Seloyang kue dengan seperempat bagian yang telah diambil. Sisa tiga perempat bagian dari kue ditunjukkan pada gambar. Garis putus-putus menunjukkan di bagian mana kue dapat dipotong agar dapat membagi kue itu sama rata. Seperempat ditulis dengan notasi pecahan 14.

Pecahan atau fraksi adalah istilah yang merujuk pada suatu bagian atau sejumlah bagian yang setara dari sesuatu yang "penuh". Dalam matematika, pecahan umumnya ditunjukkan dengan notasi , di mana b โ‰  0.[1] Dalam hal ini a merupakan pembilang (bahasa Inggris: numerator, bahasa Belanda: teller) dan b merupakan penyebut (bahasa Inggris: denominator, bahasa Belanda: noemer). Hakikat dalam bilangan pecahan adalah bagaimana suatu nilai dapat disederhanakan. Penyederhanaan pembilang dan penyebut akan memudahkan dalam operasi aritmetika sehingga tidak menghasilkan angka yang terlalu besar tetapi tetap mempunyai nilai yang sama.

Jenis

sunting

Pecahan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Bilangan Desimal atau pecahan desimal adalah sebuah bilangan yang ditandai dengan tanda koma (,). Namun dalam pemrogaman, bilangan desimal dapat ditandai dengan tanda titik (.) yang mewakili tanda koma (,) . Bilangan desimal bisa didapat melalui pembagian antara pembilang dan penyebut suatu pecahan.

Contohnya , angka 1 adalah pembilang dan angka 2 adalah penyebut. Jika ingin mengubah pecahan tersebut menjadi desimal, maka harus dilakukan pembagian antara pembilang dan penyebut menjadi 1 รท 2 = 0,5. Dalam tabel berikut akan diberikan beberapa contoh cara membaca bilangan desimal.

Angka Cara dibaca
0,5 nol koma lima
0,75 nol koma tujuh lima
0,025 nol koma nol dua lima
  • Bilangan Pecahan Biasa merupakan pecahan yang terdiri atas pembilang dan penyebut dimana pembilang lebih kecil dari penyebut.
Bilangan Cara baca
setengah atau seperdua
sepertiga atau satu pertiga
seperempat atau satu perempat
seperlima atau satu perlima
seperenam atau satu perenam
sepertujuh atau satu pertujuh
seperdelapan atau satu perdelapan
sepersembilan atau satu persembilan
dua pertiga
tiga perempat
  • Pecahan Campuran merupakan suatu bentuk pecahan yang terdiri dari bilangan bulat, pembilang, dan penyebut.[2] Pecahan campuran adalah penyederhanaan dari pecahan biasa tidak murni. Yang dimaksud pecahan biasa tidak murni adalah pecahan yang angka pembilang lebih besar dari penyebut. Contohnya , angka 19 merupakan pembilang, angka 2 merupakan penyebut. Bisa dilihat pembilangnya lebih besar dari penyebut, sehingga dapat disederhanakan dengan cara membagi pembilang dengan penyebutnya. Caranya 19 รท 2 = 9 sisa 1, angka 9 yang merupakan hasil baginya adalah bilangan bulat, sisanya yaitu angka 1 adalah pembilang, angka 2 tetap sebagai penyebut. Sehingga bentuk pecahan campuran dari pecahan adalah 9 = . Dalam tabel berikut akan diberikan beberapa contoh cara membaca pecahan campuran.
Bilangan Cara baca
satu setengah
dua dua-pertiga
tiga tiga-perempat

Operasi Hitung pada Pecahan

sunting

Adapun operasi hitung pada pecahan, yaitu: penjumlahan dan pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Penjumlahan dan Pengurangan

sunting

Penjumlahan

sunting

Adapun sifat-sifat penjumlahan pada pecahan, yaitu:[3][4]

Contoh penerapannya, yaituย :

  1. (Hasil langsung disederhanakan dengan cara mengubahnya menjadi pecahan campuran.) [5]

Pengurangan

sunting

Adapun sifat-sifat pengurangan pada pecahan, yaitu:[3][4]

Contoh penerapannya, yaitu:

Perkalian

sunting

Adapun sifat-sifat perkalian pada pecahan, yaitu:[4]

Contoh penerapannya, yaituย :

Pembagian

sunting

Adapun sifat-sifat pembagian pada pecahan, yaitu:[4]

Contoh penerapan, yaitu:

atau

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Murjana, Angga (2020-03-16). "Rumus Pembagian Pecahan Campuran, Biasa, Desimal + Contoh Soal". RumusRumus.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-08-19.
  2. ^ "Bilangan Pecahanย : Pengertian dan Jenisnya (LENGKAP)". www.seputarpengetahuan.co.id. Diakses tanggal 2020-08-19.
  3. ^ a b "โˆš Operasi Hitung Pecahan (Rumus dan Contoh Soal)". Rumus Pintar (dalam bahasa American English). 2020-07-06. Diakses tanggal 2020-08-24.
  4. ^ a b c d Teknokiper. "Sifat-sifat Operasi Bilangan Pecahan". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-06. Diakses tanggal 2020-08-24.
  5. ^ "Ubah menjadi Pecahan Campuran 22/15 | Mathway". www.mathway.com. Diakses tanggal 2020-08-19.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Idham Chalid

jasanya, Pemerintah Republik Indonesia, mengabadikannya di pecahan uang kertas rupiah baru, pecahan Rp. 5.000,-. Idham Chalid lahir pada tanggal 27 Agustus

Pecahan benua

Pecahan benua, atau disebut juga dengan Mikrobenua, adalah pecahan atau bagian yang telah patah dari massa benua utama dan membentuk pulau-pulau yang berbeda

Pecahan satuan

Pecahan satuan adalah suatu pecahan bernilai positif dengan sebuah bilangan merupakan penyebutnya, 1 n {\textstyle {\frac {1}{n}}} . Pecahan satuan merupakan

Pecahan tak tersederhanakan

Pecahan tak tersederhanakan (bahasa Inggris: irreducible fractioncode: en is deprecated ) adalah pecahan dengan pembilang dan penyebutnya berupa bilangan

Suku Tanjung

dan perantauannya. Diketahui suku ini bersama suku Kampai merupakan pecahan-pecahan dari suku Piliang. Suku Tanjuang merupakan salah satu suku dalam rumpun

Uang kertas rupiah

dengan pecahan 5, 10, 25, 50, 100, 500, dan 1000 rupiah. Sedangkan, untuk pecahan 1 dan 2,5 rupiah dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia. Uang pecahan 1 dan

Bagian pecahan

sebagai pecahan berlanjut, yaitu penjumlahan dari bagian bilangan bulat dengan timbal balik dari bagian pecahannya. Timbal balik dari bagian pecahan tersebut

Pecahan berlanjut

{1}{a_{2}+{\cfrac {1}{\ddots +{\cfrac {1}{a_{n}}}}}}}}}} Dalam matematika, pecahan berlanjut atau pecahan kontinu (bahasa Inggris: Continued fractioncode: en is deprecated