Ortografi atau tata ejaan (bahasa Yunani: ὀρθός *orthós* “benar”; γράφειν *gráphein* “menulis”) adalah sistem ejaan suatu bahasa, atau gambaran bunyi bahasa yang diwujudkan dalam tulisan atau lambang.[1] Ortografi antara lain meliputi masalah ejaan, kapitalisasi, pemenggalan kata, serta tanda baca. Ortografi memberikan himpunan yang digunakan simbol (grafem dan diakritik) serta aturan penulisan simbol-simbol tersebut.


Referensi

sunting
  1. ^ Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (2016). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Digraf

sekarang dieja sebagai u. Hal itu dikarenakan ejaan Van Ophuijsen mengikuti ortografi bahasa Belanda yang di mana dalam bahasa Belanda, bunyi /u/ ditulis sebagai

Wage Rudolf Soepratman

Wage Rudolf Soepratman (Wage Soepratman dalam ortografi lama, umumnya dikenal sebagai W.R. Supratman; 9 Maret 1903 – 17 Agustus 1938) adalah seorang jurnalis

W

menggantikan penggunaan wynn pada umumnya. Ortografi bahasa Inggris Modern secara historis masih konsisten dengan ortografi bahasa Britania (Welsh, Kernowek, Breton)

Alfabet bahasa Indonesia

perubahan fonem sepanjang dan setelah kolonialisme Belanda. Ortografi bahasa Indonesia merupakan ortografi fonemik, yakni setiap grafem (terutama huruf) melambangkan

Suku Badui

Urang Cibéo, atau kadang hanya sering disebut Badui, atau ditulis dalam ortografi latin bahasa Sunda sebagai Baduy) merupakan sekelompok masyarakat adat

G

Satuan Internasional, g adalah singkatan dari unit massa: gram. Karena ortografi masing-masing bahasa maka huruf ‹g› tidak terdapat dalam aksara lainnya

Bahasa Manado

komunikasi lisan, sehingga tidak ada ortografi baku untuk bahasa Ini, walaupun bahasa ini umumnya ditulis dengan ortografi bahasa Indonesia. Bahasa Manado

Bahasa Arab

Bahasa Hausa yang diserap dari bahasa Arab melalui Bahasa Kanuri. Sistem ortografi bahasa 'Arab memakai sistem abjad. Sistem abjad yaitu sistem tulisan yang