Douglas A-4 Skyhawk yang dibeli oleh Angkatan Udara Republik Indonesia.

Operasi Alpha adalah sebuah operasi rahasia yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) untuk membeli 32 unit pesawat tempur Douglas A-4 Skyhawk dari militer Israel, melatih pilot Indonesia di Israel, dan menyamarkan pesawat tempur itu agar bisa dibawa pulang pada 1980. Hal ini diceritakan oleh mantan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda Djoko Poerwoko[1] lewat biografinya berjudul Menari di Angkasa.[2] Menurut Poerwoko, peristiwa tersebut adalah "operasi clandestine (rahasia) terbesar yang dilakukan oleh ABRI".[3] Meskipun demikian, TNI tidak pernah mengakuinya hingga saat ini.[1]

Latar belakang

sunting

Operasi ini dilatarbelakangi oleh kekurangan pesawat tempur di TNI-AU. Pesawat seperti F-86 dan T-33 sudah tua dan tidak bisa beroperasi maksimal. Amerika Serikat bisa memberikan 16 pesawat F-5 E/F Tiger II, tetapi hal itu dianggap belum cukup. Ditambah lagi, Indonesia harus menghadapi operasi militer lanjutan di Timor Timur.[1]

Pihak intelijen mendapat informasi, bahwa Israel akan menjual 32 pesawat A-4 Skyhawk. Masalahnya, selain tidak ada hubungan diplomatik, pembelian pesawat tempur ke Israel juga akan menuai protes keras dari masyarakat. Tapi pihak ABRI memutuskan operasi terus berlanjut.[1]

Eksekusi

sunting

Perjalanan

sunting

Setelah mengirimkan teknisi, 10 Pilot TNI AU diberangkatkan ke Israel. Bahkan 10 pilot itu tidak tahu mereka akan diberangkatkan ke mana. 10 Pilot tersebut berangkat dengan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma ke Bandar Udara Paya Lebar, Singapura.[3] Setelah mendarat, di Singapura mereka dijemput oleh beberapa petugas intel ABRI. Saat makan malam, salah seorang perwira Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI meminta paspor mereka dan menggantinya dengan Surat Perintah Laksana Paspor (SPLP).[3]

Saat itulah Kepala BAIS ABRI Mayor Jenderal Benny Moerdani, memberikan perintah. Mayjen Benny Moerdani menyatakan bahwa operasi tersebut adalah misi rahasia. Jika misi gagal, pemerintah Indonesia tidak akan mengakui kewarganegaraan mereka. Benny juga memberikan pilihan jika ada yang ragu silakan kembali. Operasi ini dianggap berhasil jika pesawat tempur A-4 Skyhawk yang diberi kode 'merpati' sudah masuk ke Indonesia. Mereka mulai sadar akan diterbangkan ke Israel.[1]

Malam itu juga sepuluh penerbang diganti identitasnya. Bukan dengan nama Indonesia dan bukan sebagai tentara warga negara Indonesia. Kemudian mereka diterbangkan ke Bandara Frankfurt, Jerman. Sampai di situ mereka juga tidak mengetahui perjalanan selanjutnya. Sampai akhirnya menerima boarding pass untuk penerbangan berikutnya, menuju Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, Israel.

Israel

sunting

Setibanya di Israel, mereka ditangkap dan digiring oleh petugas keamanan bandara Ben Gurion. Para petugas itu ternyata agen rahasia Mossad dan membawa mereka ke ruang bawah tanah. Di ruangan itu sudah ada para perwira BAIS ABRI.

Mereka langsung menerima brifing singkat mengenai berbagai hal yang harus diperhatikan selama berada di Israel. Segala sesuatu yang terkait dengan Indonesia di-sweeping. Para pilot ini juga diajari menghafal sedikit kalimat bahasa Ibrani seperti "Ani tayas mis Singapore" yang artinya "aku penerbang dari Singapura" dalam artian mereka diperintahkan mengaku pilot dari Singapura. Adapula sapaan "boken tof" yang berarti selamat pagi. Selanjutnya, mereka melakukan perjalanan darat menuju selatan menyusuri Laut Mati selama dua hari menuju Kota Eilat.[3]

Atas kesepakatan, selama latihan Pangkalan Udara itu dinamai Arizona. Karena resminya memang para penerbang itu akan dikirim ke Arizona. Di sana mereka berlatih dengan pesawat A-4 Skyhawk. Melakukan berbagai manuver, mengoperasikan pesawat tempur sebagai mesin perang, hingga menembus perbatasan Suriah.

Setelah sekitar 4 bulan, Latihan terbang berakhir tanggal 20 Mei 1980. Para perwira lulus dan berhak mendapatkan ijazah dan brevet penerbang tempur. Namun para perwira intelijen ABRI yang hadir justru membakarnya di depan para pilot itu. Tentu saja untuk menghilangkan bukti bahwa pernah ada kerjasama militer antara RI dan Israel.

Para penerbang itu kemudian dibawa ke Amerika Serikat. Sekadar untuk berfoto-foto. Dimanapun ada tulisan AS mereka disuruh berfoto. Ini untuk mengecoh, seolah-olah bahwa mereka memang dikirim ke AS, bukan ke Israel. Kepada para komandan di kesatuan pun, para pilot ini harus mengaku telah dilatih di AS, bukan Israel.

Kemudian Tanggal 4 Mei 1980, paket A-4 Skyhawk gelombang pertama, terdiri dari dua pesawat single seater dan dua pesawat double seater tiba di Tanjung Priok. Pesawat-pesawat tersebut diangkut dengan kapal laut langsung dari Israel, dibalut memakai plastik pembungkus, berlabel F-5. Saat itu Indonesia juga memang memesan pesawat F-5 Tiger dari AS. Jadi seolah-olah pesawat yang diangkut kapal laut itu adalah pesawat F-5. Secara bergelombang, pesawat-pesawat A-4 Skyhawk terus berdatangan.[4]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting

Bacaan tambahan

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

UH-34D dalam operasi. Pada awal tahun 1980-an, TNI-AU yang tengah membutuhkan armada pesawat serang yang modern, menginisiasi Operasi Alpha untuk mengakusisi

A-4 Skyhawk dalam TNI Angkatan Udara

untuk diadakan Operasi Intelijen bersandikan "Operasi Alpha" yang dimulai sejak pertengahan tahun 1979. Operasi Alpha merupakan operasi rahasia terbesar

Skadron Udara 11

dan Uni Soviet. Dengan Operasi Alpha pada tahun 1980-an, skadud ini diperkuat dengan 16 pesawat-pesawat A-4 Skyhawk bekas operasi AU Israel, baik yang bertempat

Clubhouse (aplikasi)

khusus undangan yang diluncurkan pada 2020 oleh pengembang perangkat lunak Alpha Exploration Co. Hingga Desember 2020, nilainya hampir $100 juta. Pada 21

Daftar operasi militer Perang Dunia II

mengikuti Serangan Resimen 100 Operasi Alpha (Tiongkok) (1944) โ€” Peningkatan pertahanan Kunming terhadap ancaman Jepang Operasi Serangan Strategis Manchuria

Kereta rel listrik seri SFC120-V

dari Cina". Tempo. 1 Juni 2025 | 13.59 WIB. Diakses tanggal 2025-06-05. AlphaRP Railway (2025-04-19), KERETA KRL TERBARU BUATAN ANAK BANGSA PT INKAย !

Hello Neighbor

Dynamic Pixels dan diterbitkan oleh tinyBuild. Awalnya dirilis publik sebagai alpha dari 2016 hingga 2017, ia menerima rilis penuh untuk Microsoft Windows dan

Konflik bandit Nigeria

mengumumkan bahwa militer Nigeria akan melancarkan operasi militer dengan nama sandi Operasi Harbin Kunama. Operasi tersebut dilakukan oleh batalion lapis baja