Para Perasuk
Poster rilis teatrikal
Nama lain
InggrisLevitating
SutradaraWregas Bhanuteja
Produser
Ditulis oleh
  • Wregas Bhanuteja
  • Defi Mahendra
  • Alicia Angelina
Pemeran
Penata musikYennu Ariendra
SinematograferGunnar Nimpuno
PenyuntingAhmad Yuniardi
Perusahaan
produksi
DistributorAntenna Entertainments (Malaysia)
Tanggal rilis
  • 23 April 2026 (2026-04-23) (Indonesia)
Durasi119 menit
Negara
  • Indonesia
  • Singapura
  • Prancis
BahasaIndonesia

Para Perasuk (judul Internasional: Levitating) adalah film drama Indonesia yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja dari skenario yang ia tulis bersama Defi Mahendra dan Alicia Angelina. Film ini bercerita tentang Bayu, seorang pemuda yang bercita-cita menjadi seorang perasuk dalam sebuah pesta kerasukan di desanya. Film ini diperankan oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Film ini diproduksi oleh Rekata Studio, Indonesia yang bekerja sama dengan Singapura, Prancis, dan Taiwan. Film ini dijadwalkan tayang perdana pada 24 Januari 2026 di Festival Film Sundance 2026, berkompetisi di bagian World Cinema Dramatic Competition.

Sinopsis

sunting

Di sebuah desa di mana orang-orang menemukan kesenangan saat dirasuki roh spiritual, Bayu seorang pemuda 20 tahun bercita-cita menjadi seorang perasuk dalam sebuah pesta sambetan.

Pemeran

sunting

Produksi

sunting

Para Perasuk diproduksi oleh Rekata Studio bekerja sama dengan KG Media, Masih Belajar Pictures, Momo Film Co, RVO Horizon, Anami Films, CJ ENM, Les Contes Modernes, Aview Images, Nathan Studios, Purin Pictures dan White Light Studio.

Pada Februari 2024, dikabarkan bahwa Wregas Bhanuteja akan menyutradarai film cerita panjang ketiganya, yang diproduksi oleh Rekata Studio dengan Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi sebagai produser. Rekata Studio menggandeng Tan Si En dari Momo Film Co Singapura sebagai co-produser. Pada Agustus 2024, para pemain film diumumkan, termasuk Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, Indra Birowo, Ganindra Bimo, dan Anggun. Para Perasuk adalah kali pertama Anggun berperan dalam film layar lebar. Pada September 2024, proyek film ini dipresentasikan di Asian Project Market, yang diadakan selama Festival Film Internasional Busan, di mana proyek film ini memenangkan Penghargaan CJ ENM.

Pada Maret 2025, dikabarkan bahwa perusahaan yang berbasis di Taiwan, Aview Images, akan ikut berkolaborasi di film Para Perasuk. Pada Mei 2025, proyek tersebut menerima hibah pasca-produksi dari Purin Pictures, Thailand.

Proses shooting berlangsung selama dua puluh empat hari dan selesai pada bulan Oktober 2024. Film Para Perasuk menempuh proses pacaproduksi selama tahun 2025 mulai dari penataan suara, penataan musik, penataan warna, sampai penataan efek visual.

Penayangan

sunting

Para Perasuk akan melakukan pemutaran perdana dunianya pada tanggal 24 Januari 2026, berkompetisi di bagian World Cinema Dramatic Competition di Festival Film Sundance 2026. Film Para Perasuk akan tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2026.

Referensi

sunting
  1. ^ "Levitating". Sundance Film Festival. Diakses tanggal 16 December 2025.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sotapana

Telah Memasuki Arus." Ia melawan arus enam debu orang awam dan memasuki arus hakikat-dharma (dharmakāya) para suci. Memasuki arus berarti memasuki tahapan

Wregas Bhanuteja

menyutradari 3 film panjang di antaranya Penyalin Cahaya, Budi Pekerti, dan Para Perasuk. Wregas Bhanuteja lahir di Jakarta dan belajar membuat film pendek di

Piagam Jakarta

tersebut tidak dihapus. Pada tahun 1950-an, ketika UUD 1945 ditangguhkan, para perwakilan partai-partai Islam menuntut agar Indonesia kembali ke Piagam

Ariel (penyanyi)

dari grup musik rock Peterpan (sekarang Noah). Rolling Stone Indonesia memasukkan Ariel ke daftar 50 Penyanyi Indonesia Terbaik dan 100 Pencipta Lagu Indonesia

Assalamualaikum

[oleh Allah]). Jika ada yang masuk ke rumah dan mengucapkan salam kepada para malaikat, maka itu tidak masalah. Disebutkan dalam Adab asy-Syar'iyyah, karangan

Gatot Nurmantyo

menggantikan Jenderal Moeldoko yang memasuki masa purna baktinya. Gatot bersama tokoh pemerintahan lainnya beserta para aktivis sosial bergabung dalam aksi

Prabowo Subianto

tetapi kembali gagal terpilih. Penolakannya menerima hasil pemilu membuat para pengikutnya menggelar protes yang memicu kerusuhan di Jakarta. Namun, setelah

Internet

tersebut sangat diuntungkan demikian para pegawai negeri sipil dapat pula ditingkatkan kesejahteraannya karena pemasukan daerah meningkat tajam.[butuh rujukan]