Otrar adalah sebuah kota hantu yang terletak di Kazakhstan. Permukiman tersebut dulunya disebut memainkan peran kunci di Jalur Sutra dan merupakan pusat utama perdagangan budaya dan sains.

Kota menjadi salah satu kota yang berhasil dikuasai oleh Kekaisaran Mongol setelah sempat menjadi kota terbesar diย Asia Tengah. Kota tersebut juga terletak di pertemuan Sungai Arys dan Syr Darya, yang menjadi gantungan hidup sekitar 200 ribu orang.

Beberapa cendekiawan lahir dari kota tersebut seperti pemikir, matematikawan, dan filsuf terkenal Al-Farabi; astronom matematika Abbas Zhauhari; ahli bahasa dan ahli geografi Iskhak Al-Farab; dan pengkhotbah Arystan-Bab.

Pada tahun 1219, pasukan Mongol menghancurkan kota tersebut dalam waktu sekitar enam bulan. Pasukan Mongol kemudian membantai penduduk, membuat orang-orang yang tersisa menjadi budak dan membakar kota menjadi abu. Pada 1720, kota tersebut dihancurkan kembali oleh bangsa Jungar.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ "Karena Kesombongan, Kota yang Disegani ini Runtuh". Tribun Manado.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pengepungan Otrar

Pengepungan Otrar adalah pengepungan yang terjadi antara Desember 1219 dan Februari 1220 selama penaklukan Mongol terhadap Kekaisaran Khwarazmian di Otrar, sebuah

Al-Farabi

kecil bernama Wasij, dekat provinsi Farab, Turkistan; atau sekarang dekat Otrar, Khazakstan. Penulis lain bernama Ibnu Abi Usaibah (wafat 1270) mengatakan

Dinasti Timuriyah

Transoxiana, pada tanggal 8 April 1336 M/25 Sya'ban 736 H, dan meninggal di Otrar pada tahun 1404 M. Ayahnya bernama Taragai, kepala Suku Barlas, keturunan

Timur Lenk

Kesh, Kekhanan Chagatai (sekarang Uzbekistan) Kematian 18 Februari 1405 Otrar, Sungai Syr Darya (sekarang Kazakhstan) Pemakaman Gur-e Amir, Samarkand

Jenghis Khan

dengan sejumlah besar barang. Namun, gubernur kota perbatasan Khwarezmia di Otrar, Inalchuq, menuduh para pedagang itu sebagai mata-mata dan memerintahkan

Chagatai Khan

Zhang Rong (1158โ€“1230). Ia dan ร–gedei lalu ditugaskan untuk mengepung kota Otrar, yang gubernurnya Inalchuq memprovokasi pengepungan tersebut, sementara

Pertempuran Sungai Irghiz

al-Jazari menyatakan bahwa hal itu terjadi setelah eksekusi karavan di Otrar pada tahun 1218. Orang yang hampir sezaman dengan Ibnul Asir, Nasawi secara

Jochi

setelah sebuah rombongan dagang dari Mongol dibunuh oleh gubernur dari Otrar dan pendekatan diplomatik mengalami kegagalan. Menurut Sejarah Rahasia,