Cristina Rivera Garza (lahir 1 Oktober 1964)[1] adalah seorang profesor dan penulis asal Meksiko yang meraih Penghargaan Pulitzer untuk memoarnya yang berjudul Lilianaโs Invincible Summer: A Sisterโs Search for Justice. Ia menulis enam novel, tiga antologi cerita pendek, lima kumpulan puisi, serta tiga buku nonfiksi. Semua karya awalnya ia tulis dalam bahasa Spanyol, kemudian diterjemahkan ke beberapa bahasa lain, termasuk bahasa Inggris, Prancis, Italia, Portugis, dan Korea.[2]
Biografi
suntingIa memperoleh gelar Sarjana pada 1987 dari Universitas Otonom Nasional Meksiko dan gelar Doktor pada 1995 dari Universitas Houston. Ia pernah mengajar di San Diego State University (1997โ2004), ITESMโCampus Toluca (2004โ2008), dan Universitas California, San Diego (2008โ2015) sebelum bergabung dengan University of Houston pada 2016. Di universitas tersebut, ia menjabat sebagai profesor terkemuka di Department of Hispanic Studies dan memimpin konsentrasi penulisan kreatif berbahasa Spanyol untuk program pascasarjana. Karya-karya terbarunya dalam bahasa Spanyol meliputi Autobiografรญa del algodรณn (2020), kumpulan puisi La fractura exacta (2020), dan buku audio Ciudad XY (2020). Beberapa karyanya juga tersedia dalam bahasa Inggris, di antaranya The Restless Dead: Necrowriting and Disappropriation (2013/2020), Grieving: Dispatches from a Wounded Country (2011/2020), dan La Castaรฑeda Insane Asylum: Narratives of Pain in Modern Mexico (2010/2020).[3]
Karya
suntingSebagai salah satu penulis berpengaruh di Meksiko, Cristina Rivera Garza dikenal melalui sejumlah karya yang telah mendapat pengakuan luas.[2] Buku terbarunya, Lilianaโs Invincible Summer: A Sisterโs Search for Justice, memenangkan Penghargaan Pulitzer dalam kategori Memoir dan Autobiografi.[4] Karya ini diangkat dari kisah nyata adiknya, Liliana, yang dibunuh oleh mantan pasangannya pada 1990 di usia 20 tahun. Rivera Garza menelusuri kembali berkas kasus yang tidak pernah diselesaikan secara hukum, sekaligus menghadirkan refleksi pribadi atas kehilangan tersebut. Melalui buku ini, ia mengangkat isu femisida serta membuka ruang percakapan global tentang kekerasan berbasis gender. Ia menyebut penulisan memoir ini sebagai bentuk upaya menuntut keadilan, tidak hanya secara yudisial tetapi juga melalui keadilan restoratif, yang menurutnya merupakan proses berkelanjutan dan melibatkan partisipasi publik.[5]
Selain menulis memoir, Rivera Garza juga dikenal melalui karya fiksi yang sarat subversi terhadap kekerasan gender. Novel La muerte me da (2007), yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan judul Death Takes Me, membalikkan representasi konvensional dengan menampilkan laki-laki sebagai korban mutilasi seksual. Dalam novel tersebut, Rivera Garza menggunakan puisi-puisi Alejandra Pizarnik untuk menandai setiap kasus pembunuhan fiksi. Menurutnya, pembalikan peran ini bertujuan agar masyarakat lebih peka terhadap kekerasan yang selama ini kerap dianggap โbiasaโ ketika menimpa perempuan. Ia juga menekankan bahwa bahasa dalam novel ini diperlakukan sebagai protagonis dengan menggarisbawahi bagaimana struktur dan tata bahasa kekerasan membentuk realitas sosial.[6]
Referensi
sunting- ^ "Author Search Results". search.centrecountylibrary.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-21.
- ^ a b "Cristina Rivera Garza". www.uh.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-21.
- ^ "Cristina Rivera Garza". www.macfound.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-21.
- ^ "Cristina Rivera Garza: Richard Hillary Memorial Lecture | Trinity College Oxford". www.trinity.ox.ac.uk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-21.
- ^ Zukin, Meg. "Cristina Rivera Garza Is Writing for Justice". TIME (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-01.
- ^ Gallardo, Adriana (2025-02-27). "Language as protagonist in Cristina Rivera Garza's newly translated novel". NPR (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-01.