Jangan sampai tertukar dengan Posfeminisme

Feminisme postmodern adalah cabang dari feminisme yang menolak gagasan tentang subjek perempuan yang universal atau tunggal.[1][2][3] Dengan memanfaatkan teori-teori dari filsafat postmodern, aliran ini mempertanyakan pandangan tradisional tentang gender, identitas, dan kekuasaan, serta menekankan bahwa konsep-konsep tersebut bersifat sosial dan konstruktif.

Para feminis postmodern berpendapat bahwa bahasa membentuk realitas, dan bahwa kekuasaan tertanam dalam norma-norma sosial yang membentuk identitas serta membatasi kebebasan individu. Karena itu, mereka berupaya untuk menantang oposisi biner tradisional (misalnya, laki-laki/perempuan, budaya/alam) dan mendekonstruksi hierarki yang menopang struktur sosial patriarkal.[1]

Tidak semua feminis menerima integrasi teori postmodern ke dalam teori feminis. Sebagian menganggap bahwa pemikiran postmodern justru melemahkan kritik struktural yang berusaha dibangun oleh feminisme, sedangkan feminis lain melihat penyatuan keduanya sebagai langkah progresif untuk memahami kompleksitas identitas dan pengalaman perempuan.[4]

Landasan teoretis

sunting

Jacques Derrida

sunting

Jacques Derrida (1930–2004)[5] menentang gagasan tentang kebenaran tunggal dan objektif atau apa yang disebutnya sebagai “transcendental signifier.” Ia berpendapat bahwa makna tidak bersifat tetap, melainkan dibentuk melalui rantai tanpa akhir dari tanda-tanda (signifiers) yang hanya merujuk satu sama lain. Derrida memperkenalkan konsep différance, yakni ide bahwa bahasa bekerja melalui perbedaan dan penundaan makna secara terus-menerus. Dengan demikian, bahasa bukanlah alat yang merepresentasikan realitas, melainkan mekanisme yang membentuk realitas itu sendiri.[1]

Michel Foucault

sunting

Michel Foucault (1926–1984)[6] melihat kekuasaan bukan sebagai sesuatu yang terpusat, melainkan sebagai kekuatan yang menyebar dan meresap di seluruh jaringan sosial. Bagi Foucault, kekuasaan tidak hanya bersifat menindas, tetapi juga produktif, karena ia membentuk subjektivitas individu melalui institusi, norma, dan pengawasan diri yang terinternalisasi.Dengan memahami bagaimana kekuasaan bekerja dalam tubuh sosial, individu dapat menantang struktur dominasi dan membangun ulang identitasnya secara sadar.[1]

Feminisme Prancis

sunting

Feminisme Prancis, sebagaimana dikenal saat ini, bukanlah aliran pemikiran yang secara sadar dibentuk di Prancis, melainkan konstruksi intelektual Anglo-Amerika yang digunakan untuk menggambarkan teori-teori tertentu dari sejumlah pemikir berbahasa Prancis—khususnya Hélène Cixous, Luce Irigaray, dan Julia Kristeva.[7] Karya-karya mereka sangat dipengaruhi oleh psikoanalisis Freudian dan Lacanian, dengan fokus pada pengalaman pra-Oedipal, representasi maternal, dan alam bawah sadar (the unconscious).[8]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d Tong, Rosemarie (1989). Feminist thought : a comprehensive introduction. Internet Archive. Boulder, Colo. : Westview Press. ISBN 978-0-8133-0427-4.
  2. ^ Ebert, Teresa L. (1991). "The "Difference" of Postmodern Feminism". College English. 53 (8): 886–904. doi:10.2307/377692. ISSN 0010-0994.
  3. ^ Digeser, Peter (1994-09-01). "Performativity Trouble: Postmodern Feminism and Essential Subjects". Political Research Quarterly (dalam bahasa Inggris). 47 (3): 655–673. doi:10.1177/106591299404700305. ISSN 1065-9129.
  4. ^ Kantambu, Latting, Jean (1995-11-01). "Postmodern Feminist Theory and Social Work: A Deconstruction". Social Work (dalam bahasa Inggris). 40 (6). doi:10.1093/. ISSN 0037-8046. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  5. ^ Powell, Jason (2006-05-24). Jacques Derrida: A Biography (dalam bahasa Inggris). A&C Black. ISBN 978-1-4411-3172-0.
  6. ^ "Michel Foucault | French Philosopher, Historian & Social Theorist | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). 2025-10-11. Diakses tanggal 2025-11-08.
  7. ^ https://hal.science/hal-00571299/file/PEER_stage2_10.1177%252F1350506807075816.pdf
  8. ^ Weil, Kari (2006). Rooney, Ellen (ed.). French feminism’s écriture féminine. Cambridge Companions to Literature. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 153–171. ISBN 978-0-521-80706-7.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Illuminati

dari diterbitkannya The Illuminatus! Trilogy, sebuah karya fiksi ilmiah postmodern yang ceritanya menampilkan Illuminati sebagai penguasa dunia. Para penulis

Three of Hearts: A Postmodern Family

Three of Hearts: A Postmodern Family adalah sebuah film dokumenter tahun 2004 yang disutradarai oleh Susan Kaplan. Film ini mencakup beberapa tahun hubungan

Penelitian

Kuantitatif-Kualitatif Mixed Methods Positivism-Postpositivism-Phenomenology- Postmodern Filsafat, Paradigma, Teori, Metode dan Laporan. Jakarta: PRENADAMEDIA

László Krasznahorkai

karena karya-karyanya yang rumit dan menantang, sering kali diberi label postmodern, dengan tema-tema distopia dan suasana melankolis Beberapa novelnya seperti

Sepuluh Perintah Allah

(Inggris) Turner, Philip (2005). "The Ten Commandments in the Church in a Postmodern World". Dalam Braaten, Carl E.; Seitz, Christopher (ed.). I Am the Lord

Filsafat pascamodern

Filsafat pascamodern adalah aliran filsafat yang memiliki arahan proyeksi kritis terhadap asumsi-asumsi dasar filsafat Barat dan terutama filsafat dari

Nihilisme

dieksplorasi lebih jauh oleh Dadaisme, eksistensialisme, dan filsafat postmodern. Nihilisme adalah sebuah rumpun pandangan yang menolak atau menyangkal

Anna Wintour

Wintour. Anna Wintour di IMDb (dalam bahasa Inggris) Magazine Editing in Postmodern Times: Anna Wintour an Iconic Postmodern Editor at proof-reading.org