📑 Table of Contents
Naomi, Rut, dan Orpa, lukisan William Blake (1795).

Orpa (bahasa Ibrani: ืขึธืจึฐืคึธึผื”โ€Ž; artinya "sisi belakang leher"; bahasa Inggris: Orpah) adalah nama seorang perempuan Moab yang disebut dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, khususnya dalam Kitab Rut. Ia hidup pada zaman para hakim memerintah (sekitar 1100 SM).[1]

Keluarga

sunting
Wilayah Yehuda dan Moab pada zaman Hakim-hakim

Orpa menikah dengan Kilyon bin Elimelekh, seorang Efrata dari suku Yehuda, yang pindah dari Betlehem, Yudea, ke tanah Moab, sewaktu ada kelaparan di tanah Israel.[1] Mertuanya, Elimelekh, sudah meninggal di tanah Moab sebelum pernikahan dengan Kilyon, meninggalkan Naomi, istrinya, dan seorang putra lain, Mahlon.[2] Mahlon kemudian mengambil seorang perempuan Moab lain yang bernama Rut menjadi istrinya.[3] Setelah 10 tahun berumahtangga, Mahlon dan Kilyon mati, sehingga keluarga itu sekarang hanya terdiri dari Naomi, dengan kedua menantu perempuannya, Orpa dan Rut.[4] Walaupun suami-suami mereka sudah meninggal, Orpa dan Rut tetap menunjukkan kesetiaannya terhadap ibu mertuanya (Naomi) yang berbangsa Israel itu, dan rupanya selalu beribadah kepada Tuhan.[5] Setelah didesak oleh Naomi, Orpa kembali ke rumah orangtuanya di Moab, sedangkan Rut, istri Mahlon, menemani Naomi kembali ke Betlehem dan di sana Rut menikah lagi dengan Boas. Dari pernikahan ini, lahir Obed, kakek Daud, raja Israel, yang juga merupakan kakek moyang Yesus Kristus.[5]

Sastra rabbinik

sunting
  • Dalam sastra rabbinik Orpa disamakan dengan Harafa, yang menjadi ibu empat raksasa Filistin, di mana salah satunya adalah Goliat yang kemudian mati dibunuh Daud. Dikisahkan keempat putra ini diberikan untuk empat tetes air mata yang dicurahkan saat Orpa berpisah dengan Naomi, mertuanya.[6]
  • Menurut legenda di sebuah midrash, Orpa adalah saudara perempuan Rut, dan keduanya adalah putri raja Moab, Eglon.[7] Namanya diubah menjadi "Orpa" karena Ia membelakangi (dari bahasa Ibrani: ืขื•ืจืฃโ€Ž, orep atau oref, artinya "sisi belakang leher") mertuanya.[7][8] Traktat Sanhedrin dalam Talmud menyatakan bahwa Orpa dibunuh oleh Abisai anak Zeruya binti Isai, seorang jenderal yang juga saudara sepupu raja Daud.[9]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Rut 1:1
  2. ^ Rut 1:2โ€“3
  3. ^ Rut 1:4
  4. ^ Rut 1:5
  5. ^ a b H. Van Den Bring, Tafsiran Rut dan Ester, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1979). Hal 16.
  6. ^ Babylonian Talmud, Nashim/Sotah 42b.
  7. ^ a b Ruth Rabbah. ii. 9.
  8. ^ Nashim/Talmud Sotah.
  9. ^ Talmud Sanhedrin 95a

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Orpa (film)

Orpa adalah film drama tahun 2022 yang disutradarai dan ditulis oleh Theo Rumansara. Film ini tayang perdana pada 27 November 2022 dalam Jogja-NETPAC Asian

Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa

(disingkat ORPA) adalah salah satu organisasi riset yang berada di bawah payung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sejak 4 Maret 2022, Kepala ORPA dijabat

Perempuan Berkelamin Darah

yang dilakukan oleh majikannya yang dipanggil Datuk di tempat kerjanya. Orpa, ibu dari Martha dan keluarganya menjadi korban diskriminasi dari keluarga

Compsibidion orpa

Compsibidion orpa adalah spesies kumbang tanduk panjang yang tergolong famili Cerambycidae. Spesies ini juga merupakan bagian dari genus Compsibidion,

Kabupaten Boven Digoel

yang dilantik pada 21 November 2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Merauke, Orpa Marthina, di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Boven Digoel. Komposisi anggota

Naomi

bencana kelaparan di sana. Naomi, melarang kedua menantunya yakni Rut dan Orpa yang ingin ikut bersamanya pulang ke tanah Yehuda. Alasannya, dia sudah tidak

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian Penerbangan dan Antariksa (Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa, ORPA) karena INASA tidak melakukan kegiatan penelitian antariksa, tetapi lebih

Kitab Rut

keluarga di sana. Di Moab dua anak mereka menikah dengan perempuan Moab, yaitu Orpa dan Rut. Awalnya Naomi digambarkan sebagai wanita saleh, praktis dan murah