Paramagnetisme adalah suatu bentuk magnetisme yang hanya terjadi karena adanya medan magnet eksternal. Material paramagnetik tertarik oleh medan magnet, dan karenanya memiliki permeabilitas magnetis relatif lebih besar dari satu (atau, dengan kata lain, suseptibilitas magnetik positif). Meskipun demikian, tidak seperti ferromagnet yang juga tertarik oleh medan magnet, paramagnet tidak mempertahankan magnetismenya sewaktu medan magnet eksternal tak lagi diterapkan.

Bacaan lanjutan

sunting
  • Charles Kittel, Introduction to Solid State Physics (Wiley: New York, 1996).
  • Neil W. Ashcroft and N. David Mermin, Solid State Physics (Harcourt: Orlando, 1976).
  • John David Jackson, Classical Electrodynamics (Wiley: New York, 1999).

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pierre Curie

mempelajari ferromagnetisme, paramagnetisme, dan diamagnetisme untuk tesis doktoratnya, dan menemukan pengaruh suhu terhadap paramagnetisme yang kini dikenal sebagai

Oksigen

yang memiliki distribusi spasial tentang sebuah atom atau molekul. Paramagnetisme oksigen dapat digunakan secara analitis dalam penganalisis gas oksigen

Feromagnetisme

magnetisasi mendekati nol. Setelahnya, feromagnetisme berubah menjadi paramagnetisme. Feromagnetisme dimanfaatkan pada bahan pembuatan cakram keras yang

Teori orbital molekul

Salah satu contohnya teori orbital molekul yang dapat menjelaskan sifat paramagnetisme dari molekul O₂ sesuai hasil percobaan, bahwa oksigen bersifat paramagnetik

Sejarah kimia

dikenal dengan karyanya tentang radioaktivitas dan juga pada feromagnetisme, paramagnetisme, dan diamagnetisme; terutama hukum Curie dan titik Curie.

Paul Langevin

Sains Prancis pada tahun 1934. Langevin dikenal karena karyanya pada paramagnetisme dan diamagnetisme, serta merancang interpretasi modern dari fenomena

Geometri koordinasi

dari geometri koordinasi yang berbeda, serta ada atau tidak adanya paramagnetisme, sedangkan teori VSEPR dapat digunakan untuk kompleks unsur golongan