📑 Table of Contents
Panspermia

Panspermia (dari bahasa Yunani: πᾶς (pas), berarti "semua", dan σπέρμα (sperma), berarti "benih") adalah hipotesis yang menyatakan bahwa kehidupan tersebar di seluruh alam semesta melalui meteoroid, asteroid, komet, dan planetoid.

Menurut gagasan ini, kehidupan yang dapat bertahan dari pengaruh angkasa, seperti bakteri ekstremofil, terperangkap dalam puing yang dilontarkan ke angkasa setelah tubrukan antara planet yang memiliki kehidupan dengan Benda Kecil Tata Surya. Bakteri akan menjadi tidak aktif selama beberapa waktu, hingga puing bertabrakan dengan planet lain. Jika permukaan planet yang baru memiliki kondisi ideal, bakteri menjadi aktif, dan proses evolusi dimulai.[1]

Panspermia tidak menjelaskan bagaimana kehidupan pertama kali dimulai (asal-usul kehidupan), melainkan hanya menjelaskan bagaimana kehidupan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Istilah yang berkaitan namun lebih terbatas adalah eksogenesis (bahasa Yunani: ἔξω (ekso), "luar"; dan γένεσις (genesis), "asal-usul"). Hipotesis eksogenesis secara spesifik menyatakan bahwa kehidupan di Bumi berasal dari lokasi lain di Tata Surya.

Lihat juga

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Variasi hipotesis panspermia adalah nekropanspermia, yang dideskripsikan oleh astronom Paul Wesson sebagai berikut: “Sebagian besar organisme yang mencapai rumah baru di Bima Sakti ada dalam keadaan meninggal secara teknis ... tetapi kebangkitan mungkin saja terjadi." Grossman, Lisa (2010-11-10). "All Life on Earth Could Have Come From Alien Zombies". Wired. Diakses tanggal 2010-11-10.

Referensi

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Panspermia informasi

Panspermia informasi adalah konsep bentuk kehidupan yang tersebar melintasi alam semesta melalui transmisi informasi terkompresi yang mewakili bentuk kehidupan

Astrobiologi

huni ketika semesta baru berusia 10-17 juta tahun. Menurut hipotesis panspermia, kehidupan mikroskopis — didistribusikan oleh meteoroid, asteroid, dan

Kehidupan ekstraterestrial

mandiri dari berbagai tempat di alam semesta. Hipotesis alternatif adalah panspermia, yang menyatakan bahwa kehidupan muncul dari satu lokasi, kemudian menyebar

Hipotesis leluhur kosmis

kosmis adalah hipotesis asal-usul kehidupan di Bumi, berdasarkan pandangan panspermia Fred Hoyle dan Chandra Wickramasinghe. Hipotesis Leluhur Kosmis memiliki

Ceres

(5 March 2009). "Life on Ceres: Could the Dwarf Planet be the Root of Panspermia". Universe Today. Diakses tanggal 30 January 2012. "Glaciopanspermia:

Kelayakhunian planet

ditransfer dari planet lain, suatu proses teoretis yang dikenal sebagai panspermia. Karena eksistensi kehidupan luar bumi masih belum pasti adanya, sebagian

Biogenesis

sedikit satu kali dalam sejarah dunia, atau sejarah alam semesta (lihat panspermia), ketika kehidupan pertama kalinya muncul. Istilah biogenesis dapat juga

Svante August Arrhenius

pengamat lingkungan. Arrhenius, orang pertama yang mencetuskan konsep panspermia secari detail. Konsep ini di lontarkannya sebagai benuk protes terhadap