📑 Table of Contents

Paratha (IPA: [pəˈɾaːʈʰaː, pəˈɾãːʈʰaː], juga disebut parantha atau parontah) adalah roti pipih yang berasal dari anak benua India.[1][2] Paratha telah disebutkan dalam literatur Sanskerta sejak abad pertengahan,[1] termasuk dalam Manasollasa, ensiklopedia abad ke-12 karya Raja Someshwara III, dan menjadi hidangan populer di kalangan bangsawan Punjab. Paratha merupakan salah satu roti pipih paling populer di wilayah anak benua India.[3][4]

Nama

sunting

Nama paratha berasal dari gabungan kata parat dan atta, yang secara harfiah berarti lapisan adonan yang dimasak.[5] Kata ini memiliki akar dari bahasa Sanskerta (S. पर, atau परा+स्थः, atau स्थितः)[6] dan memiliki banyak ejaan serta sebutan alternatif di berbagai wilayah dan bahasa, antara lain parantha, parauntha, prontha, parontay, paronthi di Punjabi, porota di Bengali, paratha di Odia, Urdu, dan Hindi, palata di Myanmar,[7] porotha di Assamese, forota di Chittagonian dan Sylheti, faravatha di Bhojpuri, faratha di Mauritius, farata di Maladewa, prata di Asia Tenggara, paratha, buss-up shut, oil roti di Karibia berbahasa Inggris, serta roti canai di Malaysia dan Indonesia.

Sejarah

sunting

Sejarah paratha tercatat dalam berbagai sumber kuno. Resep untuk berbagai puran poli gandum isi, yang disebut oleh Achaya sebagai paratha, tercantum dalam Manasollasa, ensiklopedia Sanskerta abad ke-12 yang disusun oleh Someshwara III, raja Chalukya Barat yang memerintah wilayah yang kini menjadi Karnataka, India.[8] Paratha juga disebutkan oleh Nijjar dalam bukunya Panjāb under the Sultāns, 1000–1526 M, yang menyatakan bahwa paratha merupakan hidangan umum bagi bangsawan dan aristokrasi di Punjab.[9]

Menurut Banerji, paratha terkait erat dengan masakan India Utara. Paratha umumnya dibuat dengan berbagai isian. Banerji juga menyebutkan bahwa orang Mughal menyukai paratha, yang kemudian melahirkan Dhakai paratha, paratha berlapis-lapis dan renyah yang dinamai menurut kota Dhaka di Bangladesh.[10] O'Brien menekankan bahwa tidak tepat jika dikatakan paratha menjadi populer di Delhi setelah pemisahan India pada 1947, karena makanan ini sudah umum di Delhi sebelumnya.[11]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Chitrita Banerji (10 December 2008). Eating India: An Odyssey into the Food and Culture of the Land of Spices. Bloomsbury Publishing. hlm. 119–. ISBN 978-1-59691-712-5. some believe that the poli of Maharashtra and Gujarat is a close cousin.
  2. ^ Pretty, Martin (2016-02-06). Indian Paratha Recipes (dalam bahasa Inggris). CreateSpace Independent Publishing Platform. ISBN 978-1-5238-1544-9. Paratha or Parantha is a category of unleavened Indian bread made with whole wheat flour, a dish wish of universal appeal.
  3. ^ "Al Islami Foods Expands into Frozen Dough Market with New Paratha - the Halal Times". 17 March 2021.
  4. ^ Beranbaum, Rose Levy (30 September 2003). The Bread Bible. W. W. Norton & Company. ISBN 978-0-393-05794-2.
  5. ^ Verma, Neera. Mughlai Cook Book. Diamond Pocket Books (P) Ltd. ISBN 9788171825479 – via Google Books.
  6. ^ Platts, John (1884). "A dictionary of Urdu, classical Hindi, and English". A dictionary of Urdu, classical Hindi, and English. W. H. Allen & Co. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-09. Diakses tanggal 2017-03-19. parāṭhā [S. पर, or परा+स्थः, or स्थितः], s.m. A cake made with butter or ghī, and of several layers, like pie-crust.
  7. ^ Joe Cummings (2000). Myanmar (Burma). Lonely Planet. ISBN 9780864427038.
  8. ^ K. T. Achaya (2003). The Story of Our Food. Universities Press. hlm. 85. ISBN 978-81-7371-293-7.
  9. ^ Nijjer, Bakhshish Singh (1968). Panjāb under the sultāns, 1000–1526 A.D.. Sterling Publishers.
  10. ^ Banerji, Chitrita (2010). Eating India: Exploring the Food and Culture of the Land of Spices. Bloomsbury.
  11. ^ O'Brien, Charmaine (2003). Flavours Of Delhi: A Food Lover's Guide. Penguin.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Aloo paratha

Aloo paratha (terj. har. 'paratha kentang') adalah paratha (roti pipih) yang diisi dengan kentang asli Asia Selatan. It is traditionally eaten for breakfast

Mughlai paratha

Mughlai paratha (bahasa Bengali: মোগলাই পরোটাcode: bn is deprecated , translit. Moglai pôroṭa) adalah makanan jalan populer Bengali yang terdiri dari

Roti canai

Malaysia dan Singapura. Di India, tidak dikenal sebagai Roti Canai tetapi Paratha yang banyak dijual pedagang kaki lima hingga restoran. Roti ini bisa ditemukan

SMP Santa Maria II Sidoarjo

Sidoarjo merupakan salah satu sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Paratha Bhakti. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan dunia pendidikan di

Chapati

lainnya seperti paratha, kulcha, puri dan naan dibedakan menurut cara memasak, tekstur serta tepung yang digunakan. Contohnya, paratha dibuat dengan cara

Pita (roti)

tengahnya. Lafa Tortilla Lavash Bánh Bing Chapati Piadina Naan Khachapuri Paratha Injera Khubz "Pita". Cambridge English Pronouncing Dictionary (Edisi 18th)

Hidangan Bihar

Korma vegetarian Paalak Paneer Shaahi Paneer Paratha (paratha tepung kentang), paratha dari sattu, paratha bawang bombay) Dal Puri Makuni Makai Roti Chaat

Hidangan Mughlai

kacang-kacangan, dan rempah-rempah ringan. Makanan pendampingnya meliputi paratha Mughlai, sebuah roti pipih khas Benggala yang diisi dengan daging cincang