Motif batik parang
Uang kertas rupiah 1958 menampilkan motif parang.

Batik Parang adalah salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Parang berasal dari kata "pรจrรจng" yang berarti "lรจrรจng". Maksudnya, bentuk motif batik parang itu berupa huruf โ€œSโ€ yang digambar secara berkaitan satu sama lain dan membentuk diagonal miring layaknya lรจrรจng gunung.

Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman Keraton Mataram Kartasura (Solo).

Makna batik parang

sunting

Batik parang memiliki makna yang tinggi dan mempunyai nilai yang besar dalam filosofinya. Batik motif dari Jawa ini adalah batik motif dasar yang paling tua. Batik parang ini memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga.

Batik parang bahkan menggambarkan kain yang belum rusak, baik dalam arti memperbaiki diri, kesejahteraan upaya mereka, serta bentuk hubungan di mana batik parang pada masa lalu adalah hadiah yang mulia untuk anak-anaknya. Dalam konteks ini, pola berisi dewan orang tua untuk melanjutkan perjuangan parang dilanjutkan. Garis diagonal lurus melambangkan penghormatan dan cita-cita, serta kesetiaan kepada nilai yang sebenarnya. Dinamika dalam pola parang ini juga disebut ketangkasan, kewaspadaan, dan kontituinitas antara pekerja dengan pekerja lain. Batik parang biasanya digunakan untuk acara pembukaan. Misalnya: Senapati yang ingin pergi berperang, agar pulang membawa kemenangan.

'"Parang berarti perang, para raja jawa dan kesatria jawa selalu memakai batik parang yang berarti perang melawan hawa nafsu nya setiap hari, terus menerus. Hanya para raja ksatria lah yang boleh pakai batik parang. itu sebagai agama nya, sebagai maujud ageman nya setiap hari, ucap tekat laku lampah.''

"Batik artinya Bakti, Bekti, Dhama bakti, para raja ksatria jawa harus berbakti kepada nusa bangsa keluarga dan agama nya. Ageman dari Batik menjadi agama nya, ucap tekat laku lampah seorang menuju sampurna '" (syafril indra kusuma)

Jenis-jenis batik parang

sunting

Adapun jenis-jenis batik parang dibawah ini, yaitu:

  1. Parang Rusak. Motif ini merupakan motif batik yang diciptakan Penembahan Senopati saat bertapa di Pantai Selatan. Motif batik ini terinspirasi dari ombak yang tidak pernah lelah menghantam karang pantai. Motif ini melambangkan manusia yang internal melawan kejahatan dengan mengendalikan keinginan mereka sehingga mereka bijaksana, watak mulia karakter yang akan menang.
  2. Parang Barong. Motif ini merupakan motif yang mempunyai ukuran yang lebih besar dari parang rusak, yang diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma. Motif ini memiliki makna pengendalian diri dalam dinamika usaha yang terus-menerus, kebijaksanaan dalam gerak, dan kehati-hatian dalam bertindak.
  3. Parang Klitik. Motif ini merupakan pola parang dengan stilasi yang halus. ukurannya pun lebih kecil dan juga menggambarkan citra feminim, Motif ini melambangkan kelemah-lembutan, perilaku halus dan bijaksana. Biasanya digunakan oleh para puteri raja.
  4. Parang Slobog. Motif ini melambangkan keteguhan, ketelitian dan kesabaran, dan biasanya digunakan dalam upacara pelantikan. Motif ini mempunyai makna harapan agar pemimpin yang dilantik dapat mengemban dan menjalankan tugasnya dengan amanah disertai kebijaksanaan dalam diri.

Mengidentifikasi batik parang dengan algoritma

sunting

Batik merupakan budaya luhur bangsa yang memiliki keindahan pola dan warna.[1] Pola suatu batik terutama parang mempunyai ciri khas tertentu yang motifnya terkenal dengan kelompok motif garis miring yang tersusun membentuk garis-garis yang sejajar dengan sudut kemiringan 45%, sedangkan motif batik parang terdiri dari satu atau lebih parameter ragam hias sehingga menghasilkan motif batik parang yang cukup banyak sehingga pola yang dihasilkan sangat beraneka ragam.[1] Hal tersebut sering kali menyulitkan bagi orang awam untuk mengidentifikasi motif batik parang berdasarkan ciri khas yang dimiliki, sehingga penelitian ini lebih ditekankan pada identifikasi dari suatu pola batik parang.[1] Identifikasi pola batik parang dilakukan dengan menggunakan algoritma pemodelan Point Minuteae pada setiap garis yang membentuk pola batik parang tersebut.[1] Algoritma Point Minuteae merupakan sejenis titik yang terbentuk pada pola batik parang.[1] Hasil yang diperoleh dari algoritma Point Minuteae selanjutnya dikelompokkan menggunakan metode K-Means Clustering, sehingga dapat menentukan identifikasi pola batik parang berdasarkan ciri khas yang dimiliki.[1]

Rujukan

sunting
  1. ^ a b c d e f Rusmono Yulianto, Yoyon K Suprapto, Mochamad Hariadi. 8' No 2, By Java Journal of Electrical and Electronics Engineering, 2010, ISSN 1412-8306 "Identifikasi Pola Batik Parang Dengan Algoritme Point Minutea Menggunakan Metode K-Means Clustering". ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Suku Kutai

sungai. Rombongan orang Melayu di Makassar di bawah pimpinan Tuan Tunggang Parangan memperkenalkan agama Islam kepada orang Kutai di Kutai Lama. Perpindahan

Maluku

menginspirasi lahirnya Batik Maluku dengan motif khas cengkeh, pala, dan parang salawaku. Selain tekstil, masyarakat setempat juga ahli dalam mengolah kayu

Genosida Rwanda

bersembunyi di gereja dan gedung sekolah. Milisi membunuh korbannya dengan parang dan senapan. Kekerasan seksual merajalela, dengan perkiraan 250.000 hingga

PSIM Yogyakarta

Laskar Mataram) dan The Maident, serta memiliki sebutan Laskar Mataram dan Parang Biru. Sementara itu, anthem (lagu kebanggaan yang teridentifikasi milik

Kabupaten Purwakarta

memungkinkan semua orang dapat memanjat Tebing parang tanpa mempunyai kemampuan khusus, Berada di Tebing Parang, Pasanggrahan, Bojong, Purwakarta. Desa Wisata

Jawa Barat

Pemandangan Purwakarta dan Waduk Jatiluhur dilihat dari Gunung Parang, Jawa Barat

Pattimura

Thomas Matulessy sebagai Pahlawan Nasional dia juga menyimpan Pakaian dan Parang Salawaku milik Thomas Matulessy. 17 Februari 1810, Inggris resmi mengambil

Pembantaian Maliana

Maliana, Kabupaten Bobonaro, pada tanggal 8 September 1999. Bersenjatakan parang dan berbekal daftar nama, sekitar 100 anggota milisi Dadarus Merah Putihย [de]