Penjual Suya (daging panggang)
Pedagang yang berjualan di warung kopi

Pedagang adalah orang yang melakukan atau terlibat perdagangan dan/atau memperjualbelikan barang yang tidak diproduksi sendiri, untuk memperoleh suatu keuntungan.[1]

Pedagang dapat dikategorikan menjadi:

  1. Pedagang grosir, beroperasi dalam rantai distribusi antara produsen dan pedagang eceran.[butuh rujukan]
  2. Pedagang eceran, disebut juga pengecer, menjual produk komoditas langsung ke konsumen secara sedikit demi sedikit atau satuan. Pemilik toko atau warung adalah pengecer.[butuh rujukan]

Referensi

sunting
  1. ^ "Kamus Besar Bahasa Indonesia". KBBI. Diakses tanggal 28 Januari 2024.

Lihat pula

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pedagang kaki lima

Pedagang kaki lima (disingkat PKL) atau penjaja (bahasa Inggris: hawker) dalah pedagang kecil yang menjalankan usaha di tepi jalan, trotoar, atau ruang

Indonesia

Indonesia. Agama Islam diperkenalkan oleh para pedagang Suni dari mazhab Syafi'i serta para pedagang Sufi dari anak benua India dan Arab Selatan pada

Maluku

ini. Rakyat Maluku berdagang dengan para pedagang dari berbagai daerah di Nusantara maupun mancanegara seperti pedagang-pedagang Tionghoa, Arab, dan

Hong Kong

Britania Raya. Hong Kong adalah kota maritim yang dilewati kapal-kapal dagang. Terjadi percampuran budaya Timur dan Barat di sana. Pada saat itu, Hong

Jepang

melarang segala hubungan dengan orang-orang Eropa. Hubungan perdagangan dibatasi hanya dengan pedagang Belanda di Pulau Dejima, Nagasaki. Pemerintah Tokugawa

Organisasi Perdagangan Dunia

meliberalisasi perdagangan. Organisasi ini menyediakan aturan-aturan dasar dalam perdagangan internasional, menjadi wadah perundingan konsesi dan komitmen dagang bagi

Sarekat Islam

kawan-kawan ini adalah perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang politik Belanda memberi keleluasaan masuknya pedagang asing untuk menguasai komplar

Pornografi di Indonesia

Nusantara paling lambat pada abad ke-17, dibawa oleh pedagang-pedagang dari Belanda karena ketidaktahuan pedagang masa itu mengenai selera warga setempat. Pornografi