Batak Pakpak
Kalak Pakpak
แฏ‚แฏžแฏ‚แฏฒแฏ‡แฏ‚แฏฒแฏ‡แฏ‚แฏฒ
Jumlah populasi
ยฑ 600.000 Jiwa
Daerah dengan populasi signifikan
Sumatera Utara dan Aceh
(terutama di Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, Aceh Singkil, dan Subulussalam)
Bahasa
Pakpak
Agama
Mayoritas
Kelompok etnik terkait

Batak Pakpak adalah salah satu kelompok etnik yang menyebar dan menetap di wilayah Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Tengah di Sumatera Utara, serta sebagian wilayah Aceh Singkil dan Subulussalam di Aceh.

Selama masa pemerintahan Belanda hingga saat ini, suku ini dimasukkan ke subetnis suku Batak. Namun sebagian mereka menolak penggabungan ini karena merasa berbeda dalam banyak sisi dengan suku Batak.[1]

Pembagian

sunting
Gedung Nasional Djauli Manik di Sidikalang, yang bermotifkan rumah tradisional masyarakat Pakpak.

Masyarakat Pakpak terdiri atas 5 (lima) sub-suku, dalam istilah setempat sering disebut dengan istilah Pakpak Silima Suak, yang terdiri dari:

Marga

sunting

Daftar marga Pakpak

sunting

Beberapa marga yang terdapat dalam etnik Pakpak, di antaranya adalah:

Struktur sosial

sunting

Masyarakat Pakpak diikat oleh struktur sosial yang dalam istilah setempat disebut dengan Sulang Silima. Sulang Silima terdiri dari lima unsur, yakni:

  1. Sinina tertua (perisangisang; keturunan atau generasi tertua).
  2. Sinina penengah (pertulan tengah; keturunan atau generasi yang di tengah).
  3. Sinina terbungsu (perekurekur; keturunan terbungsu).
  4. Beru (kerabat penerima gadis).
  5. Puang (kerabat pemberi gadis).

Kelima unsur ini memiliki peranan yang signifikan dalam proses pengambilan keputusan di berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam sistem kekerabatan, pelaksanaan upacara adat, serta dalam konteks komunitas lebuh atau kuta. Dengan demikian, keterlibatan kelima unsur tersebut menjadi suatu keharusan agar keputusan yang dihasilkan memperoleh legitimasi menurut ketentuan adat. Dalam tradisi adat Pakpak, upacara adat dikenal dengan istilah kerja atau kerjakerja. Namun, dalam perkembangannya, istilah pesta juga kerap digunakan untuk merujuk pada upacara adat tersebut. Upacara adat tersebut terbagi atas dua bagian besar, yakni:

  1. Upacara adat yang terkait dengan suasana hati gembira dinamakan kerja mbaik.
  2. Upacara adat dalam suasana tidak gembira dinamakan kerja njahat.

Contoh kerja mbaik adalah merbayo (upacara pernikahan), menanda tahun (upacara menanam padi), merkontas (upacara untuk memulai sesuatu pekerjaan yang beresiko), dan lain-lain. Contoh kerja njahat adalah mengrumbang dan upacara mate ncayur ntua (upacara kematian).[2]

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Banggalah Menjadi Suku Pakpak..." kompas.com. 14 November 2016. Diakses tanggal 25 Juni 2025.
  2. ^ Lister Berutu (2006). Mengenal Upacara Adat Pada Masyarakat Pakpak di Sumatera Utara, Medan, Monoratama.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kabupaten Pakpak Bharat

Kabupaten Pakpak Bharat adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini berada di Kecamatan Salak. Kabupaten Pakpak Bharat

Sumatera Utara

Pesisir dan Pakpak. Kemudian, agama Kristen (Protestan dan Katolik), terutama dianut oleh suku Batak Toba, Nias, Karo, Simalungun, Pakpak,dan sebagian

Daftar marga Batak

Suku Batak terdiri dari 6 kelompok etnis yaitu: Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak, Simalungun, dan Toba. Setiap kelompok etnis memiliki marga yang diwariskan

Meka (marga)

Meka atau Meha (Surat Batak: แฏ”แฏฉแฏ‚) adalah salah satu marga Batak Pakpak yang berasal dari Tanoh Kelasen. Marga ini termasuk ke dalam kelompok marga Marbun

Manik

adalah salah satu marga Batak yang berasal dari etnis Batak Toba, Batak Pakpak, dan Batak Karo. Terdapat enam jenis kelompok marga Manik dengan leluhur

Kecombrang

bungong kala (Aceh), bunga rias (Tapanuli),asam cekala (Karo), acem cikala (Pakpak), kumbang sekala (Lpg.), sambuang (Mng.), jaong (Kutai), takalu (Dayak Ma'anyan)

Bahasa Batak Pakpak

bahasa Batak Pakpak di Wikimedia Incubator Bahasa Batak Pakpak adalah sebuah dialek bahasa yang terdapat di Provinsi Sumatera Utara. Bahasa Pakpak merupakan

Sidabutar (Silalahi)

(Surat Batak Toba: แฏ˜แฏชแฏ‰แฏ…แฏฎแฏ–แฏ’แฏฒ) adalah salah satu marga Batak Toba dan Batak Pakpak yang berasal dari Silalahi Nabolak. Leluhur marga Sinabutar adalah Butar