
Primitif[1] adalah suatu kebudayaan masyarakat atau individu tertentu yang belum mengenal dunia luar atau jauh dari keramaian teknologi. Primitif mempunyai arti tidak mengenal teknologi modern.
Kata primitif dalam konteks sejarah sering digunakan untuk suatu kebudayaan atau masyarakat yang hidupnya masih tergantung alam ataupun tidak mengenal dunia luar. Kata primitif dan prasejarah memiliki irisan, tetapi keduanya berbeda. Prasejarah diartikan sebagai kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan, sedangkan primitif diartikan sebagai masyarakat atau kebudayaan awal yang belum mengalami kemajuan berarti.
Namun demikian, kata primitif juga bisa digunakan dalam konteks perilaku manusia pada situasi yang mana seseorang tidak mempunyai kesopanan dalam perilakunya baik secara verbal maupun secara fisik.
Contoh dari tindakan primitif
- Suatu suku hidupnya bergantung pada alam meskipun dunia luar sudah mengalami modernisasi
- Suatu kegiatan kebudayaan yang dianggap kuno/ketinggalan zaman, maka bisa dikatakan primitif, tetapi Norak tidak termasuk jenis purba.
Etimologi
suntingKata "primitif" dalam bahasa Indonesia berasal dari kata "primitief" bahasa Belanda yang secara harfiah berarti "bersahaja" atau "kuno".[2]
Referensi
sunting- ^ "Arti kata primitif". Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
- ^ "Senarai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia" (PDF). Repositori Kemdikbud. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. hlm. 60. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 06 Agustus 2025. Diakses tanggal 6 Agustus 2025.