President Harry S. Truman and Prime Minister Winston Churchill on the steps of the "Little White House," the... - NARA - 198764
Harry S. Truman dan Winston Churchill di "Rumah Putih Kecil", Potsdam, Jerman pada bulan Juli 1945

Deklarasi Potsdam atau Proklamasi yang Menentukan Syarat-syarat Penyerahan Jepang, adalah pernyataan yang menyerukan penyerahan seluruh angkatan bersenjata Jepang selama Perang Dunia II. Pada tanggal 26 Juli 1945, Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman, Perdana Menteri Britania Raya Winston Churchill, dan Presiden Tiongkok Chiang Kai-shek mengeluarkan dokumen tersebut, yang menguraikan syarat-syarat penyerahan diri bagi Kekaisaran Jepang, sebagaimana disepakati dalam Konferensi Potsdam. Ultimatum tersebut menyatakan bahwa, jika Jepang tidak menyerah, negara itu akan menghadapi "kehancuran total dan segera".[1][2]

Adapun bunyi dari proklamasi Potsdam adalah sebagai berikut:

Telah tiba waktunya bagi Jepang untuk memutuskan apakah akan membiarkan dirinya dikendalikan oleh penasihat-penasihat militernya yang mengikuti keinginannya sendiri dan dengan perhitungan-perhitungan yang tidak realistis, yang telah membawa Kekaisaran Jepang ke ambang kemusnahan, ataukah ia akan memilih jalan yang berdasarkan akal yang sehat.

Berikut ini adalah syarat syarat kami. Kami tidak akan menyimpang dari syarat-syarat itu. Tidak pula ada pilihan lain. Kami tidak akan menerima penguluran waktu.

Kekuasaan dan pengaruh dari mereka yang menyesatkan rakyat Jepang untuk berusaha menaklukkan dunia harus dilenyapkan selama-lamanya, karena kami berkeyakinan bahwa orde-baru yang cinta damai, aman dan berkeadilan tidak mungkin terbentuk tanpa militerisme yang tidak bertanggungjawab tidak dilenyapkan dari muka bumi.

Kami tidak bermaksud memperbudak bangsa Jepang atau memusnahkannya sebagai bangsa, tetapi semua penjahat perang harus diadili secara keras, termasuk mereka yang melakukan kekejaman terhadap para tawanan.

Pemerintah Jepang harus menghilangkan halangan bagi bangunnya kebebasan dan demokrasi dan harus memperkuatnya di antara rakyat Jepang. Kebebasan untuk mengemukakan pendapat, beragama dan berfikir harus ditegakkan seperti halnya penghormatan atas hak-hak asasi manusia.

Kami menghimbau pemerintah Jepang untuk sekarang juga menyatakan bahwa semua angkatan bersenjatanya menyerah tanpa syarat.

Pilihan lain bagi Jepang berarti kerusakan total dalam waktu segera.

Referensi

sunting
  1. ^ "Potsdam Declaration: Proclamation Defining Terms for Japanese Surrender Issued, at Potsdam, July 26, 1945". National Science Digital Library.
  2. ^ "Milestones: 1937โ€“1945 / The Potsdam Conference, 1945". United States Department of State, Office of the Historian.

Sumber

sunting
  • Artikel "Ketika Kaisar Hirohito Disandera Pengawal Istana", Majalah Intisari edisi Agustus 1983.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Hari Kemenangan atas Jepang

Diarsipkan 2017-05-17 di Wayback Machine. | Japanese acceptance of Potsdam Declaration announced by President Truman "Truman Library - Public Papers". Diarsipkan

Republik Rakyat Polandia

Solidarity". NSZZ Solidarnoล›ฤ‡. Diakses tanggal 2026-04-18. "The Potsdam Declaration". University of Perpignan. Diakses tanggal 2026-04-18. Sejarah Republik

Deklarasi Berlin (1945)

administrasi dan perbatasannya sebelum Konferensi Potsdam yang akan datang. http://avalon.law.yale.edu/wwii/ger01.asp - Full text of the Berlin Declaration

Menyerahnya Jepang

Amerika Serikat menyerukan penyerahan tanpa syarat Jepang dalam Deklarasi Potsdam pada tanggal 26 Juli 1945โ€”alternatifnya adalah "kehancuran total dan segera"

Deklarasi darurat iklim

behind a Climate Emergency Declaration petition, which had been launched in Australia in May 2016, the first governmental declaration of a climate emergency

Putaran Pembangunan Doha

(2005). Perundingan yang terkait berlangsung di Paris, Prancis (2005), Potsdam, Jenewa (2007), dan Jenewa, Swiss (2004, 2006, 2008). Proses negosiasi

Gyokuon-hลsล

kepada rakyat Jepang bahwa Kekaisaran Jepang telah menerima Konferensi Potsdam yang menuntut penyerahan tanpa syarat oleh tentara Jepang pada akhir Perang

Penyerahan kembali Taiwan

tercantum dalam Deklarasi Kairo dan ditegaskan kembali dalam Deklarasi Potsdam, yang menyerukan pemenuhan persyaratan ini. Tujuan mereka adalah agar Jepang