Oksigen terlarut (dissolved oxygen, disingkat DO) atau sering juga disebut dengan kebutuhan oksigen (Oxygen demand) merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kualitas air. Nilai DO[1] yang biasanya diukur dalam bentuk konsentrasi ini menunjukan jumlah oksigen (O2) yang tersedia dalam suatu badan air. Semakin besar nilai DO pada air, mengindikasikan air tersebut memiliki kualitas yang bagus. Sebaliknya jika nilai DO rendah, dapat diketahui bahwa air tersebut telah tercemar. Pengukuran DO juga bertujuan melihat sejauh mana badan air mampu menampung biota air seperti ikan dan mikroorganisme. Selain itu kemampuan air untuk membersihkan pencemaran juga ditentukan oleh banyaknya oksigen dalam air. Oleh sebab pengukuran parameter ini sangat dianjurkan di samping paramter lain seperti kob dan kod.)

Mekanisme

sunting

Di dalam air, oksigen memainkan peranan dalam menguraikan komponen-komponen kimia menjadi komponen yang lebih sederhana. Oksigen memiliki kemampuan untuk beroksida dengan zat pencemar seperti komponen organik sehingga zat pencemar tersebut tidak membahayakan. Oksigen juga diperlukan oleh mikroorganisme, baik yang bersifat aerob serta anaerob, dalam proses metabolisme. Dengan adanya oksigen dalam air, mikroorganisme semakin giat dalam menguraikan kandungan dalam air. Reaksi yang terjadi dalam penguraian tersebut adalah:

Jika reaksi penguraian komponen kimia dalam air terus berlaku, maka kadar oksigen pun akan menurun. Pada klimaksnya, oksigen yang tersedia tidak cukup untuk menguraikan komponen kimia tersebut. Keadaan yang demikian merupakan pencemaran berat pada air.

Analisis dan Pengukuran

sunting

Untuk mengukur kadar DO dalam air, ada 2 metode yang sering dilakukan:

  • Metode titrasi
  • Metode elektrokimia atau lebih dikenal pengukran dengan DO-meter

Referensi

sunting
  1. ^ McCreary, Jeremy (October 30, 2004). "DO meter and measurement". DO meter and measurement. Diakses tanggal 2006-11-07.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Oksigen

Oksigen (bahasa Latin: oxygeniumcode: la is deprecated ; bahasa Inggris: oxygencode: en is deprecated ), yang juga disebut zat asam atau zat pembakar

Asam

umumnya mengandung atom pusat ber-bilangan oksidasi tinggi yang dikelilingi oksigen, juga cukup kuat; mencakup HNO3, H2SO4, dan HClO4. Asam lemah mempunyai

Air

proses pemaksaan sebuah terlarut dari sebuah daerah konsentrasi terlarut tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah terlarut rendah dengan menggunakan

Larutan

zat terlarut sama-sama polar, akan terbentuk suatu sruktur zat pelarut mengelilingi zat terlarut; hal ini memungkinkan interaksi antara zat terlarut dan

Darah

invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan

Daur oksigen

Daur oksigen adalah proses peredaran oksigen melalui berbagai komponen Bumi, yaitu atmosfer (udara), biosfer (tumbuhan dan hewan), hidrosfer (badan air

Hidrogen peroksida

sebagai hidrogen peroksida. Saat ini istilah air beroksigen merujuk pada air yang mengandung oksigen terlarut (O2). Proses Thénard dikembangkan menggunakan

Ikan nila

NH3 sampai pada konsentrasi yang membahayakan bagi ikan. Oksigen terlarut Oksigen terlarut diperlukan untuk respirasi, proses pembakaran makanan, aktivitas