Panteon (dari bahasa Yunani Πάνθειον[1] - pantheion, secara harfiah bermakna "kuil untuk semua dewa", dari kata πανθεῖος pantheios, "untuk semua dewa", dari kata πᾶν pan- "semua" dan θεῖος theios, "untuk para dewa", dari kata θεός theos "dewa") adalah sekumpulan dewa dalam mitologi atau agama politeistik tertentu.

Pantheon dapat pula merujuk pada kuil atau bangunan suci yang secara eksplisit diperuntukkan bagi "semua dewa". Banguan semacam ini yang paling terkenal adalah Panteon di kota Roma, dibangun pada tahun 27 SM. Bangunan itu didedikasikan untuk "Semua dewa" sebagai ungkapan untuk merangkul sinkretisme keagamaan multikultural di Kekaisaran Romawi. Di sana, orang-orang menyembah dewa dari beragam budaya dan tradisi. Bangunan itu kemudian direnovasi dan diubah menjadi gereja Kristen pada tahun 609 oleh Paus Bonifasius IV.

Lihat pula

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ [1]


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Panteon Buddhis Jepang

Panteon Buddhis Jepang ditujukan untuk beragam (Panteon) Buddha, Bodhisattva dan dewa-dewi yang lebih rendah tingkatannya dan tokoh agama utama dalam

Birokrasi Surga

dàguó) adalah panteon dewa-dewi dalam Mitologi Tiongkok, Taoisme, Konfusianis, Buddhisme, dan Tridharma di Indonesia. Sesuai namanya, panteon ini berwujud

Yahwe

Namanya mungkin dimulai sebagai julukan kepada El, Dewa tertinggi dalam Panteon Kanaan, Referensi terawal yang menyebut nama Yahweh didapat dari catatan

Juno

dewa dan dewi. Ia merupakan pasangan dari Jupiter, dewa tertinggi dalam panteon Romawi, dan sering kali dianggap sebagai pelindung negara Romawi serta

Raja para dewa

rujukan] Dewa-dewa lainnya kemudian berperan dalam sebuah Dewan Ilahi atau panteon; dewa-dewa pengiring semacam ini biasanya dihubungkan melalui ikatan keluarga

Fu De Zheng Shen

Terjemahan: "Dewa bumi atas kemakmuran dan jasa") adalah salah satu dewa dalam panteon agama tradisional China yang sering kali dianggap sama atau merupakan nama

Tngri

Di dalam panteon syamanisme Mongol, tngri (juga dieja sebagai tengri dan tegri) merupakan kelas tertinggi dari para dewa, seperti tercatat di sumber-sumber

Dewa langit

kali juga merupakan raja para dewa, menempati posisi patriark dalam suatu panteon. Para dewa raja ini secara kolektif dikategorikan sebagai dewa "bapak langit"