Ukiyo-e dari yama-uba dengan menghitamkan gigi dan Kintarō

Ohaguro adalah sebuah kebiasaan mewarnakan gigi dengan warna hitam. Kebiasaan tersebut sangat populer di Jepang sampai zaman Meiji. Pelukisan gigi juga dikenal dan dipraktikan di bagian tenggara Tiongkok, Kepulauan Pasifik dan Asia Tenggara. Pewarnaan umumnya dilakukan oleh wanita yang telah menikah, meskipun pria juga melakukannya.

Jepang

sunting

Di Jepang, Ohaguro hadir dalam satu bentuk atau bentuk lainnya selama ratusan tahun dan dipandang masyarakat sebagai kecantikan sampai akhir zaman Meiji.

Tempat lainnya

sunting
Seorang wanita Vietnam dengan gigi yang dihitamkan
Seorang wanita dari Tonkin dengan gigi yang diwarnai hitam

Di Vietnam, melukis gigi dipraktikan oleh kebanyakan orang Vietnam serta kelompok etnis minoritas. Pria Si La melukis gigi mereka dengan warna merah dan wanita melukis gigi mereka dengan warna hitam. Praktik tersebut lambat laun menjadi jarang dilakukan oleh generasi.

Lebih barat lagi, penghitaman gigi yang telah terdokumentasikan di Madagaskar.[2]

Untuk ulasan paling komprehensif, lihat:

  • Zumbroich, Thomas J. (2011). "'Teeth as black as a bumble bee's wings': The ethnobotany of teeth blackening in Southeast Asia". Ethnobotany Research & Applications. 7: 381–398.
  • Zumbroich, Thomas J. (2011). "To strengthen the teeth and harden the gums: Teeth blackening as medical practice in Asia, Micronesia and Melanesia". Ethnobotany Research & Applications. 9: 97–113.

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting

Templat:Cosmetics

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ohaguro-Bettari

Ohaguro bettari (bahasa Jepang : お歯黒べったりcode: ja is deprecated adalah salah satu yokai dalam cerita rakyat Jepang yang mirip dengan nopperabo. Yokai ini

Genbuku

gigi yang dihitamkan (ohaguro). Sebaliknya, anak laki-laki keturunan klan Minamoto jarang menggunakan rias wajah, hikimayu dan ohaguro. Setelah genbuku, nama

Hinamatsuri

disebut (nagae no chōshi). Gigi salah satu boneka puteri istana dihitamkan (ohaguro) dan alisnya dicukur habis. Dalam boneka versi Kyoto, puteri istana yang

Aoi Matsuri

kota Kyoto. Saiō-dai memakai rias wajah tebal dan gigi yang dihitamkan (Ohaguro). Jenis kimono yang dikenakan Saiō disebut Jūnihitoe (Karaginu Moshōzoku)

Daftar bab Nube: Guru Ahli Roh

Putri Duyung 68. Setan Shōkera Mengintai dari Balik Jendela 9 Siluman Ohaguro Bettari 妖怪歯黒べったりの巻 9 September 1995 ISBN 4-08-871529-2 69. Pendeta Siluman

Klan Suwa

laki-laki itu dengan pakaian ritual lengkap: tata rias tradisional (oshiroi, ohaguro, beni dan mayuzumi), sokutai kuning kehijauan kusam, hakama, dan mahkota