📑 Table of Contents

Dalam bidang agama, pendahulu adalah orang suci yang mengumumkan kemunculan seorang figur utama dari sebuah agama atau orang yang mengidentifikasikan seorang figur utama dari sebuah agama pada masa kecil dari nabi tersebut.[1]

Daftar pendahulu

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Momen, Moojan (2009) [Originally published as The Phenomenon of Religion in 1999]. Understanding Religion: A Thematic Approach. Oxford, UK: Oneworld Publications. hlm. 304–5. ISBN 978-1-85168-599-8.
  2. ^ Kohn, Sherab Chodzin (2009). A Life of the Buddha. Shambhala Publications. ISBN 0834822512. pp. 5-6.
  3. ^ Meier, John (1994). Mentor, Message, and Miracles (A Marginal Jew: Rethinking the Historical Jesus, Vol. 2). Vol. 2. Anchor Bible. ISBN 0-385-46992-6.
  4. ^ Abel, A. "Baḥīrā". Encyclopaedia of Islam. Brill. Brill Online, 2007
  5. ^ a b Smith, Peter (2000). "Shaykhism". A concise encyclopedia of the Bahá'í Faith. Oxford: Oneworld Publications. hlm. 312. ISBN 1-85168-184-1.
  6. ^ Smith, Peter (2000). "The Bahai View of the Bab". A concise encyclopedia of the Bahá'í Faith. Oxford: Oneworld Publications. hlm. 58–59. ISBN 1-85168-184-1.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sunan Gunung Jati

barulah ia diperintahkan menemani pamannya di Cirebon untuk menyebarkan agama Islam. Ia membangun pesantren di daerah Gunung Jati. Kemudian ia dikenal

Agama Weda

dan menjadi pendahulu dari agama Hindu modern. Menurut Heinrich von Stietencron, dalam publikasi di Dunia Barat pada abad ke-19, agama Weda diyakini

Agama

dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun. Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan

Zahediyeh

memperoleh pengaruh besar di kawasan Laut Kaspia. Zahediyeh kemudian menjadi pendahulu spiritual tarekat Safaviyya setelah kepemimpinannya diteruskan oleh Safi-ad-Din

Abdul Mu’ti

Dewan Indonesia dan Amerika Serikat pada Agama dan Pluralisme, dan masyarakat eksekutif Konferensi Asia Agama untuk Perdamaian. Sebagai aktivis Muhammadiyah

Kesultanan Samudera Pasai

mukim dari tahun 710 Masehi hingga para anak cucu nya sebagai penyebar agama Islam di Sumatra, setelah sebelumnya ia menggantikan seorang raja yang bernama

Pesantren

Pada zaman dahulu kiai tidak merencanakan bagaimana membangun pondoknya itu, tetapi yang terpikir hanyalah bagaimana mengajarkan ilmu agama supaya dapat

Kitab Buddhis

Buddhavacana, terdapat perbedaan kronologis antara kitab agama Buddha terdahulu (contoh: Tipitaka dan agama), dan Sutra dari mazhab Mahayana. Sedangkan beberarpa