Portiko Istana Croome di Croome D'Abitot, Inggris.

Portiko adalah sebuah beranda di pintu masuk suatu bangunan yang atapnya ditopang oleh sejumlah tiang.[1] Portiko banyak digunakan dalam arsitektur yunani kuno dan sejak itu juga telah memengaruhi arsitektur di wilayah-wilayah lain, terutama di negara-negara barat. Beberapa contohnya adalah Portiko Timur di Gedung Capitol, portiko yang menghiasi Pantheon di Roma, serta portiko di University College London.

Atap suatu portiko biasanya berupa sebuah pedimen. Andrea Palladio, seorang arsitek renaisans berkebangsaan Italia, adalah pelopor penggunaan portiko bergaya kuil yunani kuno pada bangunan-bangunan sekuler. Di Britania Raya, portiko di wastu the Vyne adalah yang pertama kali menggunakan gaya tersebut pada sebuah wastu inggris.

Jenis-Jenis

sunting

Penentuan jenis portiko bergaya kuil yunani kuno didasarkan atas jumlah pilar yang menyangga atapnya. Unsur -stila pada penamaan jenis portiko berasal dari bahasa Yunani ฯƒฯ„แฟฆฮปฮฟฯ‚ 'kolom'.

Tetrastila

sunting

Terdapat empat buah pilar pada portiko tetrastila. Portiko ini biasa dibangun oleh orang-orang Yunani dan Etruria pada struktur-struktur berukuran kecil, seperti bangunan publik dan amfiprostila. Sementara, orang-orang Romawi cukup banyak memilih portiko jenis ini pada kuil-kuil dan bangunan besar mereka. Bangunan di pusat pemerintahan provinsi-provinsi Romawi juga sering menggunakan portiko tetrastila, seperti Kuil Kapitolina di Volubilis, (saat ini) Maroko. Portiko Utara Gedung Putih juga mengadopsi gaya tetrastila, menjadikannya portiko berpilar empat paling terkenal di Amerika Serikat.

Heksastila

sunting
Kuil Konkordia di daerah Valle dei Templi, Kota Agrigento, yang menggunakan gaya heksastila dengan pilar berlanggam doria.

Portiko heksastila memiliki enam buah pilar. Jenis portiko ini menjadi standar yang digunakan pada langgam arsitektur doria, khususnya selama periode yunani arkais (600โ€”550 SM) hingga zaman Perikles (450โ€”430 SM).

Oktastila

sunting

Portiko oktastila memiliki delapan buah pilar. Jenis postiko ini lebih jarang ditemukan daripada jenis heksastila pada tatanan kanon arsitektur yunani klasik. Contoh yang terkenal adalah Parthenon di Kota Athena, Yunani, serta Pantheon di Kota Roma, Italia. Parthenon dibangun di masa pemerintahan Perikles pada tahun 450โ€”430 SM, sedangkan Pantheon sekitar tahun 125 SM. Di samping itu, Kuil Divus Augustus di Kota Roma, kuil pusat kultus Kaisar Augustus, yang kini telah runtuh sebagian digambarkan dibangun dengan portiko oktastila pada koin-koin abad kedua masehi.

Dekastila

sunting
Gedung Wilkins, gedung utama Universitas Kolese London.

Portiko dekastila ditopang oleh sepuluh buah pilar, seperti pada Kuil Apolo di Miletus, sebuah kota yunani kuno di (saat ini) Distrik Didim, Provinsi Aydฤฑn, Turki. Jenis portiko ini juga digunakan oleh Gedung Utama Universitas Kolese London . Sementara itu, satu-satunya bangunan romawi dengan portiko dekastila adalah Kuil Venus dan Roma yang dibangun oleh Kaisar Hadrianus sekitar tahun 130 M.

Referensi

sunting
  1. ^ Cyril M. Harris, Dictionary of Architecture & Construction (edisi ke-4, McGraw-Hill 2006) hlm. 752.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Persepolis

adegan raja memerangi monster. Dua patung batu banteng raksasa mengapit portiko utara. Kepala salah satu banteng ini kini disimpan di Oriental Institute

Apadana

deprecated ) adalah balai hipostilium agung, balai audiensi besar dan portiko di istana Persepolis, ibu kota Kekaisaran Persia. Balai Apadana di Persepolis

Masjid Badshahi

jemaah di ruang sholat utamanya dan 95.000 jemaah di halaman tengah serta portiko, menjadikannya sebagai masjid terbesar di dunia dari tahun 1673 hingga

Agripa I

Berytus ia membangun sebuah teater dan amfiteater, tempat permandian, dan portiko. Ia membangun dengan kemegahan yang sama kota-kota Sebaste, Heliopolis

Katedral Singapura

Katedral Gembala Baik dibangun dengan gaya Renaisans yang terkendali. Portikonya bergaya Palladian, yang didirikan di sini oleh George Drumgoole Coleman

Perpustakaan Pusat Manchester

dan dibangun antara tahun 1930 hingga 1934. Bentuk bangunannya berupa portiko berkolom yang terhubung dengan struktur rotunda berkubah secara longgar

Sanchi

terdiri atas ruangan dalam suci beratap rata berdebah bujur sangkar dengan portiko dan empat pilar. Bagian dalam dan ketiga sisi luarnya polos tanpa hiasan

Piramida Sahure

melalui sebuah portikoโ€”pintu masuk samping ke kuil makam Sahureโ€”yang diapit oleh dua kolom granit yang memuat gelar kerajaan Sahure. Lantai portiko dilapisi