PPKA PT Kereta Api Indonesia yang memastikan semboyan 21 pada rangkaian kereta lengkap.
PPKA PT Kereta Api Indonesia yang memastikan semboyan 21 pada rangkaian kereta lengkap.

Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) adalah petugas yang mengatur perjalanan kereta api dalam suatu wilayah kerja tertentu. Untuk menduduki jabatan sebagai seorang PPKA harus yang memenuhi persyaratan kualifikasi tentang tatacara pengaturan perjalanan kereta api.

Kegiatan

sunting
Tongkat rambu dan lentera, dua perangkat semboyan utama bagi PPKA.

Kegiatan pengaturan perjalanan kereta api meliputi:[1]

  1. penyusunan garis besar perjalanan kereta api, merupakan penyusunan garis besar rencana operasi kereta api tentang jenis, jumlah, jadwal, dan rangkaian kereta api yang akan dijalankan di lintas yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan angkutan;
  2. pembuatan rencana perjalanan kereta api;
  3. pembuatan grafik perjalanan kereta api (gapeka);
  4. perubahan, penambahan dan/atau pengurangan perjalanan kereta api pada gapeka, gapeka ditinjau kembali dengan ketentuan:
    1. keterlambatan kereta api rata-rata melebihi toleransi yang ditetapkan;
    2. tidak ada kesesuaian antara gapeka dengan kebutuhan;
    3. perubahan kondisi prasarana, sarana dan sumber daya manusia.;
  5. penentuan kereta api yang jalan;
  6. pembatalan dan pengumuman perjalanan kereta api.

Tugas seseorang PPKA adalah menjaga agar pengaturan tersebut di atas dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Ruang kendali PPKA

sunting
Meja layan PPKA

Ruang kendali pimpinan PPKA merupakan jantung operasional pelayanan kereta. Sebab, dari ruang itulah petugas mengawasi lintasan mana yang akan dilalui setiap kereta, baik masuk maupun keluar stasiun.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Keputusan Menteri Perhubungan KM 22 Tahun 2003 tentang Pengoperasian Kereta Api


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tabrakan kereta api Cicalengka 2024

Kumparan dan Kompas, PPKA Stasiun Haurpugur "memberangkatkan KRD Bandung Raya" sebelum Turangga melintas di stasiunnya dan PPKA Stasiun Cicalengka "melaporkan

Tabrakan kereta api Bintaro 1987

pergiliran PPKA dari shift malam ke shift pagi. Saat serah terima shift tersebut, Mad Ali yang merupakan PPKA shift malam memberi tahu PPKA shift pagi

Tabrakan KRL Jabotabek Ratujaya 1993

berawal dari misinformasi antara petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) di pemberangkatan Stasiun Depok dan Stasiun Citayam. Peristiwa ini bermula

Tabrakan kereta api Ratujaya 1968

tiba di Stasiun Depok dari arah Jakarta. PPKA Stasiun Depok, Achnan Nata Menggala kemudian menghubungi PPKA Stasiun Citayam, Subandi Kuswara Amidjaja

Slamet Suradio

sama sekali tidak bersalah, karena mengaku mendapatkan Semboyan 40 dari PPKA yang menandakan bahwa lintasan rel yang akan dilalui KA 225 tersebut dalam

Persinyalan dan semboyan kereta api di Indonesia

dipahami oleh seluruh pihak yang terlibat dalam perjalanan kereta api (misalnya PPKA, masinis, kondektur, petugas sinyal, dan petugas langsir). Peraturan baru

Tragedi Bintaro (film)

Efendi, ayah Juned Tino Karno sebagai rekan Efendi Aspar Paturusi sebagai PPKA Stasiun Sudimara Nyoman Ayu Lenora Cynthia Fransiska Ferry Iskandar Andi

Petugas rumah sinyal

Irlandia. Tugas yang serupa adalah Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), tetapi konsep PPKA tidak hanya bertugas mengoperasikan persinyalan, tetapi juga menyusun