📑 Table of Contents
Penaklukan Roma
Presa di Roma
Bagian dari Perang Penyatuan Italia

Penerobosan Porta Pia, oleh Carlo Ademollo
Tanggal20 September 1870
LokasiRoma
Hasil Kemenangan Italia
Perubahan
wilayah
Roma dan Latium dianeksasi ke Kerajaan Italia
Pihak terlibat
ย Kerajaan Italia ย Negara Gereja
Tokoh dan pemimpin
Kerajaan Italia (1861โ€“1946) Victor Emmanuel II
Kerajaan Italia (1861โ€“1946) Raffaele Cadorna
Negara Gereja Paus Pius IX
Negara Gereja Hermann Kanzler
Kekuatan
50,000 13,157
Korban
49 tewas 19 tewas

Penaklukan Roma (bahasa Italia: Presa di Roma) pada 20 September 1870 adalah peristiwa terakhir dari proses panjang penyatuan Italia yang dikenal sebagai Risorgimento,[1] menandai kekalahan akhir Negara Gereja di bawah Paus Pius IX dan penyatuan semenanjung Italia di bawah Raja Victor Emmanuel II dari Wangsa Savoy.

Penaklukan Roma mengakhiri sekitar 1,116 tahun pemerintahan (754 Masehi sampai 1870) Negara Gereja di bawah Tahta Suci dan sekarang diingat di seluruh Italia dengan nama jalan Via XX Settembre di setiap kota dalam ukuran apapun.

Catatan

sunting

Referensi

sunting
  • De Cesare, Raffaele. (1909).The Last Days of Papal Rome. London: Archibald Constable & Co.
  • Rendina, Claudio (2000). Enciclopedia di Roma. Rome: Newton Compton.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Mehmed II

tetapi yang paling dikenal adalah Penaklukan Konstantinopel pada 1453, menjadikannya mendapat julukan 'Sang Penakluk' (ุงู„ูุงุชุญ, el-Fฤtiแธฅ). Mehmed dikenal

Penaklukan Suriah oleh Muslim

Penaklukan Suriah oleh Muslim (bahasa Arab: ุงู„ููŽุชู’ุญู ุงู„ุฅุณู’ู„ูŽุงู…ููŠูู‘ ู„ู„ุดูŽู‘ุงู…ูcode: ar is deprecated ) merupakan penaklukan Muslim yang terjadi pada paruh

Tahanan dalam Vatikan

menggambarkan situasi Paus sehubungan dengan Italia selama periode dari penaklukan Roma oleh angkatan bersenjata Kerajaan Italia pada tanggal 20 September

Roma

lain, Ordo Militer Berdaulat Malta (SMOM), berlindung di Roma pada tahun 1834 akibat penaklukan Malta oleh Napoleon pada tahun 1798. Ordo tersebut terkadang

Karolus Agung

Jerman bahkan sebagai Bapak pendiri Eropa. Melalui serangkaian perang dan penaklukan, ia memperluas wilayah kekuasaannya hingga meliputi sebagian besar Eropa

Al-Andalus

Aragon, serta Barcelona. Akhirnya serangan-serangan ini berubah menjadi penaklukan, sehingga taifa-taifa di Al-Andalus meminta bantuan dari Bani Murabithun

Hubungan Italia dengan Takhta Suci

dan Leo XIII, yang harus menanggung status tahanan Vatikan setelah penaklukan Roma , menolak untuk mengakui Hukum Jaminan. Leo XIII melarang umat Kristiani

Negara Gereja

dipersatukan melalui perang penaklukan oleh Kerajaan Piemonte-Sardegna. Hampir semua negara di Semenanjung Italia dapat ditaklukkan pada tahun 1861, tetapi