Tujuan kedua dari Millennium Development Goals (MDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa berfokus pada pencapaian Pendidikan Dasar untuk Semua (Universal Primary Education). Tujuan ini bertujuan untuk memastikan akses global terhadap pendidikan dasar yang lengkap bagi semua anak, tanpa memandang gender, pada tahun 2015.[1] Pendidikan memainkan peran penting dalam mencapai semua Tujuan Pembangunan Milenium, karena pendidikan membekali generasi mendatang dengan alat yang diperlukan untuk memerangi kemiskinan dan mencegah penyakit seperti malaria dan HIV/AIDS.[1]
Meskipun pentingnya investasi dalam pendidikan telah diakui, sebuah laporan bersama oleh UNESCO Institute for Statistics dan UNICEF yang berjudul "Fixing the Broken Promise of Education for All: Findings from the Global Initiative on Out-of-School Children" mengungkapkan bahwa target 2015 untuk pendidikan dasar universal tidak tercapai. Laporan tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2015, sekitar 58 juta anak usia sekolah dasar di seluruh dunia tidak menerima pendidikan formal.[2]
Mencapai pendidikan dasar universal
suntingSejak 1999, telah terjadi kemajuan besar menuju pencapaian pendaftaran pendidikan dasar universal, sebagian besar karena dorongan dari Millennium Development Goals (MDGs) dan Education for All (EFA). Jumlah anak usia sekolah dasar yang tidak bersekolah menurun sebesar 42% antara tahun 2000 dan 2012, meskipun pertumbuhan populasi berlangsung pesat. Lebih dari separuh negara dan wilayah di seluruh dunia memiliki tingkat pendaftaran bersih lebih dari 95%, dan telah atau hampir mencapai pendidikan dasar universal.
Namun, meskipun pendaftaran meningkat selama dekade sebelumnya, kemajuan global terhenti sejak 2007, dan tingkat pendaftaran atau kehadiran bersih kurang dari 80 persen di sekitar 20 negara. Dari 58 juta anak yang tidak bersekolah:
23% pernah bersekolah tetapi kemudian keluar
43% kemungkinan besar tidak akan pernah masuk sekolah
34% kemungkinan besar akan masuk sekolah di masa depan
Sekitar setengah dari seluruh anak yang tidak bersekolah berasal hanya dari beberapa negara, banyak di antaranya ditandai oleh konflik, ketidakstabilan, dan kemiskinan ekstrem. Afrika Barat dan Afrika Tengah merupakan tempat tinggal bagi sepertiga dari seluruh anak usia sekolah dasar yang tidak bersekolah, menjadikannya wilayah dengan tingkat partisipasi sekolah terendah. Tantangan untuk mencapai pendidikan dasar universal semakin diperburuk di wilayah yang tidak stabil, karena mereka menghadapi kesulitan lebih besar dalam mengakses dukungan finansial.
Referensi
sunting- ^ a b "Primary School Age Education". UNICEF DATA (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-10.
- ^ "Wayback Machine" (PDF). www.unicef.org. Diakses tanggal 2025-11-10.