| Oliguria | |
|---|---|
| Nama lain | Hipouresis |
| Spesialisasi | Urologi |
Oliguria atau hipouresis adalah produksi urine rendah khususnya lebih dari 80 ml/hari tetapi kurang dari 400 ml/hari.[1] Penurunan produksi urine dapat menjadi tanda dehidrasi, gagal ginjal, syok hipovolemik, sindrom hiperglikemik hiperosmolar nonketotik (HHNS), sindrom disfungsi organ multipel, obstruksi urin / retensi urin, ketoasidosis diabetik (DKA), preeklamsia, dan infeksi saluran kemih, di antara kondisi lainnya.
Selain oliguria ada anuria, yang merupakan kondisi tidak adanya urine, yang secara klinis diklasifikasikan sebagai kurang dari 80 atau 100 ml/hari.[1]
Istilah oliguria berasal dari kata oligo yang berarti "kecil, sedikit," + - uria, dari kata Yunani ouron, yang berarti " urin".[2]
Lihat pula
sunting- Poliuria (produksi urin berlebihan)
- Anuria (sama sekali tidak ada urin yang keluar)
- Hipertensi intra-abdomen (HIA) dan Sindrom kompartemen abdomen (SIA)
Referensi
sunting- ^ a b Boon, Nicholas A.; etย al. (2006). Davidson's Principles & Practice of Medicine (Edisi 20th). Edinburgh: Elsevier/Churchill Livingstone. hlm.ย 475. ISBNย 978-0-443-10057-4.
- ^ "Oliguria | Origin and meaning of oliguria by Online Etymology Dictionary". www.etymonline.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-02.
Pranala luar
sunting| Klasifikasi | |
|---|---|
| Sumber luar |