Postumus

Postumus (lahir sekitar tahun 230 M โ€“ meninggal 269 M) adalah seorang jenderal Romawi yang mendirikan Kekaisaran Galia, sebuah entitas politik yang memisahkan diri dari Kekaisaran Romawi selama Krisis Abad Ketiga. Ia memerintah sebagai kaisar dari tahun 260 M hingga 269 M. Kekaisaran Galia, yang mencakup wilayah Galia, Hispania, dan Britania, berdiri sebagai kekuatan yang mencoba mempertahankan stabilitas di wilayah barat Kekaisaran Romawi yang sedang kacau.

Latar Belakang

sunting

Asal-usul

sunting

Hanya sedikit yang diketahui tentang asal-usul Postumus, termasuk tempat kelahirannya. Beberapa catatan menunjukkan bahwa ia mungkin berasal dari Galia atau wilayah perbatasan Jermanik, mengingat fokusnya pada pertahanan daerah tersebut. Nama "Postumus" menunjukkan bahwa ia berasal dari kalangan rakyat biasa, bukan aristokrasi Romawi.

Karier Militer Awal

sunting

Postumus kemungkinan besar memulai kariernya sebagai seorang perwira militer di perbatasan barat Kekaisaran Romawi. Ia menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memimpin pasukan dan mempertahankan wilayah perbatasan dari serangan suku-suku barbar seperti Alemanni dan Franka. Pada masa pemerintahan Kaisar Gallienus, Postumus menjabat sebagai komandan militer di Galia, bertugas melindungi provinsi-provinsi barat dari ancaman eksternal.

Pendeklarasian Sebagai Kaisar

sunting

Pada tahun 260 M, Kaisar Gallienus tengah menghadapi berbagai krisis, termasuk invasi dari Goth dan konflik internal. Saat itu, putra Gallienus, Saloninus, yang masih sangat muda, ditempatkan di Colonia Agrippina (kini Kรถln, Jerman) bersama pengawal dan penasihatnya, Silvanus. Ketegangan muncul antara pasukan Romawi lokal, yang dipimpin oleh Postumus, dan administrasi pusat yang dianggap tidak efektif.

Setelah kemenangan besar Postumus melawan suku-suku barbar di perbatasan, pasukannya memproklamirkannya sebagai kaisar. Postumus segera menyerang Colonia Agrippina, membunuh Saloninus dan Silvanus. Peristiwa ini menandai berdirinya Kekaisaran Galia, sebuah kekaisaran yang memisahkan diri dari kekuasaan Roma.

Pemerintahan

sunting

Stabilitas dan Keamanan

sunting

Postumus memusatkan pemerintahannya di Galia dan wilayah sekitarnya, termasuk Hispania dan Britania. Ia berhasil menciptakan stabilitas di wilayah barat, terutama dengan memperkuat pertahanan terhadap serangan suku-suku barbar. Postumus juga menolak klaim untuk memperluas kekuasaannya ke wilayah Italia, memilih untuk fokus pada perlindungan wilayah yang sudah dikuasainya.

Kebijakan Ekonomi dan Sosial

sunting

Di bawah Postumus, Kekaisaran Galia menerbitkan koin-koinnya sendiri, yang meniru gaya dan standar koin Romawi. Hal ini menunjukkan upayanya untuk melegitimasi kekuasaan dan mempertahankan kesinambungan ekonomi. Ia juga mendirikan institusi-institusi pemerintahan yang mirip dengan Kekaisaran Romawi, termasuk Senat lokal di Galia.

Hubungan dengan Roma

sunting

Meskipun memisahkan diri dari Kekaisaran Romawi, Postumus tetap mempertahankan simbol-simbol tradisional kekaisaran Romawi. Ia tidak mengklaim sebagai musuh Gallienus, tetapi sebagai pelindung wilayah barat yang merasa diabaikan oleh pemerintahan pusat. Gallienus, pada gilirannya, berusaha merebut kembali Galia, tetapi gagal dalam beberapa kampanye militer.

Keberhasilan Militer

sunting

Postumus dikenal sebagai pemimpin militer yang kompeten. Ia beberapa kali mengalahkan suku-suku barbar seperti Franka dan Alemanni yang mencoba menembus perbatasan Romawi. Salah satu keberhasilan besarnya adalah memukul mundur serangan besar-besaran Franka pada tahun 263 M, yang berpotensi menghancurkan Galia.

Kematian

sunting

Pada tahun 269 M, Postumus menghadapi pemberontakan dari salah satu bawahannya, Laelianus, yang mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar di Mogontiacum (kini Mainz, Jerman). Postumus berhasil mengalahkan Laelianus dan merebut kembali Mogontiacum. Namun, pasukan Postumus memberontak karena ia melarang mereka menjarah kota tersebut. Dalam kerusuhan yang terjadi, Postumus dibunuh oleh tentaranya sendiri.

Kematian Postumus mengakibatkan Kekaisaran Galia jatuh ke dalam ketidakstabilan, dengan serangkaian kaisar lemah yang menggantikannya. Kekaisaran Galia akhirnya berakhir pada tahun 274 M, ketika Kaisar Romawi Aurelianus berhasil menyatukan kembali wilayah tersebut ke dalam Kekaisaran Romawi.

Referensi

sunting
  1. Drinkwater, J. F. The Gallic Empire: Separatism and Continuity in the North-Western Provinces of the Roman Empire. Franz Steiner Verlag, 1987.
  2. Potter, David S. The Roman Empire at Bay: AD 180-395. Routledge, 2004.
  3. Southern, Pat. The Roman Empire from Severus to Constantine. Routledge, 2001.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Gaius Rabirius Postumus

Gaius Rabirius Postumus, dibela oleh Cicero (54 SM) dalam pidato Pro Rabirio Postumo, saat didakwa di Mesir dan berseteru dengan Aulus Gabinius. Rabirius

Kleopatra

Gayus Rabirius Postumus, cukong Romawi yang sudah lama memodalinya itu, menjadi menteri keuangan. Dalam setahun, Gayus Rabirius Postumus ditempatkan di

Laelianus

Sassaniyah, Kekaisaran Galia didirikan oleh Postumus. Laelianus menjadi salah satu jenderal utama Postumus dan memainkan peran penting dalam mempertahankan

Kekaisaran Galia

Kekaisaran ini didirikan oleh Jenderal Romawi Marcus Cassianius Latinius Postumus setelah terjadi ketidakstabilan di Roma selama Krisis Abad Ketiga. Kekaisaran

Augustus

putri: Gaius Caesar, Lucius Caesar, Vipsania Julia, Agrippina, dan Agrippa Postumus, dinamai demikian karena ia lahir setelah Marcus Agrippa meninggal. Pada

Marcus Aurelius Marius

Kekaisaran Galia yang memerintah pada tahun 269 setelah peristiwa pembunuhan Postumus. Marius adalah seorang pandai besi yang mendapatkan julukan Mamurius Veturius

Wangsa Habsburg

bangsa Turki pada tahun 1439, dan setelah kematian putranya Ladislaus Postumus pada tahun 1457, para Habsburg kehilangan Bohemia dan Hungaria lagi. Kerajaan-kerajaan

Tetricus I

memisahkan diri dari Kekaisaran Romawi pada tahun 260 M di bawah pimpinan Postumus. Tetricus naik takhta setelah kematian Kaisar Victorinus dan memerintah