Charly Van Houten
LahirMuhammad Charly van Houten
5 November 1979 (umurย 46)
Cirebon, Jawa Barat
Pekerjaan
Suami/istri
โ€‹
(m.ย 2004)โ€‹
Anak2
Karier musik
GenrePop melayu, power pop, hard rock, soft rock, alternative rock
Instrumen
Tahun aktif2004โ€“sekarang
LabelTrinity Optima Production
MSI Record
Artis terkait
AnggotaSetia Band
Mantan anggotaST12
Instagram: charly_setiaku Modifica els identificadors a Wikidata

Charly Van Houten (lahir 5 November 1979) merupakan seorang vokalis Setia Band dan komposer berkebangsaan Indonesia yang juga merupakan mantan vokalis dari grup musik ST12.

Pada tahun 2004, bersama Pepep, Pepeng, dan Iman ia ikut mendirikan grup musik yang bernama ST12. Grup ini sempat berjaya selama 7 tahun sebelum akhirnya konflik internal mendera mereka yang berakibat perpecahan.

Setelah keluar dari manjemen ST12, pada bulan September 2011, Charly bersama Pepeng yang juga mantan anggota ST12 membentuk Setia Band.

Charly menikah dengan Regina pada Juli 2004. Kemudian pada 24 September 2005, pasangan ini dikaruniai putra pertama yang diberi nama Mohammad Restu Gibhran. Mengikuti jejak sang ayah, Restu merilis EP (Extended Play) pertamanya di tahun 2024 lalu yang diberi judul 5 Diri. Judul tersebut melambangkan lima kemasan yang berbeda yakni lima tema, lima kepribadian, dan lima lagu dengan cerita yang berbeda-beda.[1]

Regina dan Charly kembali dikaruniai putri keduanya yang diberi nama Asmaranacha Manunggaling Gaula Gusti Kaula pada Jum'at, 15 Februari 2013, melalui operasi caesar.[2]

Diskografi

sunting

Album bersama ST12

sunting

Album bersama Setia Band

sunting

Kredit penulisan lagu

sunting
  • "Malu-Malu Dong" - T2 (2009)
  • "Ceraikanlah Saja" - T2 (2009)
  • "Cari Pacar Lagi" - Radhini (2017)
  • "Saat Terakhir" - Lesti Kejora (2020)
  • "Putri Iklan" - Keljo, Azhardi & Devin Adamn (2022)

Filmografi

sunting

Film

sunting

Sinetron

sunting

Acara Televisi

sunting

Sejarah elektoral

sunting
Pemilu Lembaga legislatif Daerah pemilihan Partai politik Perolehan suara Hasil
2019 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Jawa Barat IX Partai Persatuan Indonesia 11.529[3] N Tidak Terpilih
2024 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Jawa Barat VIII Partai Amanat Nasional 40.286[4] N Tidak Terpilih

Referensi

sunting
  1. ^ "Restu Anak Charly van Houten Buktikan Punya Talenta Seperti Ayahnya dengan Karya Perdananya, Album EP Berjudul 5 Diri". Liputan6. 13 Mei 2024. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  2. ^ "Melahirkan Anak Ketiga, Ini 7 Potret Perjalanan Kehamilan Regina Istri Charly Van Houten". Liputan6. 23 Desember 2023. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  3. ^ Hasil Rekapitulasi Pemilu 2019 DPR RI Komisi Pemilihan Umum
  4. ^ Hasil Rekapitulasi DPR RI Dapil Jawa Barat VIII Pemilu 2024 Komisi Pemilihan Umum

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Operasi Charly

Operasi Charly (bahasa Spanyol: Operaciรณn Charly) adalah sebuah kode untuk operasi rahasia yang dipimpin oleh militer Argentina, dengan persetujuan dari

ST12

Pepep (drum), Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitaris), Muhammad Charly Van Houten alias Charly van Houten (vokalis), dan Iman Rush (gitaris). Nama ST12 sendiri

FuรŸball-Bundesliga

kompetisi utama sepak bola Jerman. Bundesliga yang diikuti oleh 18 klub dan beroperasi dengan sistem promosi dan degradasi dengan 2. Bundesliga. Musim berjalan

Hubungan Argentina dengan El Salvador

pada Amerika Tengah, yang untuk itu pemerintah Argentina menciptakan Operasi Charly. Mulai tahun 1977, Argentina memberikan pelatihan militer, uang, dan

Roberto Eduardo Viola

pemberontak lokal sebagai bagian dari program yang disponsori AS bernama Operasi Charly. Viola mendapati ruang geraknya sangat berkurang, dan digulingkan oleh

Nusantara Infrastructure

Benny Setiawan Santoso Direktur: Ridwan Abdul Chalif Irawan Direktur: Denn Charly Gonzales Espanola Direktur: Amadeo Navalta Bejec Direktur: Christopher Daniel

Hubungan Argentina dengan Guatemala

dalam perjuangannya melawan pemberontak sayap kiri. Sebagai bagian dari Operasi Charly, sebuah inisiatif intelijen rahasia dan kontra-pemberontakan yang didukung

Olga Syahputra

(2009) dan Jangan Ganggu Aku Lagi (2010) yang keduanya diciptakan oleh Charly Setia Band. Sejak April 2014, Olga menderita radang selaput otak dan sempat