Tsar Alexander II dari Rusia menyambut Parlemen Finlandia pada 1863.

Pidato dari takhta (atau pidato takhta) adalah peristiwa dalam monarki tertentu di mana penguasa yang memerintah, atau perwakilannya, membacakan sebuah pidato kepada para anggota parlemen saat sebuah sesi dibuka, yang menjelaskan agenda pemerintah untuk sesi tersebut. Pidatonya disiapkan oleh para Menteri Mahkota dalam kabinet. Acara tersebut sering kali diadakan tahunan, meskipun di beberapa tempat bisa terjadi lebih atau kurang dari itu, tergantung kapal sesi parlemen baru dibuka. Beberapa republik mengadopsi praktik serupa di mana kepala negara, biasanya presiden, menyampaikan pidato kepada legislatur; contohnya, di Amerika Serikat, presiden membuat sebuah Pidato Negara Serikat (State of the Union Address) tahunan dan di Filipina, presiden juga membuat sebuah Pidato Kenegaraan tahunan.

Pada masa lalu, saat penguasa monarki memegang kekuasaan pribadi dalam pemerintah, pidato dari takhta akan menjelaskan kebijakan dan pandangan penguasa monarki tersebut; pidato semacam itu biasanya disiapkan oleh para penasehat raja, tetapi raja menaungi pembuatan pidato setidaknya beberapa bagian dan memberikan pernyataan akhir sebagai isinya. Dalam monarki konstitusional saat ini, yang berdasarkan pada hukum atau konvensi, kepala negara (atau perwakilannya) membacakan Pidato Dari Takhta, tetapi disiapkan oleh menteri-menteri mahkota dalam kabinet. Pidato tersebut berisi prioritas-prioritas pemerintah dalam menghormati agenda legislatifnya, di mana kerjasama parlemen terjadi.

Negara lain

sunting
Raja Alfonso XIII menyampaikan pidato kepada Cortes Generales Spanyol.

Monarki-monarki lainnya, seperti Belanda (Hari Pangeran)[1] dan Norwegia, memiliki upacara pidato takhta yang sangat mirip.

Di Jepang, Kaisar hanya membuat pidato sambutan pendek pada upacara pembukaan Parlemen;[2] ia tidak memberi rujukan kepada kebijakan-kebijakan pemerintah apapun, dan sebagai gantinya membolehkan menteri Jepang untuk menyampaikan materi-materi politik. Demikian pula di Swedia sejak pertengahan 1970an, raja memberikan pidato simbolik pendek atas permintaan Jurubicara Riksdag yang diakhiri dengan deklarasi raja tersebut terhadap pemukaan sesi tahunan Riksdag (bahasa Swedia: Riksmötet), dan diikuti oleh pernyataan agenda pemerintah dari perdana menteri (bahasa Swedia: Regeringsförklaring) untuk tahun legislatif mendatang.[3]

Di Thailand, raja memberikan pidato pada sesi bersama di Balai Tahta Ananta Samakhom yang menasehati Majelis Nasional dalam kerja mereka. Malaysia juga memiliki praktik yang sama, di mana Yang di-Pertuan Agong membuat sebuah pidato semacam itu kepada Parlemen Malaysia dalam sesi bersama saat pembukaan kenegaraannya setiap tahun pada bulan Maret.

Di Kanada, yang mana merupakan negara persemakmuran Britania Raya, pidato dari takhta juga dilakukan di setiap pembukaan parlemen. Pidato yang lazimnya dilakukan oleh raja atau ratu digantikan oleh Gubernur Jenderal Kanada sebagai wakil penguasa monarki Britania Raya. Pidato menggunakan dua bahasa yaitu Inggris dan Prancis, dua bahasa resmi di Kanada.

Pidato di negara republik

sunting

Beberapa republik juga mengadakan acara tahunan di mana presiden memberikan pidato untuk sesi bersama legislatif, seperti pidato Negara Serikat yang diberikan oleh Presiden Amerika Serikat. (di sebagian besar negara bagian AS, gubernur memberikan pidato Negara Bagian serupa).

Demikian pula dengan Presiden Filipina yang memberikan Pidato Kenegaraan. Sering kali hal semacam itu diadakan pada atau menjelang hari pertama sesi baru legislatur.

Di Indonesia juga digelar Pidato Kenegaraan yang diselenggarakan setiap tanggal 16 Agustus pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD. Presiden berpidato di hadapan anggota MPR dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan sekaligus membahas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk satu tahun ke depan serta mengevaluasi apa yang telah pemerintah kerjakan selama satu tahun ke belakang.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Prinsjesdag, the third Tuesday in September
  2. ^ McLaren, Walter Wallace (2007). A Political History of Japan During the Meiji Era, 1867-1912. Read Books. hlm. 361. ISBN 978-1-4067-4539-9.
  3. ^ Riksdag. "Programme for the opening of the 2007/08 Riksdag session". Hedman, Karin. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-10-10. Diakses tanggal 3 December 2009.

Pranala luar

sunting

Kanada

sunting

Britania Raya

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hubungan Arab Saudi dengan Takhta Suci

Hubungan Takhta Suci–Arab Saudi tidak secara resmi ada, tetapi terdapat beberapa pertemuan tingkat tinggi yang penting antara para pejabat Saudi dan Takhta Suci

Mangkunegara X

sumpah setia dan pidato sambutan oleh KGPAA. Mangkunegara X. Upacara ini dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, tiga penguasa pewaris takhta Mataram lainnya

William, Pangeran Wales

waris tetap dari takhta Inggris. Ia adalah anak tertua dari Charles III dan Diana, Putri Wales. William lahir pada masa pemerintahan nenek dari pihak ayahnya

Kantor Pers Takhta Suci

resmi tentang kegiatan Sri Paus dan berbagai departemen Kuria Romawi. Semua pidato, pesan, dokumen, serta pernyataan yang dikeluarkan oleh Direktur diterbitkan

Charles III dari Britania Raya

Negara Bagian Britania Raya, menyampaikan Pidato Ratu atas nama ibunya, sebagai penasihat negara. Charles naik takhta Britania Raya pada meninggalnya ibunya

Indonesia

(2022-12-03). ""Indonesia Merdeka," Pidato Pembelaan Hatta Saat Ditahan di Belanda Halaman all". KOMPAS.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-14. Diakses

Kunjungan Paus Leo XIV ke Spanyol tahun 2026

Pers Takhta Suci menerbitkan program resmi perjalanan tersebut, yang mencakup 21 acara selama enam hari, di mana Paus Leo XIV akan menyampaikan pidato dan

Akihito

berusaha mencitrakan keluarga kaisar dekat dengan masyarakat, seperti pidatonya melalui siaran televisi dan mengunjungi korban bencana. Akihito sendiri