Deposit-deposit paleosol, Tuscany, Italia

Dalam geosains, paleosol adalah tanah prasejarah yang terbentuk di masa lalu. Definisi untuk istilah ini dalam geologi dan paleontologi sedikit berbeda dari penggunaannya dalam ilmu tanah.

Dalam geologi dan pelontologi, paleosol merujuk kepada tanah purba yang terawetkan oleh terkubur sedimen (alluvium atau loess) atau deposit vulkanik (aliran lava atau abu vulkanik), yang dalam deposit-deposit lama telah terlitifikasi menjadi batuan. Dalam geologi kuarter, sedimentologi, paleoklimatologi dan geologi secara umum, telah menjadi standar yang diterima untuk menggunakan istilah "paleosol" untuk merujuk "fosil tanah" tersebut yang ditemukan dalam kondisi terkubur oleh deposit-deposit sedimen dan vulkanik yang tersingkap di semua benua.[1][2]

Dalam ilmu tanah, definisinya sedikit berbeda: paleosol adalah tanah purba yang tidak memiliki hubungan dalam ciri fisik maupun kimiawinya dengan vegetasi atau iklim masa kini. Tanah-tanah semacam itu ditemukan pada kraton-kraton benua yang sangat tua, atau pada wilayah-wilayah kecil tercecer dalam sebuah batu asing dalam domain batuan kuno lainnya.

Referensi

sunting
  1. ^ Retallack, G.J. (2001). Soils of the Past (Edisi 2nd). New York, NY: Blackwell Science. ISBN 0-632-05376-3.
  2. ^ Kraus, M.J. (1999). "Paleosols in clastic sedimentary rocks: Their geologic applications". Earth-Science Reviews. 47 (1): 41–70. Bibcode:1999ESRv...47...41K. doi:10.1016/S0012-8252(99)00026-4.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Alfisol

Alfisol tertua berada di paleosol Batulanau Aztec di Tanah Victoria, Antarktika. Pada paleosol dari Batupasir Aztec, paleosol Rosemary, terdapat bukti

Pleistosen

barat. Suksesi loess mengandung banyak tanah terkubur berwarna-warni atau paleosol yang terbentuk selama periode yang lebih hangat dan lebih basah daripada

Pangea

menggunakan data biologis dan fisik dari Formasi Moradi, sebuah wilayah paleosol berlapis (tanah fosil) di Niger utara, untuk merekonstruksi ekosistem dan

Taman Bumi Nasional Zhangye

Dikenal karena formasi batuan berwarna-warninya, yang merupakan deposit paleosol dari periode Kapur Tiongkok, outlet-outlet media Tiongkok telah memilihnya

Meiosis

(2013-09-01). "Problematic urn-shaped fossils from a Paleoproterozoic (2.2Ga) paleosol in South Africa". Precambrian Research (dalam bahasa Inggris). 235: 78

Bermuda

dalam bukit pasir dan menyatu menjadi batu pasir kapur), dan dicampur oleh paleosol merah, juga disebut sebagai geosol atau terra rossas, menunjukkan debu

Formasi Sao Khua

termasuk di antara fosil yang telah ditemukan dari formasi ini. Berdasarkan paleosol (tanah purba) dan litostratigrafi, Formasi Sao Khua diyakini telah terendapkan

Cekungan Bighorn

Termal Paleosen-Eosen (PETM) yang terdokumentasi dengan baik. Analisis paleosol di sini menunjukkan bahwa Cekungan Bighorn menjadi lebih gersang selama