Organisasi Angkutan Darat (Organda) adalah gabungan dari organisasi-organisasi pengusaha angkutan darat yang dibentuk pada tahun 1962 di Selecta, Malang.[1] Pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Darat, Pos, Telekomunikasi dan Pariwisata pada 17 Juni 1963 mengukuhkan Organda sebagai organisasi tunggal dalam bidang angkutan bermotor di jalan raya.[1]

Organisasi angkutan darat ini dibentuk ditengah maraknya usaha angkutan jalan di Indonesia, saat Presiden Soekarno menetapkan untuk menghentikan trem listrik pada 1960 dan angkutan darat massal di Indonesia dikuasai oleh bus dan angkutan umum bus mini.[2] Organisasi ini bertujuan untuk membina dan mengembangkan kemampuan serta profesionalisme para anggotanya, yaitu pengusaha angkutan agar usaha angkutan di jalan di Indonesia kuat, efektif, efisien, inovatif dan berdaya saing tinggi.[1]

Saat ini kegiatan Organda terbatas pada urusan penyesuaian tarif, seperti menaikkan tarif angkutan umum saat harga BBM naik.[3] Belum terlihat ada kebijakan strategis dan sistematis yang dibuat oleh Organda.

Rujukan

sunting
  1. ^ a b c Situs resmi Organda
  2. ^ "Infonitas.com: Jejak Trem di Jakarta". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-01-11. Diakses tanggal 2016-04-29.
  3. ^ [1]

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

G.T. Soerbakti

ini juga dikenal sebagai tokoh penting pada Organisasi Angkutan Darat (Organda). Berdasarkan keterangan dalam tabloid Kristen Reformata, Gusti Terkelin

Fandi Akhmad Yani

organisasi. Pada tahun 2015, ia pernah menjadi Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Gresik. Lalu pada tahun 2017, ia pernah menjadi Bendahara Umum PC Robithoh

Ramli Silalahi (gangster)

adalah seorang gangster dan Tokoh organisasi pengusaha angkutan darat (organda) dan Partai Golkar Pematangsiantar. Ramli Silalahi, Nasib dan banyak nama

Sigit Djokosoetono

Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan di Organisasi Angkutan Darat(Organda) DKI Jakarta pada tahun 2004 hingga 2009. Pada tahun 2012 Sigit ditunjuk

Metro Mini

Metro Mini untuk penumpang diatur oleh organda DKI yang juga mengatur tarif untuk Taksi dan Mikrolet. Organda melakukan perbedaan antara tarif penumpang

Politeknik Negeri Ujung Pandang

Keluarga Mahasiswa Katolik Politeknik Negeri Ujung Pandang (KMK PNUP) Organda Soppeng - IMS PNUP (Ikatan Mahasiswa Soppeng Politeknik Negeri Ujung Pandang)

Eka Sari Lorena Soerbakti

sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda), masa bhakti 2010—2015 menggantikan Murphy Hutagalung. Meskipun ia adalah

Koridor 2 Trans Jatim

Medaeng lagi. Salah satu penyebabnya disinyalir karena adanya penolakan oleh organda lyn HN sejak awal koridor ini beroperasi. Kabid Angkutan Jalan Dishub Jawa