Mesin pasteurisasi susu di KPBS Pangalengan

Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir dan suatu proses untuk memperlambatkan pertumbuhan mikroba pada makanan. Proses ini diberi nama atas penemunya Louis Pasteur seorang ilmuwan Prancis. Tes pasteurisasi pertama diselesaikan oleh Pasteur dan Claude Bernard pada 20 April 1862.

Tidak seperti sterilisasi, pasteurisasi tidak dimaksudkan untuk membunuh seluruh mikro-organisme di makanan. Bandingkan dengan appertisasi yang diciptakan oleh Nicolas Appert. Pasteurisasi bertujuan untuk mencapai "pengurangan log" dalam jumlah organisme, mengurangi jumlah mereka sehingga tidak lagi bisa menyebabkan penyakit (dengan syarat produk yang telah dipasteurisasi didinginkan dan digunakan sebelum tanggal kedaluwarsa). Sterilisasi skala komersial pada makanan masih belum umum, karena dapat memengaruhi rasa dan kualitas dari produk.

Produk yang bisa dipasteurisasi mencakup susu, anggur, bir, jus buah, cider (sari buah apel), madu, telur, minuman olahraga dan makanan kaleng

Sejarah

sunting

Proses pemanasan minuman khususnya arak, telah dikenal di Tiongkok sejak 1117 M dengan tujuan supaya minuman dapat tahan lama. Proses tersebut kemudian dikenalkan di Jepang melalui catatan tertulis berjudul Tamonin-nikki, yang ditulis oleh sekelompok biksu bertahun 1568.[1] Selang beberapa abad kemudian pada 1768, penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Italia, Lazzaro Spallanzani membuktikan bahwa suatu produk dapat dibuat steril setelah melalui proses termal. Ia menguji coba pada kaldu daging yang direbus selama satu jam, kemudian wadahnya ditutup segera setelah mendidih. Hasilnya, kaldu daging tidak rusak dan bebas dari mikroorganisme.[2]

Pada tahun 1795, seorang koki dan pembuat manisan asal Paris bernama Nicolas Appert - yang nantinya dikenal sebagai penemu proses sterilisasi pada makanan,[3] berhasil melakukan uji coba pengawetan terhadap beberapa bahan makanan diantaranya sup, sayuran, jus, produk susu, jeli, selai, dan sirup. Ia menempatkan makanan dalam stoples kaca yang ditutup menggunakan gabus dan lilin, kemudian menempatkannya dalam air mendidih.[4] Beberapa tahun kemudian, Nicolas Appert menerbitkan buku masak pertama mengenai metode pengawetan makanan modern berjudul The Art of Preserving Animal and Vegetable Substances.[5]

pada tahun 1800-an, Louis Pasteur melakukan uji coba dengan memanaskan anggur pada waktu dan suhu yang tepat yang akan membunuh mikroorganisme berbahaya dalam anggur tersebut tanpa mengubah rasanya. Ia kemudian mematenkan proses tersebut dengan istilah pasteurisasi.[4]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Hornsey, Ian S (2007). A History of Beer and Brewing. Royal Society of Chemistry. hlm.ย 30. ISBNย 9781847550026. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Tewari,, Gaurav; Juneja, Vijay, ed. (2008). Advances in Thermal and Non-Thermal Food Preservation. Wiley. hlm.ย 3. ISBNย 9780470276600. Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  3. ^ White, Carol (31 Agustus 2010). "How Pasteurization Works". HowStuffWorks (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-31.
  4. ^ a b McNeil, Ian; Day, Lance, ed. (2002). Biographical Dictionary of the History of Technology. Taylor & Francis. hlm.ย 30. ISBNย 9781134650194. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ Wiley, R.C., ed. (1994). Minimally Processed Refrigerated Fruits & Vegetables. Springer Science & Business Media. hlm.ย 66. ISBNย 9780412055713. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

sunting
  • Rosenau, M.J., The Milk Question, Haughton Mifflin Company, Boston, 1913.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Fish Fillet Burger

berbalut tepung roti, roti kukus, saus tartar, dan keju Amerika yang dipasteurisasi. Roti lapis ini diciptakan pada tahun 1962 oleh pengusaha Lou Groen

XXXX (bir)

Queensland, Bir XXXX masih disajikan dari tong kayu. Bir ini tidak dipasteurisasi dan disajikan dibantu dengan bantuan gravitasi, meskipun tidak melalui

Keju oles

keju oles yang ada. Keju oles hasil proses pasteurisasi disiapkan memakai keju yang diproses memakai pasteurisasi dan bahan lain. Brown, A. (2007). Understanding

UHT

kebanyakan digunakan pada susu. Ini adalah sebuah alternatif untuk pasteurisasi. Metode UHT dapat digunakan untuk jus buah, sup kalengan, sup, krim dan

Louis Pasteur

hingga beberapa waktu lamanya dengan proses pemanasan yang biasa disebut pasteurisasi. Louis Pasteur memulai kariernya sebagai ahli fisika di sebuah sekolah

Ma'had Al-Zaytun

transfer embrio dan inseminasi buatan, teknologi pemerahan susu, teknologi pasteurisasi untuk pengolahan susu, teknologi pembuatan silase, teknologi pembuatan

Kota Padang Panjang

masyarakat dalam mengkonsumsi susu pasteurisasi adalah salah satu alasan munculnya berbagai macam outlet susu pasteurisasi. Salah satunya terdapat di Kota

Bambang Sutantio

merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi telur cair pasteurisasi. Cimory juga memiliki lokasi edukasi wisata di Jalan Raya Puncak KM 77