pantai | |
|---|---|
| Tempat | |
Koordinat: 5°8′39.365″S 119°24′29.131″E / 5.14426806°S 119.40809194°E | |
| Negara | Indonesia |
Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore, dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah.[1] Jarak Pantai Losari dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin kurang lebih 20 kilometer memakan waktu sekitar 30 menit jika melalui Jalan Tol Insinyur Sutami.
Ciri Khas Pantai Losari
suntingPantai Losari merupakan ikon wisata Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pantai Losari adalah sebuah kawasan pantai yang terletak di sebelah barat Kota Makassar. Bagi warga Makassar, Pantai Losari menjadi ruang interaksi sosial, dan tempat menghabiskan waktu bersantai. Pantai Losari seperti miniatur Sulawesi Selatan. Di lokasi wisata ini pengunjung dapat menyaksikan sejumlah ikon budaya khas Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah tulisan nama-nama suku besar yang ada di Sulawesi Selatan di setiap anjungan. Di antaranya Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar [1].
Makanan
sunting
Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjajar di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).[2] Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah) Paling enak dimakan saat masih hangat dengan berbagai topping diatasnya seperti parutan keju, selai stroberi, dll.
Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Wali kota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.
Atraksi
suntingSetiap hari Minggu, masyarakat dapat menikmati hari bebas kendaraan bermotor sampai jam sepuluh pagi. Kegiatan utama yang dilakukan adalah olahraga lari dan sepeda, yang biasanya dilanjutkan dengan sarapan bubur ayam, baroncong, atau nasi kuning. Pada sore hari, semua orang bisa menikmati proses atau detik-detik tenggelamnya matahari. Memasuki waktu malam akan semakin banyak penjual makanan yang berjajar di sepanjang pantai, khususnya penjual pisang epe.
Pantai ini juga selalu menjadi titik kumpul masyarakat Makassar pada malam perayaan tahun baru untuk menyaksikan kembang api.
Tahun 2006 pantai Losari tampil dengan wajah baru, dengan nama ikon: "Pelataran bahari". Ini menambah ikon baru bagi Makassar.[butuh rujukan][3]
Foto
suntingFoto-foto di sekitar pantai Losari
-
Anjungan Losari -
Jalanan dekat pantai -
Anjungan Losari -
Pantai di malam hari
Lihat
suntingReferensi
sunting- ^ "Losari, Makassar"". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-17. Diakses tanggal 2018-08-17.
- ^ Pantai Losari Makassar Yang Mempesona
- ^ by (2021-08-16). "Anjungan Pantai Losari". suaraya.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-05-20.
Pranala luar
sunting- (Indonesia) Informasi pantai losari
- (Indonesia) Situs Portal Kota Makassar Diarsipkan 2021-05-06 di Wayback Machine.
