"Ratu Nagmati menanyakan burung beo barunya siapa yang lebih cantik, dia atau mantan pemiliknya Putri Padmini dari Sri Lanka. Ia mendapat jawaban yang tidak menyenangkan." Manuskrip dengan gambar dari tahun 1750[1]

Padmavat (atau Padmawat) adalah sebuah wiracarita yang ditulis pada tahun 1540 oleh seorang penyair Sufi, Malik Muhammad Jayasi.[2] Ia menulis wiracarita ini dalam bahasa Awadh[3][4] dan pada awalnya dengan menggunakan aksara Nastaสฟlฤซq Persia.[5] Wiracarita ini merupakan teks dalam bahasa Awadh tertua yang masih ada hingga kini.[6] Wiracarita ini mengisahkan keinginan Sultan Delhi Alauddin Khalji untuk menikahi Rani Padmini.[7] Rani Padmini adalah seorang permaisuri dari Kerajaan Sinala dan merupakan sahabat karib burung beo yang dapat bicara, Hiraman. Ayahnya tidak menyukai hubungan ini dan memerintahkan agar burung itu dibunuh. Burung ini lari dan lalu ditangkap oleh pemburu, dan akhirnya menjadi hewan peliharaan penguasa Chittor, Ratansen.[8] Ia merasa terdorong dengan perkataan beo itu mengenai kecantikan Padmini dan ia memutuskan untuk mengunjungi Kerajaan Sinhala. Setelah melalui petualangan (termasuk menyeberangi tujuh lautan), ia akhirnya menikah dengan Padmini, tetapi Alauddin Khalji juga mendengar kabar mengenai kecantikan Padmini.[9] Alauddin lalu mengepung Chittor untuk merampas Padmini. Pada akhirnya pasukan Alauddin Khalji berhasil mengalahkan pasukan Ratansen, dan Ratansen sendiri tewas dalam pertarungan melawan Devpal, seorang raja dari Kumbhalner yang juga terpana dengan kecantikan Padmini. Sementara itu, Padmini melakukan ritual jauhar (bakar diri) untuk mempertahankan kehormatannya.[10]

Alauddin Khalji dan suami Padmini, Ratan Sen, adalah tokoh dalam sejarah, sementara Padmini merupakan tokoh legenda.[11]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "Homer on the Ganges". The Library of Congress. Diakses tanggal 12 October 2017.
  2. ^ "Absurdity of epic proportions: Are people aware of the content in Jayasi's Padmavat?".
  3. ^ Padmavati isnโ€™t history, so whatโ€™s all the fuss about?
  4. ^ "Padmavati trailer: Sanjay Leela Bhansali's new film looks grand, spellbinding and very expensive!". Business Today. 9 October 2017.
  5. ^ Ramya Sreenivasan 2017, hlm.ย 30.
  6. ^ Meyer, William Stevenson; Burn, Richard; Cotton, James Sutherland; Risley, Herbert Hope (1909). "Vernacular Literature". The Imperial Gazetteer of India. Vol.ย 2. Oxford University Press. hlm.ย 430โ€“431. Diakses tanggal 2009-04-06.
  7. ^ "'Padmavat' reminds us that a major casualty of the gory Rajput conflicts were Rajput women".
  8. ^ Ramya Sreenivasan 2007, hlm.ย 207.
  9. ^ Ramya Sreenivasan 2007, hlm.ย 208.
  10. ^ Ramya Sreenivasan 2007, hlm.ย 209.
  11. ^ Asher, Catherine B.; Talbot, Cynthia (2006). India Before Europe (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm.ย 106. ISBNย 9780521809047.

Daftar pustaka

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Fatmawati

Guruh Soekarnoputra (l. 13 Januari 1953), menikah dengan Guseynova Sabina Padmavati (l. 1959) pada tanggal 19 Oktober 2002. Setahun setelah pernikahannya

Deepika Padukone

kisah-kisah sejarah Padmavati. Kelompok Hindu sayap kanan berspekulasi bahwa film ini menggambarkan hubungan romantis antara Padmavati dan Khilji; mereka

Laksmi

permaisuri Kalki inkarnasi ke-10 Wisnu yang muncul di akhir Kaliyuga. Padmavat - Padmavat adalah ratu pertama dan istri utama dari Kalki. Ramaฤ - Ramaฤ adalah

Guruh Soekarnoputra

Soesman, dan Chrisye. Guruh Soekarnoputra menikah dengan Guseynova Sabina Padmavati yang berasal dari Uzbekistan. Sebagai bagian dari keluarga besar Bung

Padmaavat

Padmaavat (sebelumnya berjudul Padmavati) adalah sebuah film India dari tahun 2018 yang disutradarai oleh Sanjay Leela Bhansali. Film ini dibintangi oleh

Rani Padmini

dengan nama Padmavati, adalah seorang ratu legendaris dari India pada abad ke-13 hingga ke-14. Sumber pertama yang menyebut namanya adalah Padmavat, puisi

Ratnasimha

Ratan Singh, seorang penguasa Rajput. Sementara itu, dalam wiracarita Padmavat karya Malik Muhammad Jayasi, ia dikenal dengan nama Ratan Sen. Menurut

Sadhguru

Singh Bajaj B. K. Goyal Purshotam Lal A. Lakshmanaswami Mudaliar S. I. Padmavati Autar Singh Paintal Kantilal Hastimal Sancheti Balu Sankaran V. Shanta