Planh adalah genre puisi ratapan tradisional dari masa Abad Pertengahan di Eropa.[1] Jenis puisi ini ditulis dalam bahasa Oksitan dan dinyanyikan oleh para musisi pengembara yang disebut trobadur. Fungsi utamanya adalah untuk meratapi kematian seorang tokoh penting, anggota keluarga kerajaan, atau kekasih.[2]

Struktur dan Ciri

sunting

Gaya penulisan Planh mengikuti pola puisi sirventes, namun memiliki nada dan emosi yang sangat sedih. Struktur isinya biasanya dibagi menjadi beberapa bagian utama:

  • Pernyataan dukacita mendalam atas kepergian mendiang.
  • Pujian terhadap jasa, kebaikan, dan kehormatan semasa hidupnya.
  • Doa atau permohonan keselamatan untuk jiwa mendiang di akhirat.[3]

Contoh Terkenal

sunting

Salah satu karya Planh yang paling terkenal dalam sejarah adalah lagu ratapan untuk kematian Raja Richard si Hati Singa (Richard I dari Inggris) pada tahun 1199. Karya tersebut digubah oleh seorang trobadur terkenal bernama Gaucelm Faidit.[4]

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Gerakan Perang Salib

menggunakan ragam-ragam tembang tradisional seperti sirventes, pastorella, dan planh. Sarjana kesusastraan Linda Paterson mengetengahkan nyanyian Oksitan gubahan

Nuรฑo Sรกnchez

atau pada awal tahun 1242. Penyanyi keliling Aimeric de Belenoi mengarang planh untuk mengenangnya, menceritakan reputasinya atas cintanya pada kerajaan