Persatuan Lawn Tenis Indonesia, disingkat PELTI, adalah organisasi pengatur olahraga tenis di Indonesia.Dengan motto Pantang surut.

Didirikan pada tanggal 26 Desember 1935,[1] PELTI memiliki peran promosi, menyediakan pendanaan untuk pengembangan pemain, mengatur turnamen profesional dan junior, dan mengelola tim Indonesia di Piala Fed dan Piala Davis.

Referensi

sunting
  1. ^ "PELTIย :: PB/Pengda Pelti". Pelti.or.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2017-03-30.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Janice Tjen

The New York Times. Diakses tanggal 28 Agustus 2025. "Janice Tjen". www.pelti.org. Diakses tanggal 28 Agustus 2025. "Janice Tjen - Women's Tennis". Pepperdine

Tenis

(WTA): Women's Professional Tennis Organization Organisasi internasional PELTI Diarsipkan 2014-05-28 di Wayback Machine. Kompetisi tim Davis Cup Fed Cup

Komite Olahraga Nasional Indonesia

(berdiri pada tahun 1930 di Yogyakarta), Persatuan Lawn Tenis Indonesia atau PELTI (berdiri pada tahun 1935 di Semarang) dan Persatuan Bola Keranjang Seluruh

Tenis lapangan pada Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan 2022

Pelaksanaan cabang olahraga ini di bawah naungan Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan anggota Komite Olahraga Nasional

Erlinawati

(2020-2025), Ketua Umum BKOW Provinsi Kalbar, Anggota KPPRI (2019-2024) dan Ketua Pelti Kabupaten Kapuas Hulu (2020-2025). "Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor

Saidi Mansyur

Selatan (2018-2022) Ketua Umum IPSI Kabupaten Banjar (2016-2020) Ketua Umum PELTI Kabupaten Banjar (2016-2021) Dewan Pembina IESPA Kabupaten Banjar (2019-2024)

Hario Jonosewojo

masuk PELTI (Persatuan Lawn Tennis Indonesia) sejak serikat tennis ini didirikan pada tahun 1948. 15 tahun semenjak ia bergabung dengan PELTI, ia dipercaya

Herling Laoh

Catatan Ringan Tenis Indonesia (Blog August Ferry Raturandang, Wakil Sekjen Pelti) (dibuka tanggal 30 Januari 2011). Sekretariat Negara Republik Indonesia