Infotaula de geografia polรญticaPantulan pasca-glasial
gerak Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
ย 

Pantulan pasca-glasial ( kadang-kadang disebut Rebound Continental ) adalah munculnya massa tanah yang tertekan oleh beban berat dari es selama periode glasial terakhir, melalui proses yang dikenal sebagai depresi isostatic. Pantulan pasca-glasial dan depresi isostatic adalah bagian yang berbeda dari proses yang dikenal sebagai isostasy glasial, penyesuaian isostatic glasial, atau glacioisostasy . [butuh rujukan]

Glacioisostasy adalah deformasi bumi padat terkait dengan perubahan distribusi massa es. Yang paling jelas dan langsung memengaruhi Pantulan pasca-glasial yang tampak jelas di bagian Utara Eurasia, Amerika Utara, Patagonia, dan Antartika. Namun, melalui proses yang dikenal sebagai ocean siphoning dan Levering benua, efek Pantulan pasca-glasial di permukaan laut sangat terasa secara global jauh dari lokasi saat ini dan mantan lapisan es.[butuh rujukan]

Pantulan pasca-glasial menghasilkan efek terukur pada gerakan kerak vertikal, permukaan air laut global, gerakan kerak horisontal, medan gravitasi, gerak rotasi bumi dan keadaan stres dan gempa bumi . Studi Pantulan pasca-glasial memberikan informasi tentang hukum aliran batuan mantel dan juga es sejarah masa lalu lembar . Penting untuk mempelajari konveksi mantel, lempeng tektonik dan evolusi termal Bumi . Yang terakhir ini penting untuk glasiologi, paleoklimatik dan perubahan permukaan laut global. Pemahaman Rebound postglacial juga penting untuk kemampuan kita untuk memantau perubahan global baru-baru ini .[butuh rujukan]

Kecepatan dan jumlah Pantulan pasca-glasial ditentukan oleh dua faktor: viskositas atau reologi (yaitu, aliran) dari mantel, dan pemuatan es muat sejarah di permukaan bumi. Viskositas mantel penting dalam memahami konveksi mantel, lempeng tektonik, proses dinamis di bumi, negara termal dan evolusi termal Bumi. Namun viskositas sulit untuk diamati karena percobaan creep batuan mantel mengambil ribuan tahun untuk mengamati dan suhu dan kondisi tekanan ambien tidak mudah dicapai untuk waktu yang cukup lama. Dengan demikian, pengamatan Pantulan pasca-glasial memberikan percobaan alami untuk mengukur mantel reologi.[butuh rujukan]

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Indonesia

Grootes, Pieter M. (2000). "Rapid Flooding of the Sunda Shelf: A Late-Glacial Sea-Level Record". Science. 288 (5468): 1033โ€“1035. Bibcode:2000Sci...288

Australia

(2018). The Edge of Memory: Ancient Stories, Oral Tradition and the Post-Glacial World. Bloomsbury Publishing. hlm.ย 16. ISBNย 978-1-4729-4327-9. Diarsipkan

Satellite laser ranging

panjang. Beberapa aplikasi SLR mencakup penyediaan sistem referensi untuk post-glacial rebound (pergerakan kerak bumi setelah lepasnya beban es dari periode

Kehidupan liar di Islandia

Schomacker, Anders (1 May 2021). "Ancient sedimentary DNA shows rapid post-glacial colonisation of Iceland followed by relatively stable vegetation until

Harimau kalimantan

(2005). "Palaeoenvironments of insular Southeast Asia during the Last Glacial Period: A savanna corridor in Sundaland?". 24 (20โ€“21). Quaternary Science

Periode Afrika basah

Gasse, Franรงoise; Van Campo, Elise (September 1994). "Abrupt post-glacial climate events in West Asia and North Africa monsoon domains". Earth

Ascarina lucida

JSTORย 24056193. McGlone, M. S.; Moar, N. T. (1977). "The Ascarina Decline and Post-Glacial Climatic Change in New Zealand". New Zealand Journal of Botany. 15 (2):

Danau glasial

1007/s11442-018-1467-z. MacKereth, F. J. H. (1966). "Some chemical observations on post-glacial lake sediments". Philosophical Transactions of the Royal Society of London