This Album Could Be Your Life: 50 Album Musik Terbaik Indonesia 1955–2015
PenyuntingTaufiq Rahman
Wening Gitomartoyo
PengarangHarlan Boer
Idhar Resmadi
Samack
Taufiq Rahman
Wahyu 'Acum' Nugroho
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia
SubjekMusik Indonesia, kritik musik, sejarah musik
GenreNonfiksi
PenerbitElevation Books
Tanggal terbit
Juli 2020
Jenis mediaCetak
Halaman328

This Album Could Be Your Life: 50 Album Musik Terbaik Indonesia 1955–2015 adalah buku kritik dan sejarah musik populer Indonesia yang diterbitkan oleh Elevation Books pada tahun 2020. Buku ini berisi daftar dan esai mengenai 50 album musik Indonesia yang dianggap paling penting dalam rentang 1955–2015. Penyusunan buku dilakukan oleh Harlan Boer, Idhar Resmadi, Samack, Taufiq Rahman, Wahyu “Acum” Nugroho, dan Budi Warsito, dengan teks sekapur sirih oleh Riri Riza.[1][2]

Buku ini menjadi salah satu upaya pengarsipan dan kanonisasi musik populer Indonesia modern. Daftar album di dalamnya disusun melalui proses diskusi, riset arsip, dan penilaian kritis yang berlangsung hampir dua tahun.[3][4][1]

Latar belakang

sunting

Menurut pihak penerbit, buku ini dibuat untuk memberikan penilaian komprehensif terhadap album-album musik populer Indonesia sejak era label Irama hingga era independen modern seperti Aksara Records. Pemilihan album didasarkan pada pertimbangan kualitas artistik dan pengaruh besar terhadap perkembangan musik Indonesia. Proses penggarapan buku berlangsung selama hampir dua tahun.[1][5] Buku ini ditulis oleh lima penulis musik Indonesia, yaitu: Harlan Boer, musisi independen; Idhar Resmadi, dosen dan penulis musik dari Bandung; Samack, penulis musik dan penggiat skena metal dari Malang; Taufiq Rahman, pendiri label Elevation Records; dan Wahyu “Acum” Nugroho, vokalis dan gitaris band Bangkutaman. Proses seleksi album dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas para penulis tersebut bersama Budi Warsito, pustakawan musik Kineruku Bandung.[1][4][3]

Isi

sunting

Buku ini memuat 50 esai mengenai album-album Indonesia dari berbagai genre, seperti pop, rock, jazz, folk, dangdut, progresif, hingga musik independen. Selain tulisan kritik musik, buku ini juga menampilkan dokumentasi visual berupa foto dan scan rilisan fisik dari album yang dibahas.[1]

Daftar album

sunting
Posisi Album Artis Label Tahun
1 Dheg Dheg Plas Koes Plus Melody 1969
2 Ports of Lima Sore Aksara 2008
3 Swami Swami Airo 1989
4 Kompor Meleduk Benyamin S & Ida Royani Diamond 1970
5 Badai Pasti Berlalu Eros Djarot, Chrisye & Berlian Hutauruk Irama Mas 1977
6 Kisah Pasar Baru Orkes Lima Serama Irama 1959
7 Sabda Alam Chrisye Musica Studio's 1978
8 Terbaik Terbaik Dewa 19 Aquarius Musikindo 1995
9 Jang Pertama Dara Puspita Mesra 1966
10 Guruh Gipsy Guruh Soekarnoputra & Gipsy Pramaqua 1977
11 Ghede Chokra's Shark Move Shark Move Records 1973
12 Kamar Gelap Efek Rumah Kaca Aksara 2008
13 Panggung Perak Fariz RM Akurama 1981
14 Jurang Pemisah Yockie Suryoprayogo Pramaqua 1977
15 Rock Opera Ken Arok Harry Roesli PT. Eterna Tunggal Indonesia 1977
16 Sound Track Film "Darah Muda" Orkes Melayu Soneta Yukawi 1977
17 Langkah Pertama Igor Tamerlan Musica 1981
18 Sekar Mayang Gombloh & The Lemon Tree's Anno '69 Golden Hand 1981
19 Eka Djaja Combo Eka Djaja Combo Remaco 1965
20 MK II Puppen Swarilis 1998
21 Pure Saturday Pure Saturday Bacott 1996
22 Semakbelukar Semakbelukar Elevation 2013
23 Mencari Tuhan Kelompok Kampungan Akurama 1980
24 Sesuatu Yang Tertunda Padi Sony Music Indonesia 2001
25 Hotel San Vicente Transs Akurama 1981
26 Melayang January Christy Pro Sound 1986
27 Album Minggu Ini Netral Bulletin 1998
28 Opini Iwan Fals Musica 1982
29 Djanger Bali Tony Scott & The Indonesian All-Stars Saba 1967
30 Titik Cerah Naif Bulletin 2002
31 Kantata Takwa Kantata Takwa Airo 1990
32 Semut Hitam God Bless Logiss 1987
33 Kampungan Slank Program/Virgo Ramayana 1991
34 Insting Psiko & Harmoni Plastik Bulletin 1997
35 Zakia Achmad Albar Sky 1979
36 Orexas Remy Sylado Aneka Nada 1978
37 Kampung Nan Djauh di Mata Orkes Gumarang Irama 1956
38 Duo Kribo (OST): Panggung Sandiwara Duo Kribo Musica 1978
39 Barisan Nisan Homicide Swarilis 2005
40 Behind the 8th Ball Rotor Airo 1992
41 Bandempo Bandempo Swarilis 2000
42 Tahu-Tempe Oslan Husein Irama 1964
43 Ketika La La La C'mon Lennon Marmalade 2005
44 Semalam Di Malaya Saiful Bahri Irama 1961
45 Pada Suatu Ketika Sujiwo Tejo Eksotika Karmawibangga Indonesia 1998
46 Eloi! Lama Sabactani! INPRES I/V/'80 Musica 1980
47 Do What You Like AKA Indra 1970
48 Nol Derajat Rumahsakit Pops Music / Aquarius Musikindo 2000
49 Sketsa Seni Musik Kharisma Alam Purnama 1978
50 Salacca Zalacca Zeke Khaseli Blackmorse / Jangan Marah 2010

Penerimaan

sunting

Buku ini kerap dibandingkan dengan daftar "150 Album Indonesia Terbaik" versi Rolling Stone Indonesia (RSI).[3][5] Ulasan dari Pophariini menyebut buku ini memberi sudut pandang baru karena disusun oleh pelaku kancah musik independen kontemporer. Meski demikian, Pophariini juga mencatat sejumlah kritik terhadap buku ini, termasuk pemilihan album yang terasa tendensius, serta minimnya representasi musisi perempuan dalam daftar. Pengulas juga mempertanyakan beberapa keputusan editorial dan argumentasi pemilihan album tertentu.[3]

Resensi di Hypeabis menyebut buku ini membuka ruang polemik dan diskusi mengenai kanon musik Indonesia. Baik Pophariini dan Hypeabis juga memuji kerja desainer grafis Diandra Galih dan fotografer Jez O'Hare dalam aspek presentasi visual buku, termasuk tata letak, pemilihan kertas, penggunaan font, dan foto-foto album dari format fisik seperti piringan hitam, kaset, dan CD.[6][3]

Buku ini diterbitkan di tengah pandemi Covid-19 dan penurunan industri penerbitan buku di Indonesia. Menurut laporan Tempo, sebanyak 150 eksemplar pre-order awal buku ini ludes terjual meskipun kondisi pasar buku sedang melemah akibat pandemi. Tempo menilai buku ini sebagai “penanda zaman”, membandingkannya dengan daftar yang dibuat oleh RSI dan bagaimana buku ini memberi ruang bagi album-album musisi independen dan underdog yang sebelumnya kurang mendapat perhatian dalam kanon musik Indonesia.[5]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e Team, Superlive Tech (2020-06-13). "Elevation Books Rilis Buku 'This Album Could Be Your Life". superlive.id. Diakses tanggal 2026-05-10.
  2. ^ Samack, ~ (2021-08-25). "This Album Could Be Your Life: 50 Album Musik Indonesia Terbaik 1955-2015". samack. Diakses tanggal 2026-05-10.
  3. ^ a b c d e Sarana, PT Balarusa Mitra (2020-09-23). "This Album Could Be Your Life - 50 Album Musik Terbaik Indonesia 1955-2015". Pophariini (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-10.
  4. ^ a b "50 Album Musik Indonesia Terbaik Terangkum dalam Sebuah Buku". indonews.id. Diakses tanggal 2026-05-10.
  5. ^ a b c "Ada Buku 50 Album Musik Terbaik Indonesia, Badai Pasti Berlalu Ranking Berapa?". Tempo. 6 Agustus 2020 | 18.04 WIB. Diakses tanggal 2026-05-10.
  6. ^ Hypeabis. "Hypeabis - Resensi Buku This Album Could Be Your Life: 50 Album Musik Terbaik Indonesia 1955-2015". Hypeabis. Diakses tanggal 2026-05-10.

Pranala luar

sunting