Popcorn
Ditulis olehBen Elton
Tayang perdana1996
Tempat tayang perdanaNottingham Playhouse
Nottingham, Inggris
Bahasa asliBahasa Inggris
GenreKomedi
LatarLos Angeles, California

Popcorn adalah drama karya Ben Elton yang didasarkan akan novelnya sendiri yang berjudul sama. Popcorn menceritakan tentang seorang sutradara Hollywood bernama Bruce Delamitri yang baru saja memenangkan piala Oscar untuk filmnya Ordinary Americans. Film ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang menjelajah seluruh negara dan membunuh orang seenaknya, ala Natural Born Killers, film karya Oliver Stone. Pada pagi hari setelah acara penghargaan Oscar, Bruce didatangi sepasang kekasih yang juga telah melakukan hal yang mirip dengan cerita film itu. Mereka ingin menghindar dari hukuman mati dengan mengalihkan kesalahan pada Bruce.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

CGV Cinemas Indonesia

fasilitas pendukung di beberapa bioskop mereka. Setiap bioskop memiliki Popcorn Zone di mana penonton dapat membeli berondong untuk dibawa masuk auditorium

Paul Newman

menjadi produsen berbagai macam produk makanan: saus pasta, lemonade, popcorn, dan salsa. Setelah dipotong pajak, Newman menyumbangkan keuntungan perusahaan

Skandar Keynes

David (2006-06-19). "William Moseley and Skandar Keynes Interview!". Popcorn. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-27. Diakses tanggal 2008-06-25. So

Laudya Cynthia Bella

2018. Diakses tanggal April 14, 2018. "Laudya Cynthia Bella Menang 'Piala Popcorn' MIMA 2005". Diakses tanggal April 2, 2025. "Laudya C. Bella Batal Main

Daftar artis cilik Indonesia

Biang Kerok Cilik (2012) Si Cemong (2013) Keluarga Ncang Mahmud (2014) Popcorn (2016) — Zulfa Maharani 1999 12 2011—sekarang Si Kriwil (2011) [[Yang Masih

Luciano Ligabue

film dan penulis asal Italia. Ligabue (1990) Lambrusco coltelli rose & popcorn (1991) Sopravvissuti e sopravviventi (1993) A che ora è la fine del mondo

Arco Renz

N°1407, 20/12/2013 - 09/01/2014, p. 23 Pieter T'Jonck, Gespannen spieren en popcorn, in: De Standaard, 23/04/2001 Pieter T'Jonck, Abstract met inhoud, in:

Heidi Gardner

paruh waktu di Teater Tivoli, di mana ia melakukan segalanya "mulai dari menjual tiket hingga membuat popcorn". Ia kemudian menganggap teater sebagai "yang