Petis udang
Sambal petis

Petis adalah komponen dalam masakan Indonesia yang dibuat dari produk sampingan pengolahan makanan berkuah (biasanya berasal dari pindang ikan, kupang, atau udang) yang dipanaskan hingga cairan kuah menjadi kental seperti saus yang lebih pekat. Dalam pengolahan selanjutnya, petis ditambah karamel gula batok. Ini menyebabkan warnanya menjadi cokelat cenderung hitam dan rasanya manis. Petis biasanya digunakan sebagai bahan penyedap makanan.

Raffles, Gubernur-Letnan yang berkuasa di Jawa pada masa penjajahan Inggris (1811-1816), menulis bahwa petis biasa diolah oleh orang Jawa dari cairan sisa pengolahan udang; dan di wilayah pedalaman, dari pengolahan daging kerbau.[1] Petis udang dikenal sebagai bumbu masakan khas dari Sidoarjo, walaupun industrinya terdapat di mana-mana di Jawa Timur. Termasuk pula di Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Gresik.[2]

Dari Jawa Timur dikenal pula petis madura, yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri karena rasanya yang cenderung asin, mempunyai tampilan yang cenderung cerah dan warnanya lebih merah kecoklatan. Petis madura yang populer adalah petis ikan tuna dan petis lorjuk atau kerang bambu, yakni sejenis kerang pipih panjang dari marga Ensis dan Solen. Petis madura banyak diproduksi di beberapa kecamatan/desa seperti Kecamatan Galis (misalnya Desa Konang) dan Kec. Pasean, Pamekasan, dan juga dari Sampang.[2]

Selain itu, di (Boyolali), Jawa Tengah, Indonesia, yang diketahui merupakan wilayah penghasil produk berbahan baku sapi seperti susu segar, dendeng, abon, kulit dan rambak (kerupuk yang dibuat dari kulit sapi), dikenal juga petis sapi, yaitu petis yang terbuat dari hasil sampingan dalam proses pembuatan dendeng dan abon sapi. Aroma 'amis' petis yang dihasilkan tentu berbeda antara petis udang, petis kupang, dengan petis sapi.

Di pantai utara Jawa Tengah, khususnya di Kendal dan Semarang, terdapat petis banyar yang terbuat dari ikan banyar (Kembung lelaki). Salah satu masakan yang dibuat menggunakan petis banyar yaitu petis bumbon.[3]

Berbeda dengan terasi yang dikenal dan dikonsumsi oleh penduduk Asia Tenggara umumnya, petis tampaknya hanya dikenal di Indonesia dan juga Malaysia. Hampir semua negara di Asia tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina mengenal terasi dengan aneka variasi bentuk sediaan, kering, basah atau setengah basah, dan nama. Namun aroma yang keluar dari terasi hasil olahan negara-negara tersebut sama.

Petis biasa dipakai sebagai penyedap rasa (seasoning) pada beberapa makanan seperti rujak jawa timuran (cingur, gobet, manis), kupang lontong (Sidoarjo), semanggi (Surabaya), lontong balap (Wonokromo, Surabaya), tahu campur dan tahu tek (Lamongan), atau campor (Madura). Tahu petis di Surabaya termasuk hidangan favorit.

Bahan bacaan

sunting
  1. ^ Raffles, T.S. 1817. The History of Java. v. I: 99. London:Black, Parbury & Allen.
  2. ^ a b Kompas: Kisah "Ting-ting" Terbang ke Jeddah. Artikel Kompas.com - 03/10/2013, 09:08 WIB, diakses 16/I/2018
  3. ^ Purbaya, Angling Adhitya. "Gurihnya petis bumbon khas semarang makin mantap disantap bareng lontong". detikcom. Diakses tanggal 27 Juni 2022.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tahu tek

(seperti acar), lalu setelah disiram dengan saus kacang dengan campuran petis di atasnya, ditaburkan kerupuk udang yang bentuknya kecil dengan diameter

Rujak cingur

berdagang kuliner yakni rujak cingur. Awalnya pedagang dari Madura menggunakan Petis ikan cakalang khas Madura, tetapi untuk menyesuaikan dengan lidah masyarakat

Tahu petis

Tahu petis (bahasa Jawa: ๊ฆ ๊ฆฒ๊ฆธ๊ฆฅ๊ฆบ๊ฆ ๊ฆถ๊ฆฑ๊ง€code: jv is deprecated , translit.ย Tahu pรจtis) adalah jajanan khas kota Semarang berupa tahu goreng yang dimakan dengan

Rujak petis

Rujak petis (carakan: ๊ฆซ๊ฆธ๊ฆ—๊ฆ๊ง€๊ฆฅ๊ฆผ๊ฆ ๊ฆถ๊ฆฑ๊ง€) sering pula hanya disebut sebagai rujak adalah salah satu makanan tradisional varian Rujak berasal dari wilayah Surabaya

Lontong kupang

dari irisan lontong sebagai dasar, ditambah kupang dan disiram dengan kuah petis. Asal-usul lontong kupang berakar kuat pada komunitas nelayan dan tradisi

Petis runting

Petis runting adalah masakan khas Kabupaten Pati. Petis runting merupakan variasi masakan daging kambing yang hampir sama dengan gulai yang dicampur tepung

Petis ayam

Petis ayam adalah makanan khas kabupaten banjarnegara, bahan utamanya adalah daging ayam yang dimasak dengan bumbu kaya rempah dan menggunakan "petis

Petis Udang Paser

Petis Udang Paser adalah makanan khas dari daerah Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, yang terbuat dari hasil olahan kepala udang, gula jawa,