Prasasti Batutulis
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Cagar budaya Indonesia
PeringkatNasional
KategoriBenda
Lokasi
keberadaan
Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat
Koordinat6°37′25″S 106°48′33″E / 6.6236°S 106.8091°E / -6.6236; 106.8091
Prasasti Batutulis di Kota Bogor
Prasasti Batutulis
Prasasti Batutulis

Prasasti Batutulis (Aksara Sunda Baku: ᮕᮢᮞᮞ᮪ᮒᮤ ᮘᮒᮥᮒᮥᮜᮤᮞ᮪) terletak di Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kompleks Prasasti Batutulis memiliki luas 17 x 15 meter. Prasasti Batutulis dianggap terletak di situs ibu kota Pajajaran dan masih in situ, yakni masih terletak di lokasi aslinya dan menjadi nama desa lokasi situs ini.[1] Batu Prasasti dan benda-benda lain peninggalan Kerajaan Sunda terdapat dalam komplek ini. Pada batu ini berukir kalimat-kalimat dalam bahasa Sunda Kuno dengan aksara Kawi. Prasasti tahun 1455 Saka (1533 Masehi), menjelaskan mengenai Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata.[2][3]

Selain prasasti itu sendiri, terdapat batu berukirkan tapak kaki tepat di depan sisi muka batu prasasti.

Tanda tapak kaki di depan muka prasasti

Isi Prasasti

sunting

Upaya penerjemahan dan pemahaman tulisan pada Prasasti Batutulis ini telah beberapa kali dilakukan.[a]

Berikut adalah kutipan terjemahan yang dilakukan Gunawan dan Griffiths dengan berdasar pada studi foto atas kertas tempel (abklatsch) faksimile yang terdapat di koleksi EFEO Paris.

Faksimile tulisan di Prasasti Batutulis

[7]

Galeri

sunting

Lihat pula

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Misalnya di antaranya pada Gunawan dan Griffiths 2021,[4] ulasan Djafar 2011,[5] dan Danasasmita 2006.[6]
  2. ^ Ungkapan "lima Pandawa menjaga bumi" dimengerti sebagai sengkala dan dimengerti sebagai 5 5 4 1 yang berarti 1455 tahun Saka (sekitar 1533 tahun Masehi)

Sumber

sunting
  1. ^ Indonesian palaeography: a history of writing in, Volume 4, Issue 1 By J. G. de Casparis
  2. ^ Website Resmi Kota Bandung. "Sejarah Museum Sri Baduga yang Dahulu Kantor Adminitrasi Kota Bandung". https://www.bandung.go.id. Diakses tanggal 2025-01-18.
  3. ^ "Hari ini 1482 Sri Baduga Maharaja Dinobatkan Sebagai Raja Pajajaran". Republika Online. 2013-06-03. Diakses tanggal 2025-01-18.
  4. ^ Gunawan, Aditia; Griffiths, Arlo (2021). "Old Sundanese Inscriptions: Renewing the Philological Approach*". Archipel. 101. doi:10.4000/archipel.2365.
  5. ^ Djafar, Hasan (2011). "Prasasti Batu Tulis Bogor". Amerta. 29 (1).
  6. ^ Danasasmita, Saleh (2006). "Mencari Gerbang Pakuan". Mencari Gerbang Pakuan dan Kajian Lainnya Mengenai Budaya Sunda. Seri Sundalana. Vol. V. Bandung: Yayasan Pusat Studi Sunda. hlm. 11–41. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ^ Gunawan, Aditia; Griffiths, Arlo (2021). "Old Sundanese Inscriptions: Renewing the Philological Approach*". Archipel. 101. doi:10.4000/archipel.2365.

Referensi

sunting
  • Saléh Danasasmita. 2003. Nyukcruk sajarah Pakuan Pajajaran jeung Prabu Siliwangi. Bandung: Kiblat Buku Utama.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pakuan Pajajaran

("somerhuijsje") bernama "Batutulis". Nama ini kemudian melekat menjadi nama tempat di daerah sekitar prasasti tersebut. Prasasti Batutulis sudah mulai diteliti

Kerajaan Sunda

Beberapa prasasti menyebutkan kerajaan ini, seperti Prasasti Kebon Kopi II, Prasasti Sanghyang Tapak, Prasasti Kawali, dan Prasasti Batutulis. Rujukan

Kota Bogor

saat itu. Di antara prasasti-prasasti yang ditemukan di Kota Bogor tentang kerajaan silam, salah satunya adalah prasasti Batutulis menceritakan kekuasaan

Sri Baduga Maharaja

Sunda lainnya. Catatan sejarah pemerintahannya dapat ditemukan dalam Prasasti Batutulis, yang ditemukan di daerah Bogor, tempat ia dikenal dengan nama resminya

Daftar prasasti di Jawa Barat

Rumatak, atau Prasasti Gegerhanjuang Prasasti Kebantenan Prasasti Batutulis Prasasti Huludayeuh Prasasti Cikapundung Prasasti Pasir Datar Prasasti Ngalindung

Prasasti

Kata "prasasti" berasal dari bahasa Sansekerta, prasasti yang arti pertamanya (harfiah) adalah 'puji-pujian', dan arti secara luas adalah "piagam, maklumat

Prasasti Masahar

Prasasti Masahar adalah sebuah prasasti peninggalan Kerajaan Medang bertanggal Aśuji tanggal 12 paro terang 852 Saka atau 7 Oktober 930 Masehi yang ditemukan

Prasasti Kedukan Bukit

Sungai Musi. Prasasti ini berbentuk batu kecil berukuran 45 × 80 cm, ditulis dalam aksara Pallawa, menggunakan bahasa Melayu Kuno Prasasti ini sekarang