Lokomotif angkutan yang diterima Uni Soviet sebagai pampasan perang.

Pampasan perang adalah pembayaran yang secara paksa ditarik oleh negeri pemenang perang kepada negeri yang kalah perang sebagai ganti atas kerugian material.[1] Istilah pampasan perang mulai digunakan setelah Perang Dunia I. Saat itu, Blok Sekutu meminta pampasan dalam jumlah besar kepada Jerman tetapi mereka kesulitan menagihnya.[2] Setelah Perang Dunia II, Uni Soviet dan Blok Barat mengumpulkan pampasan dalam bentuk material (seperti perlengkapan industri) langsung dari wilayah Jerman.[2] Perselisihan yang terjadi karena pampasang perang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perpecahan Uni Soviet dan negara-negara Barat.[1]

Setelah kedua perang dunia terjadi, Jerman dan aliansinya dinyatakan bersalah karena telah memulai perang dan harus membayar pampasan.[2] Namun, tujuan dari penarikan pampasan perang sendiri mengalami perubahan, yang semula sebagai ganti rugi kerusakan akibat perang menjadi sumber dana bagi negara pemenang perang untuk mendanai biaya militer mereka.[2]

Pada tahun 1952, Jepang menandatangi perjanjian damai dengan 49 negara yang di antaranya mengatur tentang pembayaran pampasan kepada Indonesia, Burma, Filipina, dan Thailand.[2] Sebagian besar pampasan tersebut dibayarkan dalam bentuk jasa, material, dan investasi.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Shadily, Hassan. Ensiklopedi Indonesia. Ichtiar Baru-Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects. Jakarta, 1984. Hal. 2529
  2. ^ a b c d e f Howstuffworks.com War Reparations. Diakses pada 31 Juli 2011.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Perang Tiongkokโ€“Jepang Pertama

membayar Jepang 200 juta tahil (8.000.000ย kg/17.600.000ย lb) perak sebagai pampasan perang. Pemerintahan Qing juga menandatangani perjanjian komersial yang mengizinkan

Jembatan Ampera

persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan inipun menggunakan tenaga ahli

Soekarno

Dean Praty R. (Translator). (1976). Sukarno, Ratna Sari Dewi, dan Pampasan Perang: Hubungan Indonesia-Jepang 1951โ€“1966. Ganis Harsono. (1977). Recollections

Jerman Nazi

mengumpulkan pembayaran pampasan dari tiap zona. Karena sebagian besar kawasan industri berada di zona barat, Uni Soviet diberi penambahan pampasan. Dewan Kendali

Josef Stalin

Roosevelt dan Churchill menerima permintaan Stalin agar Jerman membayar pampasan perang senilai 20 miliar dolar kepada Uni Soviet, dan agar negaranya diperbolehkan

Perjanjian San Francisco

tentara Jepang dan dirusak oleh Jepang, dengan maksud membantu membayar pampasan perang kepada negara-negara tersebut untuk biaya perbaikan untuk kerusakan

Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Yogyakarta sebagai salah satu lokasi pembangunan hotel yang didanai oleh pampasan perang dari Jepang. Letak hotel berdampingan dengan Pesanggrahan Ambarrukmo

Romawi Kuno

meletusnya Perang Punik II adalah syarat membayar pampasan perang yang terpaksa disetujui Kartago demi tercapainya kesepakatan damai seusai Perang Punik I