Personal Digital Cellular (PDC, dalam Bahasa Indonesia: Seluler Digital Pribadi) adalah standar telekomunikasi seluler 2G yang pernah dioperasikan di Jepang.

Setelah pada puncaknya mencapai 80 juta pelanggan, pengguna PDC pada Desember 2005 jumlahnya menurun menjadi 46 juta. Perlahan-lahan, sistem ini dihentikan untuk digantikan teknologi yang lebih modern berbasis 3G seperti W-CDMA dan CDMA2000. Pada akhir Maret 2012, jumlah penggunanya sudah merosot tajam menjadi hampir 200.000 pelanggan, dan operator terakhir, NTT Docomo menutup jaringannya yang bernama Mova pada 1 April 2012 tengah malam.[1]

Tinjauan teknis

sunting

Seperti D-AMPS dan GSM, PDC menggunakan TDMA. Standar tersebut ditetapkan oleh RCR pada bulan April 1991, dan NTT DoCoMo meluncurkan layanan PDC mereka bernama Mova pada bulan Maret 1993. PDC menggunakan pembawa 25 kHz, modulasi pi/4-DQPSK dengan 3 slot waktu 11.2 kbit/detik untuk tarif penuh atau 6 slot waktu 5.6 kbit/detik codec suara untuk tarif lebih rendah.

PDC dioperasikan dengan frekuensi di 800 MHz, dan 1.5 GHz. NEC, Motorola, dan Ericsson adalah produsen peralatan jaringan utama.

Layanan yang disediakan operator PDC meliputi suara, panggilan tunggu, pesan suara, panggilan tiga arah, penerusan panggilan, layanan data (hingga 9.6 kbit/detik), dan data nirkabel packet-switched (hingga 28,8 kbit/detik).

Dibandingkan dengan GSM, kekuatan sinyal PDC yang lemah membuat produsen mampu memproduksi telepon berukuran kecil dengan baterai ringan, namun dengan kualitas suara dan jaringan yang kurang bagus di tempat tertutup seperti lift.

Terdapat dua standar untuk mengkodekan pembicaraan dalam PDC, yaitu PDC Enhanced Full Rate dan PDC Half Rate, dengan harga dan kualitas berbeda.

Operator layanan PDC

sunting
  • NTT DoCoMo (dengan merek Mova), dihentikan pada 31 Maret 2012
  • SoftBank Mobile (dengan merek Softbank 6-2), dihentikan pada tanggal 31 Maret 2010
  • KDDI
    • Merek au, dihentikan pada 31 Maret 2003
    • Merek TU-KA, dihentikan pada 31 Maret 2008

Organisasi standardisasi

sunting
  • Asosiasi Industri dan Bisnis Radio (ARIB)
  • Komite Teknologi Telekomunikasi (TTC)

Referensi

sunting
  1. ^ "DOCOMO to Terminate mova and DoPa 2G Services". 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-29. Diakses tanggal March 1, 2012.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

2G

dari Elisa) pada tahun 1991. Berbeda dengan 1G, 2G menggunakan sistem digital. Selain melayani komunikasi suara, 2G juga dapat melayani komunikasi teks

Personal Handy-phone System

seperti Personal Digital Cellular (PDC) atau GSM. Di negara asalnya tersebut, layanan PHS komersial diluncurkan oleh tiga operator yaitu NTT-Personal, DDI-Pocket

Global System for Mobile Communications

yang tinggi, sehingga arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS (Digital Cellular System) pada alokasi frekuensi 1800 MHz. Dengan frekuensi tersebut

Telkom Group

PT Menara Jakarta PT Telkom Personal PHS PT Tangara Mitrakom PT Selnet Nasional Indonesia PT Indomedia Telephone Cellular Nasional Media Nusa (S) Pte

The third screen

pada peranti bergerak yang banyak digunakan pada telepon seluler atau cellular. Penggunaan telepon seluler secara penuh telah menggantikan peran telepon

Asosiasi Industri Telekomunikasi

Standar sistem komunikasi personal dan telepon seluler – mengambangkan penghubung CDMA dan WiMax air interface dan standar cellular 8. TR-47 Diarsipkan 2011-11-17

Personal Communications Network

System) generasi ke dua, yaitu Digital Cellular Radio (GSM 900) yang bekerja pada frekuensi 900 MHz ke teknologi Digital Cellular System (DCS 1800) dan bekerja

Telekomunikasi seluler di Indonesia

Indonesia/Komselindo) PT Centralindo Panca Sakti/Centralindo Pancasakti Cellular (AMPS 1991-1995, sejak 1995 dialihkan ke PT Metro Selular Nusantara/Metrosel)