Pyrethrum cinerariaefolium Trev
Tanacetum cinerariifolium Suntingan nilai di Wikidata

Pyrethrum cinerariaefolium Trev
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN202992 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KerajaanPlantae
OrdoAsterales
FamiliAsteraceae
TribusAnthemideae
GenusTanacetum
SpesiesTanacetum cinerariifolium Suntingan nilai di Wikidata
Sch.Bip., 1844
Tata nama
BasionimPyrethrum cinerariifolium (mul) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Sinonim taksonChrysanthemum cinerariifolium (mul) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Piretrum atau Tanaman Piretrum merupakan tumbuhan sejenis terna yang memiliki bunga. Tanaman ini tumbuh subur di lingkungan yang memiliki iklim dan cuaca serta topografi yang ekstrem/menantang. Sepanjang sejarahnya,[1] Piretrum telah dibudidayakan dan telah tumbuh liar didaerah lintang tinggi mulai dari pegunungan Alphen di Eropa sampai ke dekat Semenanjung Korea di timur. Beberapa waktu ini, Piretrum banyak dibudidayakan di Brazil, Australia, Afrika Timur terutama Kenya dan Meksiko.

Morfologi

sunting

Tanaman ini mempunyai tinggi 20โ€“70ย cm dan tumbuh baik pada ketinggian + 200 m.Piretrum tampil dengan daun majemuk, menyirip berwarna hijau dengan tangkai berbentuk segitiga yang panjangnya 6โ€“15ย cm dengan pangkal yang berpelepah pendek berwarna ungu. Bunga tanaman ini berwarna putih bersih yang disangga tangkai yang panjangnya sekita 15ย cm yang beralur dan berambut.Bunga tersebut berbonggol dengan diameter sampai 1ย cm.Sementara buahnya berbentuk jarum yang panjangnya 0,3โ€“4ย mm. Biji tersebut berukuran kecil kecil kuning. Kandungan yang terdapat minyak atsiri (parafin,piretrosin dan chrisantemin, piretrin, piretrolun dan sinerin).

Pemanfaatan

sunting

Tanaman dengan nama latin Phyretrum cinerariaefolium ini sebagai pestisida alami konon telah dikenalkan oleh bangsa Parsi atau orang-orang Persia (Iran) untuk mengendalikan kutu dan ulat sejak tahun 800-an masehi. Serbuk bunga piretrum mengandung bahan aktif piretrin yang efektif mengendalikan ulat, membunuh banyak jenis serangga dan kutu.

Saat ini telah dibuat beragam produk-produk hasil olahan piretrum. kenya tercatat sebagai salah satu negara utama yang menghasilkan produk-produk Piretrum. Piretrum umumnya dipakai sebagai insektisida alami

Produksi besar-besaran

sunting

Piretrum di Afrika Timur

sunting

Piretrum di Afrika Timur diperkenalkan oleh Inggris dan Amerika Serikat sekitar tahun 1920-an. Hal itu dilakukan karena Inggris dan Amerika Serikat melihat peluang/potensi besar penanaman piretrum didaerah Arika Timur. Sejak saat itulah Piretrum dibudidayakan oleh banyak petani-petani kecil di wilayah Kenya, Zanzibar dan Tanzania. Bahkan sejak tahun 1978, Kenya telah menjadi produsen piretrum nomor wahid dengan presentase 70ย % dari seluruh piretrum dihasilkan di Kenya.

Selain di Kenya, piretrum juga berkembang di Tanzania. Tanzania menghasilkan setidak-tidaknya 20ย % piretrum dunia. Penanaman piretrum dinegara itu terpusat di wilayah utara sekitar Gunung Kilimanjaro. Sejak tahun 1986, Tanzania memiliki Tanzania Pyrethrum Board ("TPB")/dewan piretrum Tanzania.

Piretrum di Australia

sunting

Piretrum di Australia pertama kali ditanam di pulau Tasmania dalam jumlah yang kecil. Sejak saat itu, piretrum ditanam diberbagai tempat di Australia. DI Queensland, tercatat ada beberapa pabrik sabun piretrum.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Sejarah Piretrum The history of pyrethrum Diarsipkan 2010-03-24 di Wayback Machine.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pestisida

diekstraksi dari daun tembakau untuk dijadikan insektisida. Abad ke 19, piretrum dari bunga krisan dan rotenon dari akar sayuran mulai dikembangkan. Dikloro

Kumis kucing

fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan

Kenya

merata. Kenya merupakan negara nomor wahid didunia dalam menghasilkan Piretrum yang merupakan insektisida alami. Rekor lain milik Kenya antara lain: negara

Obat nyamuk bakar

Obat nyamuk bakar biasanya dibuat menggunakan pasta kering dari bubuk piretrum. Koil (alat penyangga obat nyamuk) biasanya didirikan di tengah spiral

Pengendalian hama

belas dan sembilan belas, serta diikuti dengan pengenalan insektisida piretrum dan tuba. Penemuan berbagai insektisida sintetik, termasuk sebagai DDT

Manajemen hama terpadu

pestisida yang berasal dari senyawa tumbuhan alami seprti nikotin dan piretrum telah tersedia dan dinilai tidak membahayakan lingkungan. Penerapan pestisida

Rwanda

penduduk, sehingga makanan harus diimpor. Hasil panen meliputi kopi, teh, piretrum, pisang, kacang, sorgum, dan kentang. Kopi dan teh adalah komoditas ekspor

Phellodendron amurense

pengobatan Tiongkok. Minyaknya memiliki efek insektisida yang serupa dengan piretrum. Minyak ini mengandung beragam senyawa aktif biologis, seperti flavonoid