Himpunan Mahasiswa Islam
Logo resmi Himpunan Mahasiswa Islam
SingkatanHMI
Tanggal pendirianFebruariย 5, 1947; 79 tahun laluย (1947-02-05)
PendiriLafran Pane
JenisOrganisasi mahasiswa
TujuanTerbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Kantor pusatJalan Sultan Agung No. 25 A1, Guntur, Setiabudi, Jakarta 12980
Wilayah layanan
Indonesia
Bahasa resmi
Indonesia
Ketua Umum
Bagas Kurniawan
Situs webpbhmi.id

Himpunan Mahasiswa Islam, diakronimkan menjadi HMI, adalah sebuah organisasi kemahasiswaan di Indonesia yang berasaskan Islam. Organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada 5 Februari 1947 Masehi yang bertepatan dengan tanggal 14 Rabiul awal 1366 Hijriah yang diprakarsai oleh Lafran Pane dan 14 mahasiswa, serta mahasiswi dari Sekolah Tinggi Islam (sekarang Universitas Islam Indonesia).[1]

HMI merupakan organisasi yang dikenal luas di kalangan perguruan tinggi, mahasiswa dan kaum cendikiawan. Hal tersebut karena HMI adalah organisasi kemahasiswaan yang memiliki basis di tingkat universitas dan banyaknya kegiatan HMI yang bergerak dalam gerakan sosial kemahasiswaan. HMI sebagai organisasi yang bergerak dalam dunia intelektual islam di Indonesia telah melahirkan banyak sarjana yang berwawasan ke-Islaman, ke-Indonesiaan dan ke-Pemudaan.[1]

Pada tahun 2023, HMI memliki 20 badan koordinasi (Badko), 267 cabang di dalam negeri dan 2 cabang di luar negeri yaitu Malaysia dan Turki.[2]

Sejarah

sunting

Ketika berbicara tentang sejarah HMI, maka itu semua tidak terlepas dari sejarah bangsa Indonesia itu sendiri karena sejarah HMI merupakan bagian dari sejarah ini Indonesia itu sendiri. Hal tersebut juga dikarenakan HMI juga ikut dalam dinamika persoalan bangsa Indonesia, mulai dari mempertahankan kemerdekaan, penumpasan PKI pada saat terjadinya G 30S PKI pada masa orde lama, hingga berlanjut pada masa orde baru.[1]

Sebelum lahirnya Himpunan Mahasiswa Islam, terlebih dulu berdiri organisasi kemahasiswaan bernama Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY) pada tahun 1946 yang beranggotakan mahasiswa dari tiga Perguruan Tinggi di Yogyakarta, yaitu Sekolah Tinggi Teknik (STT), Sekolah Tinggi Islam (STI) dan Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada yang pada waktu itu hanya memiliki Fakultas Hukum dan Fakultas Sastra. Oleh karena PMY dirasa tidak memperhatikan kepentingan para mahasiswa yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai agama Islam. Tidak tersalurnya aspirasi keagamaan merupakan alasan kuat bagi para mahasiswa Islam untuk mendirikan organisasi kemahasiswaan yang berdiri dan terpisah dari PMY [3]

Pada tahun 1946, suasana politik di Indonesia khususnya di Ibu kota Yogyakarta mengalami polarisasi antara pihak Pemerintah yang dipelopori oleh Partai Sosialis pimpinan Syahrir - Amir Syarifuddin dan pihak oposisi yang dipelopori oleh Masyumi pimpinan Soekiman - Wali Al-Fatah, PNI pimpinan Ki Sarmidi Mangunsarkoro - Suyono Hadinoto, serta Persatuan Perjuangan pimpinan Tan Malaka. Polarisasi ini bermula pada dua pendirian yang saling bertolak belakang. Pihak Partai Sosialis (Pemerintah) menitikberatkan perjuangan memperoleh pengakuan Indonesia kepada perjuangan berdiplomasi sementara pihak oposisi berpegang pada perjuangan bersenjata melawan Belanda.

Polarisasi ini membawa mahasiswa yang juga sebagian besar dari mereka adalah pengurus PMY berorientasi kepada Partai Sosialis. Melalui merekalah Partai Sosialis mencoba mendominasi PMY. Namun mahasiswa yang masih memiliki idealisme tidak dapat membiarkan usaha Partai Sosialis hendak mendominasi PMY. Dengan suasana yang sangat kritis dikarenakan Belanda semakin memperkuatkan diri dengan terus-menerus mendatangkan bala bantuan dengan persenjataan modern disertai dengan peristiwa Agresi Militer Belanda I pada tanggal 21 Juli 1947 Dengan situasi yang demikian para mahasiswa yang berideologi murni tetap bersatu menghadapi Belanda, mencegak setidak-tidaknya mengurangi efek-efek dari polarisasi politik yang sangat melemahkan potensi Indonesia menghadapi Belanda. Karenanya mereka menolah keras akan sikap dominasi Partai Sosialis terhadap mahasiswa yang dinilai akan mengakibatkan dunia mahasiswa terlibat dalam polarisasi politik.

Berbagai hal ini yang mendorong beberapa orang mahasiswa untuk mendirikan organisasi baru. Meskipun sebenarnya jauh sebelum adanya keinginan untuk mendirikan organisasi baru sudah ada cita-cita akan itu, tetapi selalu ditunda dan dianggap belum tepat. Namun melihat dari berbagai kondisi yang ada dirasa cita-cita yang sudah lama diharapkan itu perlu diwujudkan karena bila membiarkan PMY lebih lama didominasi oleh Partai Sosialis adalah hal yang tidak tepat. Penolakan sikap dominasi Partai Sosialis terhadap PMY tidak hanya datang dari kalangan mahasiswa Islam, melainkan juga mahasiswa kristen, mahasiswa katolik, serta berbagai mahasiswa yang masih menjunjung teguh ideologi keagamaan.[1][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13]

HMI diprakarsai oleh Lafran Pane, seorang mahasiswa tingkat I (semester I) Fakultas Hukum Sekolah Tinggi Islam (sekarang Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH-UII). Ia mengadakan pembicaraan dengan teman-temannya mengenai gagasan membentuk organisasi mahasiswa bernapaskan Islam dan setelah mendapatkan cukup dukungan, pada bulan November 1946, ia mengundang para mahasiswa Islam yang berada di Yogyakarta baik di Sekolah Tinggi Islam, Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada dan Sekolah Teknik Tinggi, untuk menghadiri rapat, guna membicarakan maksud tersebut. Rapat-rapat ini dihadiri kurang lebih 30 orang mahasiswa yang di antaranya adalah anggota Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia. Rapat-rapat yang digelar tidak menghasilkan kesepakatan. Namun Lafran Pane mengambil jalan keluar dengan mengadakan rapat tanpa undangan, yaitu dengan mengadakan pertemuan mendadak yang mempergunakan jam kuliah Tafsir oleh Husein Yahya. Pada tanggal 5 Februari 1947 (bertepatan dengan 14 Rabiulawal 1366 H), di salah satu ruangan kuliah Sekolah Tinggi Islam di Jalan Setyodiningratan 30 (sekarang Jalan Senopati) Yogyakarta, masuklah Lafran Pane yang langsung berdiri di depan kelas dan memimpin rapat yang dalam prakatanya mengatakan "Hari ini adalah rapat pembentukan organisasi Mahasiswa Islam, karena semua persiapan yang diperlukan sudah beres".

Kemudian ia meminta agar Husein Yahya memberikan sambutan, tetapi dia menolak dikarenakan kurang memahami apa yang disampaikan sehubungan dengan tujuan rapat tersebut.

Pernyataan yang dilontarkan oleh Lafran Pane dalam rapat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Rapat ini merupakan rapat pembentukan organisasi Mahasiswa Islam yang anggaran dasarnya telah dipersiapkan.
  • Rapat ini bukan lagi mempersoalkan perlu atau tidaknya ataupun setuju atau menolaknya untuk mendirikan organisasi Mahasiswa Islam.
  • Di antara rekan-rekan boleh menyatakan setuju dan boleh tidak. Meskipun demikian apapun bentuk penolakan tersebut, tidak menggentarkan untuk tetap berdirinya organisasi Mahasiswa Islam ketika itu, dikarenakan persiapan yang sudah matang.

Setelah dicerca berbagai pertanyaan dan penjelasan, rapat pada hari itu dapat berjalan dengan lancar dan semua peserta rapat menyatakan sepakat dan berketetapan hati untuk mengambil keputusan:

  • Hari Rabu Pon 1878, 15 Rabiulawal 1366 H, tanggal 5 Februari 1947, menetapkan berdirinya organisasi Himpunan Mahasiswa Islam disingkat HMI yang bertujuan:
  • Mengesahkan anggaran dasar Himpunan Mahasiswa Islam. Adapun Anggaran Rumah Tangga akan dibuat kemudian.
  • Membentuk Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam.

Pendiri-pendiri HMI

sunting

Adapun peserta rapat yang hadir sekaligus sebagai pendiri HMI, antara lain:

  1. Lafran Pane
  2. Karnoto Zarkasyi
  3. Dahlan Husein
  4. Maisaroh Hilal (cucu pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan)
  5. Suwali
  6. Yusdi Ghozali (tokoh utama pendiri Pelajar Islam Indonesia (PII))
  7. Mansyur
  8. Siti Zainah (istri Dahlan Husein)
  9. Muhammad Anwar
  10. Hasan Basri
  11. Zulkarnaen
  12. Tayeb Razak
  13. Toha Mashudi
  14. Bidron Hadi

Ada beberapa nama yang Lafran Pane lupa nama orang-orangnya[7]

Selain itu keputusan rapat tersebut memutuskan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Islam sebagai berikut:

Ketua Lafran Pane
Wakil Ketua Asmin Nasution
Penulis I Anton Timoer Djailani, salah satu pendiri Pelajar Islam Indonesia (PII)
Penulis II Karnoto Zarkasyi
Bendahara I Dahlan Husein
Bendahara II Maisaroh Hilal
Anggota Suwali
Yusdi Gozali, pendiri Pelajar Islam Indonesia (PII)
Mansyur

Pada saat terjadi pembantaian massal anti-komunis yang dimulai pasca-G30S mahasiswa anggota HMI dilibatkan pihak universitas dalam proses skrining dan pembersihan kampus untuk menunjuk siapa pengajar atau mahasiswa yang dianggap komunis, anggota PKI, atau aktif dalam organisasi mahasiswa kiri seperti CGMI. Mereka yang tidak lolos proses skrining ini dipecat, sebagian menjadi tahanan politik, hilang, atau dibunuh.[14] Beberapa anggota HMI dilatih oleh RPKAD untuk membunuh.[15]

Fase-fase Perjuangan HMI

sunting

1. Fase Konsolidasi Spritual (November 1946-5 Februari 1947)[7]

sunting

Bermula dari latar belakang sejarah berdirinya HMI serta kondisi objektif yang mendorong berdirinya HMI. Setelah mengalami berbagai proses akhirnya dijawab secara konkrit, keputusan dan kesepakatan para mahasiswa yang hadir dalam rapat untuk mendirikan HMI 5 Februari 1945.[16]

2. Fase Pengokohan (5 Februari 1947-30 November 1947)

sunting

Roda organisasi berjalan disertai aktivitas memperkenalkan HMI secara populer dikalangan mahasiswa maupun masyarakat luas.Di forum Kongres mahasiswa seluruh Indonesia yang berlangsung di Malang tanggal 8 Maret1947 HMI mengutus Lafran Panedan Asmin Nasution, Kongres mahasiswa seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan sebagaiforum perkenalan HMI dengan mahasiswa dari kota-kota lain.

Beberapa bulan setelah Kongres tersebut berdirilah cabang-cabang HMI di Klaten, Solo dan Malang. Untuk tambah kokohnya kedudukan HMIyang baru berumur 9 bulan,dilangsungkannya Kongres I HMI di Yogyakarta tanggal 30 November 1947. Terpilih Sebagai Ketua Umum PB HMI MS Mintaredja.[16]

3. Fase Perjuangan Fisik (30 November 1947-27 Desember 1949)

sunting

HMI yang lahir dalam suasana debu dan kabut revolusi yang Masih menghitam pekat terjun kegelanggang medan pertempuran memangkul senjata membantu pemerintah mengusir tentara penjajah, membela kehormatan bangsa, negara dan agama dari jajahan Belanda sampai bangsa Indonesia memperoleh kedaulatannya 27 Desember 1949. Sewaktu terjadi penghianatan dan pemberontakan PKI I di Madiun 18 September 1948, HMI ikut serta dalam penumpasan pemberontakan tersebut. Sejak Affair Madiun itulah dendam kesumat PKI tertanam kepada HMI.[16]

4. Fase Pembinaan dan Konsolidasi Organisasi (1950-1963)

sunting

Tindakan memindahkan kedudukan PB HMI pada bulan Juli 1951 Dari Yogyakarta ke Jakarta, merupakan sikap arif bijaksana,xix Lukman E.Hakim ditunjuk sebagai Ketua PB HMI dan Mutiar Sebagai Sekjen, menggantikan Lafran dan Dahlan.Ternyata Lukman Hakim tidak mampu memulihkan citra HMI, seraya menyerahkan kepada A. Dahlan Ranuwihardja untuk memimpin dan membentuk PB HMI, sebagai tindak lanjut, setelah 5 bulan memimpin, adalah mengadakan Kongres darurat HMI, yang kemudian disahkan sebgai Kongres II di Yogyakarta 15 Desember 1951. Untuk priode 1951-1953 A.Dahlan Ranuwihardja duduk Sebagai Ketum PB HMI, Sekum I dipegang oleh M.Rajab Lubis.xxii Pembinaan anggota, dengan membentuk basis-basis, sejak Dari komisariat, cabang, badko, lembaga-lembaga otonom.[16]

HMI yang sudah memproklamirkan fungsinya sebagai organisasi kader, mau tidak mau menjadikan perkaderan sebagai jantung kehidupan organisasinya. Namun sebetulnya aspek perkaderan di HMI mulai dibenahi secara serius pada akhir tahun 50-an di mana HMI sudah bertahun-tahun menjalankan peranannya, jadi perkaderan di HMI tidak lahir berbarengan dengan kelahiran HMI itu sendiri, melainkan lahir seiring proses waktu dan perubahan zaman.Awalnya hal itu baru mulai terpikirkan oleh para kader HMI (PB HMI) ketika masa kepengurusan Ismail Hasan Metareum (periode 1957-1960), dan masih berupa wacana-wacana yang digulirkan oleh PB HMI sendiri. Ismail Hasan yang merupakan penggagas utama ide perkaderan formal di HMI menginginkan agar HMI tidak menjadi tempat berkumpul orang yang punya kesamaan hoby atau aktivitas saja, tetapi menjadi second campus bagi para anggotanya. Selain itu, yang menjadi faktor penting pendorong gagasan diadakannya perkaderan formal di HMI adalah karena waktu itu Ismail Hasan melihat adanya perbedaan aliran pemikiran dalam dinamika pergerakan aktivitas HMI, di mana ada anggotanya yang punya background lingkungan pesantren dan ada juga yang cenderung sekuler [17]

5. Fase Tantangan Dan Penghianatan PKI (1964-1965)

sunting

Dalam rencana kerja 4 tahun PKI 1964-1967, di mana menurut dokumen itu, HMI termasuk salah satu musuh PKI yang harus dibubarkan. Tugas untuk membubarkan HMI diserahkan kepada CGMI, organisasi mahasiswa yang bernaung dibawah PKI. Puncak aksi tuntutan pembubaran HMI terjadi pada bulan September 1965, jika tanggal 13 September 1965, DN.Aidit sebagai Ketua CC PKI dianugerahi Bintang Mahaputra, pada saat yang sama pula Generasi Muda Islam Jakarta Raya, menunjukan solidaritas pembelaan terhadap HMI, empat hari berikutnya tanggal 17 September 1965, dengan keputusan komando tertinggi Retoling Aparatur Revolusi atau Kotrar (Bung Karno), HMI dinyatakan jalan terus tidak dibubarkan.

Besoknya 30 September 1965, PKI mengambil jalan pintas, sudah siap main kekerasan, dari pada didahului lebih baik mendahului, dengan makar, mengambil kekuasaan dari pemerintah yang sah dengan pemberontakan G30S. Berkat kesiap-siagaan ABRI dan rakyat yang anti PKI, dalam waktu relatif singkat Gestapu/PKI dapat digulung.[16]

6. Fase HMI Penggerak Angkatan 66, Pelopor Orde Baru (1966-1968)

sunting

Atas inisiatif Wakil Ketua PB HMI Marโ€™ie Muhammad, Memprakarsai mendirikan Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam (KAMI) 25 oktober 1965, kemudian disyahkan Manteri PTIP Prof. Dr. Syarif Thayeb, dengan tugas (1) Mengamankan Pancasila, (2) memperkuat bantuan kepada ABRI dalam penumpasan Gestapu/PKI sampai ke akar-akarnya. Massa aksi KAMI yang pertama, berupa rapat umum, dilaksanakan tangga 3 november 1965 dihalaman Fakultas Kedokteran UI Salemba Jakarta.

Tanggal 10 Januari 1966 KAMI mengumandangkan suara hati Nurani rakyat dalam bentuk Tritura, yang berisi: (1) bubarkan PKI, (2) Retooling Kabinet, (3) Turunkan Harga. Mengikuti kelahiran KAMI, Tanggal 9 Februari 1966 berdirilah Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) dengan Ketum M. Thamrin dari PII.

Tuntutan Retol Kabinet malah dijawab dengan pembentukan Kabinet Dwikora.Kemarahan rakyat kemudian bergejala beralamat Pada Soekarno, yang dimata rakyat terkesan memandang ringan Tritura. Demonstrasi-demonstrasi rakyat dalam bentuk Kesatuan Aksi sejak 1 Maret1966, sudah 111 hari non stop, mencapai Puncaknya tanggal 11 Maret 1966. Dari Aksi Massa mahasiswa dan Rakyat itulah lahirnya surat Perintah 11 Maret atau Supersemar. Dengan menggunakan Supersemar, besoknya 12 Maret 1966, PKI dibubarkan dan dinyatakan dilarang diseluruh Indonesia, beserta segala organisasi mantel PKI.Setelah turunya Soekarno dan naiknya Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia HMI ikut mendukung pemerintahan yang baru.[16]

7. Fase Partisipasi HMI Dalam Pembangunan dan Modernisasi (1969-1970)

sunting

Setelah tatanan orde baru mantap, maka sejak 1 April 1969 dimulailah Rencana Pembangunan Lima Tahun atau Repelita. Bentuk-bentuk partisapasi HMI, anggota dan alumninya dalam era Pembagunan yang dimulai tahun 1969 hingga sekarang meliputi: (a) partisapasi dalam pembentukan suasana, situasi dan iklim yang memungkinkan dilaksanakan nya pembangunan, (b) partisapasi dalam pemberian konsep-konsep dalam berbagai aspekpemikiran, (c) partisapasi dalam bentuk pelaksanaan langsung dari pembagunan.[16]

Sesungguhnya mantan pemimpin HMI 1950-an dan angkatan 66 adalah generasi pertama HMI yang berpartisipasi kepada pemerintah dibawah patronase โ€œkelompok teknokratโ€. Hanya saja menurut M. Dawam Rahardja, mereka masuk ke birokrasi dan secara tegas mendukung modernisasi, tidak melalui diskusi yang sifatnya intelektual, tetapi berpartisipasi langsung dalam kegiatan pembangunan.[18]

8. Fase Pergolakan Pemikiran (1970-1997)

sunting

Fase pergolakan pemikiran ini muncul tahun 1970, tetapi gejala-gejalanya sudah nampak sekian tahun 1968. Generasi baru pemikir dan aktivis Islam sejak1970-an berusaha mengembangkan di mana substansi, bukan bentuk merupakan titik-tekannya utamanya. Paham Keislaman-Keindonesiaan memberikan legitimasi kultural Dan struktural terhadap pembentukan โ€œNegara Kesatuan Nasionalโ€ Indonesia disini diintegrasikan secara harmonis.

Tema dan agenda yang menarik perhatian mereka adalah (1) Peninjauan kembali landasan teologis atau filosofis politik Islam; (2) pendefinisian kembali cita-cita politik Islam; dan (3) peninjauan kembali tentang cara dan cita-cita politik dapat dicapai secara efektif. Adapun idealisme dan aktivisme mereka dapat dipetakan dalam tiga wilayah penting: (1) pembaharuan teologis atau keagamaan; (2) reformasi politik atau birokrasi; (3) tarnsformasi sosial.[19]

9. Fase Reformasi (Mei 1998- Sekarang)

sunting

Terlepas dari faktor dukungan politik ABRI terhadap Soeharto Mulai melemah pada tahun 1990-an, yang pasti, upaya yang telah dirintis generasi intelektualisme baru ini membuahkan hasil. Pada era ini mulai tumbuh sikap akomodatif negara terhadap Islam dengan diterapkannya kebijakan-kebijakan yang sejalan dengan kepentingan sosial-ekonomi dan politik umat Islam.Setelah itu tidak ada lagi demonstrasi mahasiswa secara besar-besaran sampai muncul gerakan reformasi pada tahun 1998. Namun, hal ini tidak berarti bahwa turun kejalan itu buruk. Buktinya ketika rezim orde baru melemah mahasiswa kembali turun kejalan dan krisis moneter yang membuat Dolar Amerika ketika waktu normal hanya Rp 2.200 per dolar lalu tiba-tiba naik sampai Rp 17.000 perdolar, Akibatnya harga barang melambung tinggi, sementara pemerintah Soeharto tidak dapat mengendalikan keadaan, maka diapun jatuh.[7][16][18][19][20]

Lembaga-Lembaga di HMI

sunting

Lembaga Pengembangan Profesi (LPP)

sunting

Lembaga Pengembangan Profesi adalah lembaga pengkaderan untuk pengembangan profesi di lingkungan HMI. Lembaga Pengembangan Profesi terdiri dari:

  1. Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI), pencetus terbentuknya Lembaga Dakwah Kampus (LDK)
  2. Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI).
  3. Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI)
  4. Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI)
  5. Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI)
  6. Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI)[1]
  7. Lembaga Seni Budaya Mahasiswa Islam (LSMI)
  8. Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI)
  9. Lembaga Pertanian Mahasiswa Islam (LPMI)
  10. Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI)
  11. Lembaga Bahasa Mahasiswa Islam (LBMI)

Dalam Perkembangannya Himpunan Mahasiswa Islam kemudian terpecah menjadi dua karena upaya Orde Baru dalam meletakkan asas tunggal pancasila, yang merapat pada kekuasaan Orde Baru disebut HMI Dipo dan HMI MPO yang tetap sesuai asas Islam, tetapi keduanya tetap menyebut sebagai HMI dalam dokumen organisasi.

Daftar Ketua Umum

sunting
No. Ketua Umum Usia saat terpilih Menjabat Waktu menjabat Asal komisariat Asal cabang Almamater Pemilihan Sekretaris Jenderal Ref.
1 Kakanda
Lafran Pane
(1922โ€“1991)
25ย tahun, 0ย hari 5 Februari 1947
โ€“
30 November 1947
298ย hari Yogyakarta Sekolah Tinggi Islam โ€”
  • Anton Timur Jaelani
  • Karnoto Zarkasyi
2 Kakanda
Mohammad Syafa'at Mintaredja
(1921โ€“1984)
26ย tahun, 286ย hari 30 November 1947
โ€“
1948
0โ€“1 tahun Fakultas Hukum Yogyakarta Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada Kongres I
(Yogyakarta, 1947)
Kakanda
Lafran Pane
(ad-interim)
(1922โ€“1991)
1948[a]
โ€“
Desember 1948
Yogyakarta Sekolah Tinggi Islam โ€” Ahmad Dahlan Ranuwihardjo
1948
3 Kakanda
Achmad Tirtosudiro
(1922โ€“2011)
1948
โ€“
1949
0โ€“1 tahun Yogyakarta Universitas Gadjah Mada โ€” Asmin Nasution
4 Kakanda
Lukman El Hakim
1950
โ€“
15 Desember 1951
0โ€“1 tahun Yogyakarta Universitas Gadjah Mada โ€”
5 Kakanda
Ahmad Dahlan Ranuwihardjo
(1925โ€“2001)
26ย tahun, 2ย hari 15 Desember 1951
โ€“
4 September 1953
1ย tahun, 263ย hari Fakultas Hukum Yogyakarta Universitas Gadjah Mada Kongres II
(Yogyakarta, 1951)
6 Kakanda
Deliar Noer
(1926โ€“2008)
27ย tahun, 207ย hari 4 September 1953
โ€“
14 Oktober 1955
2ย tahun, 40ย hari Jakarta Universitas Nasional Kongres III
(Jakarta, 1953)
7 Kakanda
Amir Rajab Batubara
(1928โ€“2009)
26ย tahun, 293ย hari 14 Oktober 1955
โ€“
31 Desember 1957
2ย tahun, 78ย hari Bandung Institut Teknologi Bandung Kongres IV
(Bandung, 1955)
  • Muhammad Zuber Husein
  • Drajat Sumitro
  • Musta'in Zaini
1955โ€“1957
8 Kakanda
Ismail Hasan Metareum
(1929โ€“2005)
28ย tahun, 271ย hari 31 Desember 1957
โ€“
20 Juli 1960
2ย tahun, 202ย hari Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat Jakarta Universitas Indonesia Kongres V
(Medan, 1957)
9 Kakanda
Nursal
20 Juli 1960
โ€“
14 September 1963
3ย tahun, 56ย hari Kongres VI
(Makassar, 1960)
10 Kakanda
Sulastomo
(1938โ€“2019)
25ย tahun, 39ย hari 14 September 1963
โ€“
17 September 1966
3ย tahun, 3ย hari Fakultas Kedokteran Jakarta Universitas Indonesia Kongres VII
(Jakarta, 1963)
Aklamasi
Mar'ie Muhammad
1963โ€“1964
11 Kakanda
Nurcholish Madjid
(1939โ€“2005)
27ย tahun, 184ย hari 17 September 1966
โ€“
10 Mei 1969
5ย tahun, 23ย hari Fakultas Adab Ciputat Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatullah Kongres VIII
(Surakarta, 1966)
30ย tahun, 54ย hari 10 Mei 1969
โ€“
10 Oktober 1971
Kongres IX
(Malang, 1969)
Ridwan Saidi
1969โ€“1971
12 Kakanda
Janji Akbar Zahiruddin Tanjung
(lahir 1945)
26ย tahun, 57ย hari 10 Oktober 1971
โ€“
12 Mei 1974
2ย tahun, 214ย hari Fakultas Teknik Jakarta Universitas Indonesia Kongres X
(Palembang, 1971)
Aklamasi
(Putaran kedua)
Gambar Anom
1971โ€“1974
13 Kakanda
Ridwan Saidi
(1942โ€“2022)
31ย tahun, 314ย hari 12 Mei 1974
โ€“
16 Oktober 1976
2ย tahun, 157ย hari Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat Jakarta Universitas Indonesia Kongres XI
(Bogor, 1974)
Saleh Elwaini
1974โ€“1976
14 Kakanda
Chumaidi Syarif Romas
16 Oktober 1976
โ€“
12 Februari 1979
2ย tahun, 119ย hari Yogyakarta Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga Kongres XII
(Semarang, 1976)
Abdullah Hehamahua
1976โ€“1979
15 Kakanda
Abdullah Hehamahua
(lahir 1947)
31ย tahun, 178ย hari 12 Februari 1979
โ€“
30 April 1981
2ย tahun, 77ย hari Fakultas Teknik Ujungpandang Universitas Hasanuddin Kongres XIII
(Ujungpandang, 1979)
Ahmad Zacky Siradj
1979โ€“1981
16 Kakanda
Ahmad Zacky Siradj
(lahir 1952)
28ย tahun, 196ย hari 30 April 1981
โ€“
26 Mei 1983
2ย tahun, 26ย hari Fakultas Tarbiah Ciputat Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatullah Kongres XIV
(Bandung, 1981)
Harry Azhar Azis
1981โ€“1983
17 Kakanda
Harry Azhar Azis
(1956โ€“2021)
27ย tahun, 31ย hari 26 Mei 1983
โ€“
1986
2โ€“3 tahun Jakarta Akademi Pimpinan Perusahaan Kongres XV
(Medan, 1983)
Alex Tofani
1983โ€“1984
Burhanuddin Mas'ud
1984โ€“1986
18 Kakanda
Muhammad Saleh Khalid
(1958โ€“2020)
1986
โ€“
6 Juli 1988
1โ€“2 tahun Bogor Institut Pertanian Bogor Kongres XVI
(Padang, 1986)
19 Kakanda
Herman Widyananda
(1960โ€“2011)
28ย tahun, 39ย hari 6 Juli 1988
โ€“
24 September 1990
2ย tahun, 80ย hari Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kongres XVII
(Lhokseumawe, 1988)
[22]
20 Kakanda
Ferry Mursyidan Baldan
(1961โ€“2022)
29ย tahun, 100ย hari 24 September 1990
โ€“
9 Desember 1992
2ย tahun, 76ย hari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jatinangor Universitas Padjadjaran Kongres XVIII
(Jakarta, 1990)
171 / 245
Muhammad Yahya Zaini [23]
21 Kakanda
Muhammad Yahya Zaini
(lahir 1964)
28ย tahun, 229ย hari 9 Desember 1992
โ€“
30 Januari 1995
2ย tahun, 52ย hari Fakultas Hukum Surabaya Universitas Airlangga Kongres XIX
(Pekanbaru, 1992)[24]
Fatah Yasin
1992โ€“1995
22 Kakanda
Taufik Hidayat
(lahir 1965)
29ย tahun, 330ย hari 30 Januari 1995
โ€“
28 Agustus 1997
2ย tahun, 210ย hari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jember Universitas Jember Kongres XX
(Surabaya, 1995)
103 / 265
Muzakir Rida
1995โ€“1997
[25][26]
23 Kakanda
Anas Urbaningrum
(lahir 1969)
28ย tahun, 42ย hari 28 Agustus 1997
โ€“
3 Desember 1999
2ย tahun, 97ย hari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Surabaya Universitas Airlangga Kongres XXI
(Yogyakarta, 1997)
128 / 320
Zulkifli Ali
1997โ€“1999
[27]
24 Kakanda
Muhammad Fakhruddin
(lahir 1967)
32ย tahun, 74ย hari 3 Desember 1999
โ€“
30 April 2002
2ย tahun, 148ย hari Fakultas Teknik Banda Aceh Universitas Syiah Kuala Kongres XXII
(Jambi, 1999)
Ahmad Doli Kurnia Tanjung
1999โ€“2001
25 Kakanda
Kholis Malik
(1970โ€“2024)
31ย tahun, 235ย hari 30 April 2002
โ€“
23 Oktober 2003
1ย tahun, 176ย hari Fakultas Adab Yogyakarta Institut Agama Islam Negeri Sunan Kaijaga Kongres XXIII
(Balikpapan, 2002)[28]
26 Kakanda
Hasanuddin
23 Oktober 2003[b]
โ€“
27 Februari 2006
2ย tahun, 127ย hari Gowa Raya Institut Agama Islam Negeri Alauddin Kongres XXIV
(Jakarta, 2003)
Fajar Rahmat Zulkarnaen
2003โ€“2006
27 Kakanda
Fajar Rahmat Zulkarnaen
(lahir 1978)
28ย tahun, 26ย hari 27 Februari 2006
โ€“
5 Agustus 2008
2ย tahun, 160ย hari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jatinangor Universitas Padjadjaran Kongres XXV
(Makassar, 2006)[31]
134 / 284
[32]
28 Kakanda
Arip Mustofa
(lahir 1979)
29ย tahun, 29ย hari 5 Agustus 2008
โ€“
14 November 2010
2ย tahun, 101ย hari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Bandar Lampung Universitas Lampung Kongres XXVI
(Palembang, 2008)
29 Kakanda
Noer Fajrieansyah
(lahir 1983)
27ย tahun, 283ย hari 14 November 2010
โ€“
15 April 2013
2ย tahun, 152ย hari Trisakti Jakarta Timur Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti Kongres XXVII
(Depok, 2010)[33]
252 / 371
Basri Dodo
2010โ€“2012
[34]
30 Kakanda
Muhammad Arief Rosyid Hasan
(lahir 1986)
26ย tahun, 223ย hari 15 April 2013
โ€“
5 Desember 2015
2ย tahun, 234ย hari Fakultas Kedokteran Gigi Makassar Timur Universitas Hasanuddin Kongres XXVIII
(Jakarta, 2013)
238 / 307
Mulyadi P. Tamsir
2013โ€“2015
[35]
31 Kakanda
Mulyadi P. Tamsir
(1981โ€“2021)
34ย tahun, 241ย hari 5 Desember 2015
โ€“
25 Februari 2018
2ย tahun, 82ย hari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sintang Universitas Kapuas Sintang Kongres XXIX
(Pekanbaru, 2015)
224 / 405
Amijaya Rorimpandey
2016โ€“2018
[36]
32 Kakanda
Respiratori Saddam Al Jihad
(lahir 1990)
27ย tahun, 95ย hari 25 Februari 2018
โ€“
13 Maret 2020
2ย tahun, 17ย hari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jatinangor Universitas Padjadjaran Kongres XXX
(Ambon, 2018)
Aklamasi
(Putaran kedua)
Arya Kharisma Hardy
2018โ€“2020
[37][38]
Kakanda
Arya Kharisma Hardy
(Penjabat)
13 Maret 2020[c]
โ€“
25 Maret 2021
1ย tahun, 12ย hari Metro Universitas Muhammadiyah Metro โ€” Taufan Ikhsan Tuarita
2020โ€“2021
[39]
33 Kakanda
Raihan Ariatama
(lahir 1992)
28ย tahun, 90ย hari 25 Maret 2021
โ€“
11 Desember 2023
2ย tahun, 261ย hari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Bulaksumur Universitas Gadjah Mada Kongres XXXI
(Surabaya, 2021)
Aklamasi
(Putaran kedua)
Ichya Halimudin
2021โ€“2023
[40]
34 Kakanda
Bagas Kurniawan
(lahir 1994)
29ย tahun, 289ย hari 11 Desember 2023
โ€“
sekarang
2ย tahun, 179ย hari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Depok Universitas Indonesia Kongres XXXII
(Pontianak, 2023)
Aklamasi
(Putaran kedua)
Muhammad Jusrianto
2023โ€“sekarang
[41]
Sumber: applegis.blogspot.com/2015/12/perjalanan-ketum-pb-hmi-dari-masa-ke.html
Catatan
  1. ^ Kepemimpinan darurat dibentuk Lafran Pane akibat Agresi Militer Belanda II karena Mohammad Syafa'at Mintaredja memilih meninggalkan Yogyakarta setelah diduduki oleh Belanda. HMI kala itu masih berkedudukan di Yogyakarta. Kemudian, Lafran menunjuk Ahmad Dahlan Ranuwihardjo untuk membantunya sebagai sekretaris atau juru tulis. Posisi ketua pula tidak dijabat langsung oleh wakilnya, Ahmad Tirtosudiro yang ikut bertempur melawan Belanda. Oleh karena itu, pembentukan kepemimpinan darurat ditentukan oleh pendahulu Syafa'at, Lafran Pane yang menjabat sebagai sekretaris II.[21]
  2. ^ Posisi Hasanuddin sebagai ketua umum terancam digugurkan setelah pemberhentian dirinya melalui mosi tidak percaya pada Desember 2004.[29][30] Namun, upaya itu tidak berhasil.[butuh rujukan]
  3. ^ Arya Kharisma Hardy telah dilantik menjadi ketua umum pada 1 Februari 2019 di saat ketua umum petahana, Saddam Al Jihad masih menduduki jabatan tersebut. Posisi ketua umum diembantugaskan kepadanya pada Maret 2020 sebagai penjabat ketua umum.

Alumni HMI

sunting

Alumni HMI adalah anggota HMI yang telah habis atau selesai masa anggotanya.

  1. Nurcholish Madjid / Cak Nur (Tokoh Bangsa)
  2. Jusuf Kalla, (Wakil Presiden RI)
  3. Azyumardi Azra (Mantan Rektor UIN Jakarta)
  4. Komaruddin Hidayat (Mantan Rektor UIN Jakarta)
  5. Alm. Iqbal Abdu Rauf Saimima (Majalah PanjiMas)
  6. Yudi Latif (Intelektual)
  7. Amin Abdullah (Mantan Rektor UIN Jogja)
  8. Kuntowijoyo (alm) (sejarawan UGM)
  9. Muhammad Rizieq Shihab
  10. Taufik Ismail (Budayawan)
  11. Sulastomo
  12. Hamzah Haz (Wapres RI 2001-2004)
  13. Akbar Tanjung (Mantan Ketua DPR RI)
  14. Amien Rais (Mantan Ketua MPR RI)
  15. A. M. Fatwa (DPD RI)
  16. Fahmi Idris (Mantan Menteri Perindutrian)
  17. Mar'ie Muhammad (Mantan Menteri Keuangan)
  18. Mahfud MD, (Mantan Ketua MK 2008-2013)
  19. Anies Baswedan, (Mantan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022)
  20. Anas Urbaningrum
  21. Karni Ilyas,
  22. Teguh Juwarno,
  23. Abraham Samad & Abdullah Hehamahua & Busyro Muqqodas, Bambang Widjoyanto, Adnan Pandu Praja, Chandra M Hamzah (KPK),
  24. Harry Azhar Azis (Ketua BPK),
  25. Ade Komarudin (Ketua DPR RI 2016-2019)
  26. Zulkifli Hasan (Mantan Menteri Kehutanan dan Ketua MPR 2014-2019)
  27. Bagir Manan (Mantan Ketua MA)
  28. Anwar Nasution (mantan Gubernur BI),
  29. Syafii Maarif (Mantan ketua Muhammadiyah),
  30. Ridwan Saidi (budayawan)
  31. Yusril Ihza Mahendra
  32. Adhiyaksa Daud
  33. Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR RI 2004-2009)
  34. Didin Hafinuddin,
  35. Musni Umar (Pengamat Sosial Politik)
  36. Jimly Ashiddiqie (Mantan Ketua MK)
  37. Hamdan Zoelva (Mantan Ketua MK)
  38. Artijo Alkostar (MA)
  39. Irman Gusman (ketua DPD RI 2009-2014, 2014-2019)
  40. Rina Valinka, Ferry Rizkia, Sigit Pamungkas, Husni Kamil Manik (KPU RI)
  41. Muhammad (Bawaslu RI)
  42. Yuddi Chrisnandi (Menpan RB 2014-2019)
  43. Ferry Mursyidan Baldan (Menteri Agraria dan Tata Ruang RI 2014-2016)
  44. Amran Sulaiman (Menteri Pertanian 2014-2019)
  45. M. Nasir (Menteri Ristek dikti 2014-2019)
  46. Rudiantara (Menkominfo 2014-2019)
  47. Sudirman Said
  48. Andrinof Chaniago (Mantan kepala BAPPENAS)
  49. Sofyan Djalil (Menko Perekonomian)
  50. Siti Nurbaya (Menteri LH 2014-2019)
  51. M.S Kaban (Menteri Kehutanan 2004-2009)
  52. Saleh Husin (Menteri Perindustrian 2014-2019)
  53. Muhammad Nuh (Mendikbud 2009-2014)
  54. Bambang Sudibyo (Mendikbud 2004-2009)
  55. A Malik Fajar (Mendikbud 2001-2004)
  56. Hatta Rajasa (Menko Perekonomian 2009-2014)
  57. Bursah Zarnubi (Mantan Ketua Umum PBR)
  58. Ryas Rasyid (Menteri Negara Otonomi Daerah 1999-2000)
  59. Abu Bakar Ba'asyir
  60. Sutrisno Bachir
  61. dr.Taruna Ikrar (Ilmuwan di USA/Pakar Otak)
  62. Mukti Ali
  63. Burhanuddin Muhtadi
  64. Kak Seto (Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak)
  65. Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta)
  66. Sigit Pamungkas Komisioner KPU RI 2012-2017
  67. Muhammad Hafiz (Pengusaha Pempek Raihan Palembang)
  68. Muhammad Sholikhin
  69. Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM)
  70. Panji Gumilang

Anggota DPR-RI

sunting

Alumni HMI dari PDIP:

  1. Erwin Muslimin Singajuru (Sumatera Selatan II),
  2. Henri Yosodiningrat (Lampung II),
  3. Jalaluddin Rakhmat (Jawa Barat II),
  4. Mohamad Prakosa (Jawa Tengah IX),
  5. Idham Samawi (Daerah Istimewa Yogyakarta),
  6. Hamka Haq (Jawa Timur II),
  7. Nasyirul Falah Amru (Jawa Timur X),
  8. Pramono Anung Wibowo(Jawa Timur VI)
  9. Nurmansyah E Tanjung (Jawa Barat V)

Alumni HMI dari Partai Golkar:

  1. Rambe Kamaruzzaman (Sumatera Utara II),
  2. Kahar Muzakir (Sumatera Selatan I),
  3. Azhar Romli (Bangka Belitung),
  4. Deding Ishaq (Jawa Barat III),
  5. Eka Sastra (Jawa Barat III),
  6. Ichsan Firdaus (Jawa Barat V),
  7. Ade Komarudin (Jawa Barat VII),
  8. Agun Gunanjar Sudarsa (Jawa Barat X),
  9. Ahmad Zacky Siradj (Jawa Barat XI),
  10. Endang Maria Astuti (Jawa Tengah IV),
  11. Iqbal Wibisono (Jawa Tengah VI),
  12. Bambang Soesatyo (Jawa Tengah VII),
  13. Ridwan Hisjam (Jawa Timur V),
  14. Sarmuji (Jawa Timur VI),
  15. Zainudin Amali (Jawa Timur XI),
  16. Zulfikar Arse Sadikin (Jawa Timur III),
  17. Yayat Y. Biaro (Banten II),
  18. Aditya Anugerah Moha (Sulawesi Utara),
  19. Mohammad Said (Sulawesi Tengah),
  20. Syamsul Bachri (Sulawesi Selatan II),
  21. Andi Fauziah Pujiwatie (Sulawesi Selatan III)
  22. Saiful Bahri Ruray (Maluku Utara).
  23. Fadel Muhammad (Gorontalo)
  24. Zulfadhli (Kalimantan Barat)

Alumni HMI dari Partai HANURA:

  1. Fauzih Amro (Sumatera Selatan I),
  2. M. Farid Alfauzi (Jawa Timur XI)
  3. Syarifuddin Suding (Sulawesi Tengah)
  4. Saleh Husin (NTT II)

Alumni HMI dari PAN:

  1. Alim Abdullah (Lampung II),
  2. Mohammad Ichlas El Qudsi (Michel) (Sumbar 1)
  3. M. Fanshurullah Asa (Dapil Kalbar)
  4. Teguh Juwarno (Jawa Tengah IX),
  5. Totok Daryanto (Jawa Timur V),
  6. Sukiman (Kalbar)
  7. Viva Yoga Mauladi (Jawa Timur X)
  8. M. Yamin Tawary (Maluku Utara)
  9. Zulkifli Hasan (Lampung I)

Alumni HMI dari NASDEM:

  1. Zulvan Lindan (Nangroe Aceh Darussalam II)
  2. Taufiqulhadi (Jawa Timur IV)
  3. Akbar Faizal (Sulawesi Selatan II)
  4. Ahmad M. Ali (Sulawesi Tengah)

Alumni HMI dari Demokrat:

  1. Saan Mustopa (Jawa Barat VII)
  2. Nurhayati Ali Assegaf (Jawa Timur V)
  3. Wahidin Halim (Banten III)
  4. Syariefuddin Hasan (Jawa Barat III)

Alumni HMI dari PKB:

  1. Handayani (Jambi)

Alumni HMI dari PPP:

  1. Irgan Chairul Mahfiz (Banten III)
  2. Mohammad Arwani Thomafi (Jawa Tengah III)
  3. Reni Marlinawati (Jawa Barat IV)
  4. Arsul Sani (Jawa Tengah X)
  5. Marta Sulistiyaningsih (Jawa Barat VIII)

Alumni HMI dari Gerindra:

  1. Desmond Junaidi Mahesa (Banten II)
  2. Darori (Jawa Tengah VII)
  3. Supratman Andi Agtas (Sulawesi Tengah)

Alumni HMI dari PKS:

  1. Tamsil Linrung (Sulawesi Selatan I)
  2. Hermanto (Sumatera Barat I)
  3. Hidayat Nur Wahid (DKI Jakarta II)
  4. Soemandjaja (Jawa Barat V)

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d Sitompul, Agussalim, 1995, Historiografi Himpunan Mahasiswa Islam Tahun 1947โ€“1993, Intermasa, Jakarta
  2. ^ "Kongres HMI 32 Resmi Digelar, Ketum PB HMI: Optimis Jemput Indonesia Emas 2045". Tribunpontianak.co.id. Diakses tanggal 2025-09-14.
  3. ^ Wekka. "Mindamas".
  4. ^ Sitompul, Agussalim, 1997, Citra HMI, Aditya Media, Yogyakarta
  5. ^ Tanja,Victor, 1991, Himpunan Mahasiswa Islam; Sejarah dan Kedudukannya di Tengah - Tengah Gerakan - Gerakan Muslim Pembaharu Di Indonesia
  6. ^ Al Mandari, Syafinudin, 2003, Demi Cita-cita HMI, Catatan Ringkas Perlawanan Kader dan Alumni HMI terhadap Rezim Orde Baru, Karya Multi Sarana, Jakarta
  7. ^ a b c d Drs. Agus Salim Sitompul, Sejarah Perjuangan HMI(1974-1975), Bina Ilmu
  8. ^ Prof. DR. Deliar Noer, Partai Islam Dipentas Nasional, Graffiti Pers, 1984
  9. ^ Sulastomo, Hari-hari Yang Panjang, PT. Gunung Agung, 1988
  10. ^ M. Rusli Karim, HMI MPO Dalam Pergulatan Politik di Indonesia, Mizan, 1997
  11. ^ Moksen ldris Sirfefa et. Al (ed), Mencipta dan Mengabdi, PB HMI, 1997
  12. ^ Ramli H.HM Yusuf (ed), Lima Puluh Tahun HMI mengabdi Republik, LASPI, 1997
  13. ^ Solichin, HMI: Kawah Candradimuka Mahasiswa, Sinergi Persadatama Foundation, 2013
  14. ^ Wahid, Abdul. Counterrevolution in a Revolutionary Campus: How Did the โ€œ1965 Eventโ€ Affect an Indonesian Public University?
  15. ^ Tempo Magazine. Karung Latihan itu Diisi Orang
  16. ^ a b c d e f g h Sitompul, Prof.Dr.H.Agussalim (1997). Pemikiran HMI Dan Relevansinya Dengan Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia. Yogyakarta: Aditya Media. ISBNย 979-539-082-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  17. ^ Makar, A. B.; McMartin, K. E.; Palese, M.; Tephly, T. R. (1975-06). "Formate assay in body fluids: application in methanol poisoning". Biochemical Medicine. 13 (2): 117โ€“126. doi:10.1016/0006-2944(75)90147-7. ISSNย 0006-2944. PMIDย 1.
  18. ^ a b Anwar, Syafi'i (1995). Pemikiran Dan Aksi Islam Di Indonesia: Sebuah Kajian Politik Mengenai Cendikiawan Muslim Orde Baru. Jakarta: Paramadina. ISBNย 979-8321-07-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  19. ^ a b Efendy, Bahtiar (1998). Islam dan Negara:Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Jakarta. ISBNย 979-8321-29-4. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  20. ^ Zakaria, Rusydy (2012). Membingkai Perkaderan Intelektual Setengah Abad HMI Cabang Ciputat. Jakarta: Ciputat HMI Cabang Ciputat Presidum KAHMI Ciputat dan The Fatwa Center. ISBNย 9786028033435. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  21. ^ Tirtana, Arief (26 Juni 2024). Wicaksono, Satrio (ed.). "Lafran Pane dan Perjuangan Pemikiran HMI". Valid News. Jakarta. Diakses tanggal 9 Juni 2025.
  22. ^ "Hiruk Pikuk Kelewang HMI". Tempo. Jakarta. 16 Juli 1988. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  23. ^ "Ferry Mursyidan Ketua Umum PB HMI '90/'92". Harian Neraca. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1990-09-26. hlm.ย 11. Diakses tanggal 2025-03-24.
  24. ^ Panigoro, Sofyan (1992-11-26). "Mencari Ketua PB HMI yang Tepat". Bernas. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. hlm.ย 4. Diakses tanggal 2025-03-25.
  25. ^ "Taufik Hidayat Pimpin PB HMI 1995-1997". Analisa. Surabaya: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1995-01-31. hlm.ย 1. Diakses tanggal 2025-03-25.
  26. ^ "Taufik Hidayat". Berita Yudha. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1997-03-21. hlm.ย 8. Diakses tanggal 2025-03-25.
  27. ^ "Anas Urbaningrum Ketua PB-HMI". Berita Yudha. Yogyakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1997-08-29. hlm.ย 10. Diakses tanggal 2025-03-25.
  28. ^ "Lima Kandidat Berebut Posisi Ketua Umum HMI". Waspada. Balikpapan: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 2002-04-29. hlm.ย 1. Diakses tanggal 2025-03-25.
  29. ^ "Ketua Umum PB HMI Dicopot". Detik News. Jakarta. 23 Desember 2004. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  30. ^ "Ada Apa di Balik Pencopotan Ketua Umum PB HMI". Detik News. Jakarta. 23 Desember 2004. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  31. ^ "Kongres HMI Masuki Tahap Pemilihan Ketua Umum". Kementerian Agama Republik Indonesia. Makassar. 26 Februari 2006. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  32. ^ Bambang, ed. (27 Februari 2006). "Fajar Zulkarnain Terpilih Jadi Ketua Umum HMI". Antara News. Makassar. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  33. ^ "Pilih Pengurus Baru, HMI Gelar Kongres ke-27". JPNN. Jakarta. 6 November 2010. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  34. ^ "Noer Fajriansyah Rebut Ketum PB HMI". Inilah. Depok. 14 November 2010. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  35. ^ "Arif Rosyid Ketua Umum PB HMI 2013-2015". Antara News. Jakarta. 16 April 2013. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  36. ^ Setiawan, Agus, ed. (2015-12-05). "Mulyadi P Tamsir terpilih sebagai ketua umum PB HMI". Antara News. Makassar. Diakses tanggal 2025-03-24.
  37. ^ Abas, Muslimin. "Saddam Al Jihad Terpilih Jadi Ketum PB HMI 2018-2022". detiknews. Diakses tanggal 2024-12-03.
  38. ^ "Saddam Al Jihad Mengundurkan Diri Dari Ketua Umum PB HMI". Suara Merdeka. 14 Maret 2020. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  39. ^ "Arya Kharisma Hardy Resmi Jabat Pj Ketum PB HMI". Republika Media Online. 2 Februari 2019. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  40. ^ Baihaqi, Amir (25 Maret 2021). "Raihan Ariatama Terpilih Jadi Ketum PB HMI Periode 2021-2023". Detik News. Surabaya. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  41. ^ "Bagas Kurniawan Terpilih sebagai Ketua Umum PB HMI Periode 2023-2025". Times. Pontianak. 11 Desember 2023. Diakses tanggal 24 Maret 2025.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Uji imunosorben terkait enzim

jenis, yaitu competitive assay yang menggunakan konjugat antigenโ€“enzim atau konjugat antobodiโ€“enzim, dan non-competitive assay yang menggunakan dua antibodi

Vanila

metode seperti oxygen radical absorption capacity (ORAC) assay dan oxidative hemolysis inhibition assay (OxH-LIA) dan ditemukan bahwa sifat antioksidannya lebih

Antioksidan

evaluation of various total antioksidant capacity assay applied to phenolic compounds with the CUPRAC assay. โ€œMoleculesโ€ 12:1496-1547. (Inggris) Ohtani II

Merneptah

A. B.; McMartin, K. E.; Palese, M.; Tephly, T. R. (1975-06). "Formate assay in body fluids: application in methanol poisoning". Biochemical Medicine

Merokok

isoprene mono-epoxide (EPOX I) in human cells evaluated with the comet assay". Mutat. Res. 629 (1): 7โ€“13. Bibcode:2007MRGTE.629....7F. doi:10.1016/j

Rowland Hill

mendapatkan uang tambahan untuk memperbaiki instrumen ilmiah. Dia juga bekerja di Assay Office di Birmingham dan melukis pemandangan di waktu luangnya. Pada tahun

Hewan dalam kehidupan manusia

Production of knockout rats using ENU mutagenesis and a yeast-based screening assay, Nat. Biotechnol. (2003).Diarsipkan June 11, 2010, di Wayback Machine. "Vaccines

Sindrom pernapasan akut berat

kelemahannya. Yang pertama, sebuah tes ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) mendeteksi antibodi SARS dengan baik tetapi hanya dapat dilakaukan setelah