Ala al-Dīn Ali ibn Muhammed
Kehidupan pribadi
Lahir1403 CE
Meninggal1474 CE
EraOttoman era
Minat utamaKalam (Islamic theology), Fiqh (Islamic jurisprudence), Falkiat, Mathematics
Karya terkenalConcerning the Supposed Dependence of Astronomy upon Philosophy
Kehidupan religius
AgamaIslam
DenominasiSunni
MazhabHanafi
KepercayaanMaturidi
Muslim leader

Alauddīn Ali bin Muhammad (1403 – 18 Desember 1474 [1] ), Persia: علاءالدین علی بن محمد سمرقندی dikenal sebagai Ali Qushji (Turki Ottoman) : علی قوشچی, kuşçupenunggang elang dalam bahasa Turki, bahasa Latin: Ali Kushgii) adalah seorang teolog, ahli hukum, astronom, matematikawan, dan fisikawan Timurid, yang menetap di Kesultanan Utsmaniyah beberapa waktu sebelum tahun 1472.[2] Sebagai murid Ulugh Beg, ia terkenal karena pengembangan fisika astronomi yang independen dari filsafat alam, dan karena memberikan bukti empiris untuk rotasi Bumi dalam bukunya, Mengenai Ketergantungan Astronomi yang Diduga pada Filsafat. Selain kontribusinya pada karya terkenal ia membangun Sahn-ı Seman Medrese, salah satu pusat pertama untuk studi berbagai ilmu pengetahuan Islam tradisional di Kesultanan Utsmaniyah.Ali Kuşçu juga merupakan penulis beberapa karya ilmiah dan buku teks tentang astronomi.[3]

Biografi

sunting

Ali Kuşçu lahir pada tahun 1403 di Kota Samarkand, yang sekarang masuk wilayah Uzbekistan. Nama lengkapnya saat lahir adalah Alauddin Ali bin Muhammed al-Qushji. Nama belakangnya Qushji, berasal dari istilah Turki kuşçu, "penunggang elang" [4] karena ayah Ali, Muhammad, adalah penunggang elang kerajaan Ulugh Beg.[3] Sumber-sumber menganggapnya berasal dari Turki [5] atau Persia.[6]

Ia menghadiri kajian Qazi Zadeh Rumi, Jamshid al-Kashi dan Muin al-Dīn Kashi. Dia pindah ke Kerman, Iran (Persia) dan melakukan beberapa penelitian tentang badai di Laut Oman. Ia menyelesaikan Hall-e Eshkal-i Ghammar (Penjelasan Periode Bulan) dan Sharh-e Tajrid di Kirman. Ia pindah ke Herat dan mengajar astronomi (1423). Saat kembali ke Samarkand ia mempersembahkan karyanya tentang Bulan kepada Ulugh Beg. Karena terlampau bagus, Ulugh Beg membaca seluruh karya tersebut sambil berdiri. Ulugh Beg menugaskannya ke Observatorium Ulugh Beg, yang disebut Observatorium Samarkand pada saat itu. Qushji bekerja di sana sampai Ulugh Beg dibunuh.[7]

Setelah Ulugh Beg wafat, Ali Kuşçu pergi ke Herat, Tashkent, dan akhirnya Tabriz. Sekitar tahun 1470, penguasa Aq Qoyunlu, Uzun Hasan, mengutusnya sebagai delegasi kepada Sultan Ottoman Mehmed II. Saat itu, Husain Bayqarah telah datang untuk memerintah di Herat, tetapi Qushji lebih memilih Konstantinopel daripada Herat karena sikap Sultan Mehmed terhadap para ilmuwan dan intelektual.

Referensi

sunting
  1. ^ Saliba, George (2012). "Chapter 9: Al-Qushjī's Reform of the Ptolemaic Model for Mercury". Dalam Iqbal, Muzaffar (ed.). Studies in the Making of Islamic Science: Knowledge in Motion. Islam and Science: Historic and Contemporary Perspectives. Vol. 4. Routledge. hlm. 177–219. ISBN 9780754629160.
  2. ^ Imber, Colin (1997), Ebu's-suůd: the Islamic legal tradition, Edinburgh University Press, hlm. 9, ISBN 978-0-7486-0767-9
  3. ^ a b Ágoston, Gábor; Masters, Bruce Alan (2009), Encyclopedia of the Ottoman Empire, Infobase Publishing, hlm. 35, ISBN 978-0-8160-6259-1
  4. ^ Vlahakis, George (2006), Imperialism and science: social impact and interaction, ABC-CLIO, hlm. 75, ISBN 978-1-85109-673-2
  5. ^ "During the fifteenth century this method of representing decimal fractions came to be known outside the Islamic world as the Turkish method, after a Turkish colleague of al-Kashi, known as Ali Qushji, who provided an explanation." Joseph, George Gheverghese (2010) The crest of the peacock: non-European roots of mathematics Princeton University Press, p. 469. ISBN 0-691-13526-6, ISBN 978-0-691-13526-7
  6. ^ G. A. Russell, The 'Arabick' Interest of the Natural Philosophers in Seventeenth-century England, BRILL, 1994, ISBN 90-04-09888-7, p. 162; "Greaves quotes from Risala dar 'ilm al-Hay’a of 'Ali b. Muh. 'Ala al-Din Qushji. This Persian author was the son of an official of Ulugh Beg, and also a student of Qadi Zadeh".
  7. ^ Osmanlı imparatorluğunun doruğu 16. yüzyıl teknolojisi, Editor Prof. Dr. Kazım Çeçen, Istanbul 1999, Omaş ofset A.Ş.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sejarah Kesultanan Utsmaniyah

sebagian besar Balkan berada di bawah kekuasaan Ottoman pada pertengahan abad ke-16, wilayah Ottoman meningkat secara eksponensial di bawah Sultan Selim

Şehzade Bayezid

Arabic memoir of a Sharifian agent's diplomatic mission to the Ottoman Imperial Court in the era of Suleyman the Magnificent; the relevant text from Quṭb al-Dīn

Abad Kejayaan

istrinya Hürrem Sultan, seorang budak gadis yang menjadi Ottoman Haseki Sultan. Hal ini juga menyoroti era yang dikenal sebagai Kesultanan Perempuan. Awalnya

Kesultanan Utsmaniyah

Indonesia, negara ini juga kerap disebut Ottoman yang diambil dari ejaan Barat. Di sejumlah tulisan Barat, nama "Ottoman" dan "Turkey" dipakai bergantian. Dikotomi

Masjid Agung Sanaa

ini telah mengalami renovasi pada abad ke-8, abad ke-13, dan pada masa Ottoman. Penemuan arkeologi yang penting adalah manuskrip Sana'a, yang ditemukan

Aigion

Aigio (bahasa Yunani: Αίγιοcode: el is deprecated , bahasa Latin: Aegiumcode: la is deprecated , diketahui sebagai Vostitza dari Abad Pertengahan sampai

Safiye Sultan

Mustafa I, dan Osman II. Alderson, A. D. (1956). The Structure of the Ottoman Dynasty. Oxford: Clarendon. Andrea, Bernadette (2007). Women and Islam

Fetih 1453

peristiwa-peristiwa menjelang Keruntuhan Konstantinopel (sekarang Istanbul) sampai Turki Ottoman pada masa pemerintahan Sultan Mehmed II. Film tersebut dibuka di Madinah