Operasi Inherent Resolve
Bagian dari Perang ISIS, Perang Saudara Irak (2014–2017), Perang saudara Suriah, dan Perang Melawan Teror

Pesawat tempur militer Amerika Serikat lepas landas untuk membantu upaya Amerika Serikat untuk Operasi Inherent Resolve pada Oktober 2014
TanggalIrak: 15 Juni 2014 – sekarang (11 tahun, 10 bulan, 4 minggu dan 1 hari)
Suriah: 22 September 2014 – sekarang (11 tahun, 7 bulan, 3 minggu dan 1 hari)
LokasiIrak dan Suriah
Hasil Sedang berlangsung
Pihak terlibat

 Amerika Serikat

 ISIS


Al-Qaeda

Tokoh dan pemimpin
Amerika Serikat Joe Biden
(Sejak 2021)
Amerika Serikat Donald Trump
(2017–21)
Amerika Serikat Barack Obama
(2014–17)
Amerika Serikat Lloyd Austin
(hingga 2016)
(Sekertaris Pertahanan sejak 2021)
Amerika Serikat Mark Esper
(2014–21)
Amerika Serikat Kenneth F. McKenzie
(2019–22)
Amerika Serikat Joseph Votel
(2016–19)
Amerika Serikat Robert P. White
(hingga 2023)
Amerika Serikat Charles Q. Brown Jr.

Negara Islam Irak dan Syam Abu Hafs al-Hashimi al-Qurashi
(Sejak 2023)
Negara Islam Irak dan Syam Abu al-Hussein al-Husseini al-Qurashi 
(2022–2023)
Negara Islam Irak dan Syam Abu Ibrahim al-Hasyimi al-Qurasyi 
(2019–22)
Abu Bakr al-Baghdadi 
(2014–19)


Abu Mohammad al-Julani

Operasi Inherent Resolve (OIR) adalah nama untuk operasi militer Amerika Serikat pada intervensi militer melawan ISIS, termasuk pada operasi militer di Irak dan Suriah. Sejak 21 Agustus 2016, Pasukan Amerika Serikat XVIII Airborne Corps adalah yang bertanggung jawab untuk Combined Joint Task Force - Operation Inherent Resolve (CJTF-OIR)

Sejarah

sunting

2014

sunting

Tidak seperti mitra koalisinya dan beberapa operasi militer yang dilakukan sebelumnya, tidak ada nama yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat untuk konflik AS melawan ISIS.[1] Keputusan untuk tidak memberikan nama untuk konflik tersebut menimbulkan kritik dari beberapa media.[2][3][4][5][6]

AS akhirnya memutuskan untuk menamakan operasi militer melawan ISIS pada Oktober 2014 dengan nama "Operasi Inherent Resolve"[7]

Sampai 4 Desember 2014, 4 tentara AS dilaporkan tewas karena kecelakaan atau cedera.[8]

2015

sunting

Pada 22 Oktober 2015, Sersan Kepala AS, Joshua L. Wheeler ditembak mati saat dia, bersama 30 tentara AS lainnya dan unit militer peshmerga, dalam pembebasan sandera di dekat kota Hawija, Irak. Di mana sekitar 70 sandera berhasil dibebaskan, 5 anggota ISIS ditangkap, dan beberapa diantaranya (belum diketahui) tewas dan luka-luka.[9][10][11]

2016

sunting

Pada 9 Maret 2016, sekitar 11,000 serangan udara telah diluncurkan pada ISIS (terkadang juga pada Front an-Nusra), menewaskan lebih dari 27,000 militan, dan menyerang lebih dari 22,000 target, termasuk tank, kendaraan militer, dan infrastruktur minyak.

Sejak serangan udara pertama pada 8 Agustus 2014, lebih dari 2 tahun, AS telah menggunakan $8.4 miliar untuk melawan ISIS.[12]

Referensi

sunting
  1. ^ "US Operation Against ISIL in Iraq Remains Nameless". Military.com. 18 Agustus 2014. Diakses tanggal 6 Oktober 2014.
  2. ^ "The War on ISIS Has 'No Name". Business Insider. 3 Oktober 2014. Diakses tanggal 6 Oktober 2014.
  3. ^ "The Military Can't Come Up with a Name For Its War Against ISIS. We're Here To Help". The Huffington Post. 3 Oktober 2014. Diakses tanggal 6 Oktober 2014.
  4. ^ "What's in a Name: Obama's Anonymous War Against ISIS". U.S. News & World Report. 29 September 2014. Diakses tanggal 6 Oktober 2014.
  5. ^ "U.S. Needs a Name for the Operation Against ISIS". New York. 3 Oktober 2014. Diakses tanggal 6 Oktober 2014.
  6. ^ "The War With No Name". The American Prospect. 1 Oktober 2014. Diakses tanggal 6 Oktober 2014.
  7. ^ "Iraq and Syria Operations Against ISIL Designated as Operation Inherent Resolve". U.S. Central Command. 15 Oktober 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-17. Diakses tanggal 15 Oktober 2014.
  8. ^ "Air Force pilot killed in Middle East crash identified". Stars and Stripes. Diakses tanggal 29 May 2015.
  9. ^ Gal Perl Finkel, Back to the ground?, Israel Hayom, 8 November 2015.
  10. ^ "U.S. soldier killed in Iraq hostage rescue operation". CBS News. Diakses tanggal 23 October 2015.
  11. ^ "U.S. Identifies American Killed in Iraq Raid as Master Sgt. Joshua Wheeler". The Wall Street Journal. 23 October 2015. Diakses tanggal 24 October 2015.
  12. ^ "Nearly 45,000 ISIS-linked fighters killed in past 2 years, US military official says". Fox News. 10 August 2016.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Intervensi Amerika Serikat dalam Perang Saudara Suriah

Saudara di Suriah dengan tujuan memerangi ISIS sebagai bagian dari Operasi Inherent Resolve dalam perang internasional melawan ISIS. AS juga mendukung Pemberontak

Serangan udara Amerika Serikat di Irak dan Suriah Desember 2019

Serikat melakukan intervensi di Irak pada 2014 sebagai bagian dari Operasi Inherent Resolve (OIR), misi yang dipimpin AS untuk menurunkan dan memerangi organisasi

Dan Caine

Komando Operasi Khusus Gabungan dari tahun 2016 hingga 2018, wakil komandan jenderal untuk gugus tugas operasi khusus Operasi Inherent Resolve dari tahun

Operasi Shader

Amerika Serikat meluncurkan Satuan Tugas Gabungan Gabungan – Operasi Inherent Resolve (CJTF–OIR) pada tanggal 17 Oktober dengan tujuan untuk merendahkan

Stephen J. Townsend

Tugas Gabungan – Operasi Inherent Resolve, hingga komandan Korps III Letnan Jenderal Paul E. Funk II mengambil alih komando operasi pada tahun 2017. Townsend

Robert P. White

juga menjabat sebagai komandan Satuan Tugas Gabungan Gabungan – Operasi Inherent Resolve (CJTF-OIR). White meraih gelar Bachelor of Arts di bidang Sejarah

Divisi Lintas Udara ke-82 (Amerika Serikat)

udara dari Angkatan Darat Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam operasi serangan parasut ke daerah yang dikuasai musuh dengan persyaratan Departemen

Paul LaCamera

Penugasannya yang lain termasuk komandan Satuan Tugas Gabungan – Operasi Inherent Resolve dan sebagai panglima Divisi Infanteri ke-4. Ia dinominasikan untuk