📑 Table of Contents

Pākehā (atau Pakeha; /ˈpɑːkɪhɑː/, Pengucapan Māori: [ˈpaːkɛhaː]) adalah sebuah istilah berbahasa Māori untuk orang Selandia Baru berdarah Eropa.[1] Istilah tersebut juga merujuk kepada orang berkulit terang, atau kepada orang Selandia Baru non-Māori manapun.[2][3] Papa'a memiliki arti yang sama dalam bahasa Māori Kepulauan Cook.[1][4]

Catatan

sunting
  1. ^ a b Pākehā: New Zealander of European descent, Kupu.maori.nz, diarsipkan dari asli tanggal 15 Agustus 2017, diakses tanggal 16 September 2017
  2. ^ Ranford, Jodie. "'Pakeha', Its Origin and Meaning". Māori News. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Februari 2011. Diakses tanggal 20 Februari 2008. One approach continues the references to those with white skin colour while the more inclusive refers to all those who are non-Maori appears to be gaining currency. Today 'Pakeha' is used to describe any peoples of non-Maori or non-Polynesian heritage
  3. ^ "Pakeha". Merriam-Webster. Diarsipkan dari asli tanggal 21 September 2013. Diakses tanggal 10 Agustus 2013.
  4. ^ Language of the Islands: A Papa'a's Guide Diarsipkan 11 May 2011 di Wayback Machine., http://www.cookislands.org.uk Diarsipkan 20 October 2008 di Wayback Machine.. Retrieved 18 November 2010.

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Selandia Baru

keuntungan relatif. Salah satu tujuan dari Pākehā kelompok anti-rasis tahun 1980-an adalah untuk memungkinkan Pākehā untuk melihat budaya mereka sendiri seperti

Kepulauan Cook

Batalyon Perintis, kombinasi dari penduduk Kepulauan Cook, tentara Maori dan Pakeha, ikut dalam pertempuran Sekutu di Flers, pertempuran pertama Somme. Tiga

Suku Māori

kedua di Selandia Baru, tepat di bawah penduduk Selandia Baru asal Eropa ("Pākehā"). Terdapat pula 140.000 orang Māori yang tinggal di Australia. Bahasa Māori

Jembatan di Selandia Baru

Pembangunan jembatan di Selandia Baru dilakukan secara massal sejak kedatangan pākehā di Selandia Baru sekitar 150 tahun lalu. Jembatan-jembatan di Selandia Baru

Batalion Māori

profil mereka, dan untuk bertugas bersama dengan kompatriot-kompatriot Pākehā mereka sebagai warga negara Imperium Britania. Batalion tersebut juga memberikan

Sejarah Māori

Māori. Hubungan awal antara orang Māori dan orang Eropa (yang disebut "Pākehā" oleh orang Māori) cenderung damai. Namun, perseteruan yang makin memanas

Pulau Great Barrier

64, dan 225 (24,2%) berusia 65 atau lebih. Etnisnya adalah 91,3% Eropa/Pākehā, 20,6% Māori, 2,6% orang Pasifik, 1,3% Asia, dan 1,9% etnis lain (totalnya

Mauri Pasifik

budaya. Tiga dari lima anggota parlemennya adalah orang Māori, dan dua orang Pākehā. Partai ini hanya mengikuti satu pemilihan umum dan gagal mempertahankan