750
Kekhaganan Turgesh 699โ€“766
Kekhaganan Uighur 744โ€“840
Negara Karluk Yabgu 756โ€“940
Kekhanan Kara-Khanid 840โ€“1212
ย  Kara-Khanid Barat
ย  Kara-Khanid Timur
Dinasti Gansu Uighur 848โ€“1036
Kerajaan Qocho 856โ€“1335
Kekhanan Pecheneg
860โ€“1091
Kekhanan Kimek
743โ€“1035
Cumania
1067โ€“1239
Negara Oghuz Yabgu
750โ€“1055
Kekaisaran Ghaznawiyah 963โ€“1186
Kekaisaran Seljuk 1037โ€“1194
ย  Kesultanan Seljuk Rum
Kekaisaran Khwarezmia 1077โ€“1231
Kekhanan Kerait Abad ke 11โ€“13
Kesultanan Delhi 1206โ€“1526
ย  Dinasti Mamluk
ย  Dinasti Khilji
ย  Dinasti Tughlaq
Gerombolan Emas | [2][3][4] 1240anโ€“1502
Kesultanan Mamluk (Kairo) 1250โ€“1517
ย  Dinasti Bahri

Kekhanan Turk Barat atau Kekhanan Onoq (Hanzi: ่ฅฟ็ชๅŽฅ; Pinyin: Xi tลซjuรฉ) adalah sebuah kekhanan Turk yang terbentuk sebagai hasil dari perang yang dimulai pada abad ke-7 (593ย โ€“ 603 M) setelah pemisahan Kekhanan Gรถktรผrk (didirikan pada abad ke-6 di Mongolia oleh klan Ashina) menjadi kekhanan Barat dan Kekhanan Turk Timur.

Pada puncaknya, Kekhanan Turk Barat mencakup daerah yang sekarang merupakan negara Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Elite yang berkuasa dari Kekhanan Turk Barat adalah Onogurs - OฤŸuz (harfiah "panah"), sebuah subdivisi dari suku Turk. Nama Onugurs berasal dari bahasa proto-Turk Onoq ("sepuluh panah").

Awalnya, kekhanan Barat mencari hubungan persahabatan dengan Kekaisaran Romawi Timur, dalam rangka memperluas wilayah mereka dengan mengorbankan musuh bersama mereka, Kekaisaran Persia Sassanid.[5]

Kekhanan Turk Barat dan Timur bersatu kembali sebagai Kekhanan Turk pada tahun 682.

Sejarah

sunting

Mengenai asal mula Onoq terdapat dua cerita bertentangan yang diberikan:[6][7]

Pada mulanya (setelah tahun 552), Shidianmi (Istรคmi) mengikuti (Khan) Shan Yu dan memerintahkan sepuluh pemimpin besarnya. Bersama dengan 100.000 prajurit mereka, dia melakukan mars ke Kawasan Barat dan menundukkan negara kecil bangsa barbar. Di sana, dia menyatakan dirinya sebagai "khan", di bawah gelar dari sepuluh suku, dan memerintah mereka (bangsa barbar barat) selama beberapa generasi.

โ€”โ€ŠTongdian, 193 and Jiu Tangshu, 194

Segera (setelah tahun 635), Khan Di'lishi (dari Gรถktรผrks Barat) membagi negaranya menjadi sepuluh bagian, dan masing-masing dipimpin oleh satu orang, bersama-sama mereka membentuk sepuluh kepangeranan ("shad"). Setiap pangeran diberikan sebuah anak panah olehnya, sehingga mereka dikenal sebagai "sepuluh anak panah". Dia juga membagi "sepuluh anak panah" menjadi dua faksi, masing-masing terdiri dari "lima anak panah". Faksi kiri (timur) terdiri dari lima suku Duoliu (Duolu), dikepalai oleh lima chuo (qur) secara terpisah. Faksi kanan (barat) terdiri dari lima suku Nushibi (ๅผฉๅคฑ็•ข), dikepalai oleh lima sijin (irkin) secara terpisah. Masing-masing menerima perintah pada satu anak panah dan menyebut diri mereka sebagai sepuluh anak panah. Setelah itu, setiap anak panah juga dikenal sebagai satu suku, dan kepala anak panah besar sebagai pemimpin besar. Lima suku Duoliu mendiami di sebelah timur perairan Suiye (Sungai Chu), dan lima suku Nushibi mendiami sebelah baratnya. Sejak itu, mereka menyebyt mereka sendiri sebagai sang sepuluh suku.

โ€”โ€ŠTongdian, 193 and Jiu Tangshu, 194

Pernyataan pertama menelusuri asal mereka kembali kepada permulaan Kekhanan Turk Pertama dengan Istรคmi, adik dari Tumen (Bumen), yang telah membawa bersamanya sepuluh suku kemungkinan berasal dari Kekhanan Timur di Mongolia dan berangkat ke barat untuk memperluas Kekhanan. Tanggal yang pasti untuk peristiwa ini tidak tercatat, dan "shanyu" di sini mungkin mengacu kepada Khan Muhan.

Pernyataan kedua berkontribusi kepada Dielishi, yang mengambil alih takhta pada tahun 635 dan mulai memperkuat negara dengan lebih lanjut menegaskan sepuluh suku awal dan dua sayap suku, berbeda dengan rotasi kekuasaan antara garis keturunan Tumen (melalui "Apa") dan Istรคmi (melalui Tardu) di Kekhanan Barat. Setelah itu, nama "sepuluh suku" (ๅ ๅง“) menjadi semacam sapaan singkat untuk Turk Barat dalam catatan Tiongkok. Namun perlu dicatat bahwa divisi tersebut tidak termasuk yang lima[8] suku utama, yang aktif lebih lanjut di timur dari sepuluh suku.[9][10]

Suku-suku sebelumnya terdiri dari delapan suku utama yang diperintah oleh sepuluh pemimpin tertinggi, setelah itu disebut "on" (sepuluh) "oq" (anak panah) (ๅ ็ฎญ). Mereka adalah lima[11] suku Duolu (ๅ’„้™†), dan tiga suku Nushibi (ๅผฉๅคฑๆฏ•).[12]

Referensi

sunting
  1. ^ Taagepera, Rein (1979). "Size and Duration of Empires: Growth-Decline Curves, 600 B.C. to 600 A.D." Social Science History. 3 (3/4): 129. doi:10.2307/1170959. Diakses tanggal 16 September 2016.
  2. ^ Marshall Cavendish Corporation (2006). Peoples of Western Asia. hlm.ย 364.
  3. ^ Bosworth, Clifford Edmund (2007). Historic Cities of the Islamic World. hlm.ย 280.
  4. ^ Borrero, Mauricio (2009). Russia: A Reference Guide from the Renaissance to the Present. hlm.ย 162.
  5. ^ Twitchett, David. The Cambridge History of China. Cambridge University Press, 1979. ISBN 0-521-21446-7. Page 223.
  6. ^ Xue, "A History of Turks", p. 271, 300.
  7. ^ Wang, "Political Relationship Between the Chinese, Tibetan and Arab", p. 28.
  8. ^ 1. Chuyue (ๅค„ๆœˆ, later as Shato) 2. Chumi (ๅค„ๅฏ†) 3. Gusu (ๅง‘่‹) 4. Bishi (็•€ๅคฑ) 5. Qarluq.
  9. ^ Xue, "A History of Turks", p. 271, 273, 275, 300-301.
  10. ^ Wang, "Political Relationship Between the Chinese, Tibetan and Arab", p. 29.
  11. ^ 1. Chumukun (ๅค„ๆœจๆ˜†) 2. Huluju (่ƒก็ฆ„ๅฑ…) 3. Shesheti (ๆ‘„่ˆๆ) 4. Tuqishi (็ช้ช‘ๆ–ฝ) 5. Shunishi (้ผ ๅฐผๆ–ฝ).
  12. ^ 1. A-Xijie (้˜ฟๆ‚‰็ป“) 2. Geshu (ๅ“ฅ่ˆ’) 3. Basegan (ๆ‹”ๅกžๅนฒ).